Istilah Top Notes, Middle Notes, dan Base Notes dalam Parfum yang Perlu Kamu Tahu

Sebelum beli parfum, cek dulu artikel ini, yuk!

76
Istilah Wewangian

Kamu pernah mendengar top notes, middle notes, dan base notes? Istilah-istilah tersebut sering dipakai untuk mendeskripsikan aroma wewangian. Bagi kalangan umum yang belum banyak paham soal parfum, mungkin istilah notes ini membuat kamu bingung. Understandable, inilah mengapa OPPAL akan membahas lebih dalam mengenai notes di produk wewangian lewat artikel ini.

Istilah Wewangian
Ilustrasi piramida wewangian/craftovator.co.uk

Top notes, middle notes, dan base notes sendiri layaknya piramida dalam sebuah wewangian. Perbedaan terbesarnya biasanya terletak pada kemampuan mereka untuk bertahan di kulit atau kain setelah disemprotkan.

Top notes

Istilah Wewangian
Ilustrasi wewangian dengan top notes/unsplash

Top notes adalah notes paling ringan dari kandungan sebuah wewangian. Top notes sering dikenal sebagai opening notes atau head notes, sehingga aromanya dapat memberikan kesan pertama saat pertama kali diaplikasikan.

Selain itu, top notes juga menjadi yang paling cepat memudar karena struktur molekulnya yang ringan walaupun bermanfaat dari segi transisi ke inti wewangian.

Top notes banyak ditemukan di dalam produk wewangian seperti jeruk (lemon, kulit jeruk, bergamot), buah-buahan ringan (jeruk bali, beri), dan herba (clary sage, lavender).

Middle notes

Istilah Wewangian
Ilustrasi aroma middle notes/unsplash

Middle notes merupakan aroma yang muncul setelah top notes menguap. Notes ini juga disebut sebagai heart notes, dan sering dianggap sebagai jantung dari produk wewangian tersebut.

Middle notes mampu bertahan lebih lama dan memiliki pengaruh yang kuat pada base notes yang bakal muncul. Aroma middle notes umumnya adalah kombinasi halus dari notes bunga atau buah, serta rentuhan rempah-rempah seperti kayu manis, pala atau kapulaga.

Beberapa contoh middle notes antara lain geranium, serai, mawar, ylang ylang, lavender, ketumbar, pala, neroli, dan melati.

Base notes

Istilah Wewangian
Ilustrasi parfum dengan aroma base notes/shutterstock

Base notes adalah aroma terakhir yang keluar setelah top notes benar-benar menguap. Notes yang satu ini biasanya berbaur dengan middle notes untuk menciptakan aroma khas wewangian tersebut.

Base notes hadir untuk memberikan kesan yang tahan lama, sehingga aromanya dapat bertahan di kulit hingga berjam-jam setelah diaplikasikan. Contoh base notes antara lain kayu cedar, kayu cendana, vanila, amber, nilam, oakmoss, dan musk.

Yup, itulah istilah-istilah yang sering dipakai dalam produk wewangian. Semoga bisa menambah wawasan kamu sebelum membeli parfum, ya, gengs!

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!