Musik Heavy Metal Ternyata Bisa Bikin Kita Kontrol Emosi? Begini Penelitiannya

Di luar perkiraan!

36
Manfaat Musik Heavy Metal

Musik sudah biasa menjadi cara terbaik untuk mengontrol emosi dan pikiran yang tengah bergejolak, seperti saat sedih, kecewa atau merasa senang berlebihan. Tetapi, bisakah musik membantu mengatasi dan mengelola emosi yang lebih ekstrem seperti amarah?

Amarah yang memuncak memang seringkali terasa sulit untuk diungkapkan dengan cara yang sehat. Sebagian orang bahkan berusaha menyembunyikan emosi, ketakutan, dan frustrasi dengan memendamnya. But it doesn’t works.

Sebab, hal tersebut ternyata bakal membawa dampak seperti “bom waktu” yang bisa meledak kencang jika sudah enggak terbendung. Dan akhirnya orang tersebut menunjukkan luapan kemarahannya tanpa peringatan atau provokasi.

Tetapi, ada kabar baik untuk mengatasi hal luapan amarah tersebut. Melansir kompas.com, terapis dan psikolog mengatakan, musik bisa digunakan sebagai terapi untuk mengelola rasa marah, terutama pada musik ekstrem seperti heavy metal hingga hardcore.

Manfaat musik heavy metal dalam mengelola kemarahan

Manfaat Musik Heavy Metal
Ilustrasi mendengarkan musik heavy metal/shutterstock

Musik dapat dimanfaatkan untuk mengatasi atau mengelola kemarahan dengan cara mendengarkan genre musik seperti heavy metal.

Menurut situs Wise and Geek, musik pada dasarnya memang bisa membantu seseorang untuk menempatkan sesuatu ke dalam perspektif yang baru.

Bukan cuma mendengarkan alunan musiknya saja, seseorang mungkin bisa terhubung dengan menemukan makna dari lirik atau cerita dari musik yang didengarnya. Kondisi ini bisa membantu mereka dalam memilah perasaan kecewa dan marah dengan cara yang lebih kondusif.

Ini juga membawa dampak yang positif, di mana kemarahan yang dirasakan jadi lebih terkontrol dan enggak bikin mereka meledak sewaktu-waktu dan mencegah perilaku yang merusak.

Berkaitan dengan manfaat tersebut, sejumlah penelitian sudah membuktikan efektivitas musik dalam mengelola keadaan emosional seperti rasa amarah. Salah satunya dibuktikan lewat penelitian yang terbit di jurnal Frontiers pada tahun 2015.

Musik ekstrem seperti genre hardcore, heavy metal, emo, punk, screamo, dan masing-masing sub-genre tersebut masuk dalam kategori musik ekstrem.

Musik ekstrem ini memang identik dengan suara yang semrawut, keras, berat, dan bertenaga, dengan vokal yang emosional, sering mengandung tema lirik kecemasan, depresi, isolasi sosial, dan kesepian.

Setelah mendengarkan musik keras selama 10 menit, tingkat emosi mereka juga ditinjau yang meliputi detak jantung, dan peringkat subyektif pada Positive and Negative Affect Scale (PANAS).

Hasil penelitian juga menunjukkan, bahwa tingkat rasa amarah, mudah marah, dan stres dari tinjauan PANAS meningkat selama mereka merasa marah, dan menurun setelah mendengarkan musik.

Jadi bisa disimpulkan, hasil temuan tersebut menunjukkan musik ekstrem tidak membuat individu yang marah menjadi lebih marah dan sebaliknya, sepertinya cocok dengan gairah fisiologis mereka dan menghasilkan peningkatan emosi positif.

Mendengarkan musik ekstrem mungkin adalah cara yang sehat untuk memproses kemarahan mereka. Ya, walaupun hasil penelitian menunjukkan manfaat yang positif, tapi peneliti berpendapat enggak semua jenis musik punya efek yang sama bagi setiap individu.

Mungkin beberapa orang menemukan musik spiritual, klasik atau instrumental bisa menenangkan perasaan mereka. Namun, secara keseluruhan, menonton konser musik, baik di depan umum maupun secara pribadi bisa membantu mereka mengelola emosi seperti kemarahan yang dialami.

Bagi banyak musisi, mengubah musik dan lirik lagu bisa membantu mengungkapkan perasaan marah atau cemas yang mengakar. Selain itu, orang yang sudah terbiasa memanfaatkan musik sebagai pelampiasan (hobi mendengarkan musik) mungkin lebih mampu mengatasi dan mengelola emosi tersebut.

Bagaimana menurut kamu, gengs? Kamu suka mendengarkan musik ekstrem juga enggak?

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!