Pengin Olahraga di Kawasan yang Berpolusi? Simak Penjelasan dan Tipsnya Berikut Ini

There are pros and cons.

36
Olahraga di Tengah Polusi Udara

Olahraga punya banyak manfaat kesehatan, seperti membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke. Tapi, bagaimana kalau berolahraga di tengah polusi udara yang tinggi? Bagaimana kalau kita termasuk salah satu dari 91 persen orang yang tinggal di daerah yang enggak memenuhi pedoman kualitas udara menurut WHO?

Sebuah studi dalam Circulation menemukan, olahraga teratur, bahkan di daerah dengan tingkat polusi udara tinggi, bisa mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi.

Olahraga di Tengah Polusi Udara
Ilustrasi olahraga di tengah polusi udara/shutterstock

Melansir kompas.com, para peneliti memantau kesehatan lebih dari 140.000 orang yang tinggal di Taiwan tanpa tekanan darah tinggi. Data latihan orang-orang tersebut diukur dalam metabolic equivalents (METs), atau energi yang harus dikeluarkan dari satu aktivitas selama rata-rata 5 tahun.

Dari penelitian yang ditemukan, mereka yang paling aktif berolahraga memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi.

Untuk level aktivitas masing-masing peserta dimasukkan ke kategori sesuai METs yang dilaporkan. Kategori itu antara lain enggak aktif atau 0 MET (setara kondisi duduk tenang), sedang atau 0-8,75 MET (berjalan sekitar 12 menit atau kurang), dan tinggi atau > 8,75 MET (berjalan lebih cepat selama lebih dari 12 menit).

Dalam studi ini menemukan, setiap kenaikan tingkat polusi udara dikaitkan dengan risiko hipertensi 38 persen lebih tinggi, sedangkan peningkatan aktivitas olahraga dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi sebanyak 6 persen.

Selanjutnya, mereka yang berolahraga dalam intensitas sedang berisiko hipertensi 4 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang enggak berolahraga.

Mereka yang berolahraga dengan intensitas tinggi memiliki risiko hipertensi 13 persen lebih rendah daripada yang enggak berolahraga. Nah, hal ini menunjukkan, olahraga tetap punya beberapa manfaat bagi kesehatan jantung, walaupun berisiko terkena polusi udara.

“Berdasarkan hasil, kita bisa mengatakan, jika orang dalam kelompok tidak aktif meningkatkan aktivitas fisik mereka ke tingkat sedang, risiko hipertensi pada mereka 6 persen lebih rendah,” kata penulis studi Xiang Qian Lao, Ph.D., associate professor di Jockey Club School of Public Health and Primary Care di The Chinese University of Hong Kong, Shatin, Hong Kong, kepada Runner’s World.

“Namun, belum diketahui apakah olahraga teratur di daerah dengan polusi udara dinilai aman bila mempertimbangkan faktor lain seperti kesehatan paru-paru dan lainnya,” kata Lao.

Olahraga memang bisa membantu mencegah risiko hipertensi, tapi kita tetap harus waspada dengan tingkat polusi udara di daerah kita. Well, jika kita tinggal di daerah yang tinggi polusi, tapi tetap ingin olahraga, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut:

  • Mencari waktu berolahraga di saat polusi belum terlalu tinggi. Misalnya, di pagi hari ketika jalanan masih sepi dari kendaraan bermotor.
  • Menggunakan alat pelindung seperti masker supaya dampak polusi bisa dikurangi.
  • Mencari lokasi olahraga yang lebih bebas polusi, misalnya dengan pergi ke tempat lain.
  • Melakukan olahraga di dalam ruangan, misalnya di gym atau di dalam rumah.
Olahraga di Tengah Polusi Udara
Ilustrasi orang-orang memakai masker/shutterstock

Memang polusi udara belakangan ini sedang buruk-buruknya. Untuk itu, kita harus ekstra waspada dengan situasi seperti ini. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat bagi kita semua, ya, gengs!

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!