Cegah Penyebaran Hoaks, Twitter Luncurkan Fitur Baru Berbasis Data Khalayak

Fitur ini memverifikasi fakta dari foto yang dibagikan di Twitter.

67
Fitur Baru Twitter Cegah Hoaks

Meskipun kebanyakan digunakan sebagai hiburan, media sosial juga berpotensi dalam menyebarkan informasi palsu alias hoaks. Informasi palsu yang disebarkan pun bisa dalam beragam format, seperti tulisan, foto, video, dan sebagainya.

Dalam upaya menekan penyebaran hoaks di platform-nya, Twitter memperluas fitur pengecekan fakta berbasis data crowdsourced-nya (data khalayak). Fitur pengecekan ini bisa memverifikasi fakta dari foto yang diunggah.

Fitur Baru Twitter Cegah Hoaks
Ilustrasi stop hoax/shutterstock

Akun Twitter @CommunityNotes dalam thread-nya menjelaskan, foto yang diunggah ke Twitter bisa menyertakan konteks tambahan untuk menghindari penyebaran informasi palsu.

Untuk catatan tambahan akan otomatis muncul di foto yang memiliki potensi menyesatkan dan foto serupa lainnya di masa mendatang.

“Hari ini kami memperkenalkan fitur baru yang memberi kendali terhadap kontributor Twitter bernama “Notes on Media”. Catatan tambahan bakal disertakan ke dalam foto secara otomatis dan muncul langsung di foto yang baru diunggah atau unggahan (foto) di masa mendatang,” tulis Twitter.

Masih dalam thread yang sama, kontributor yang diperbolehkan menyertakan konteks pada foto bisa melihat fitur baru ini pada kicauan yang diunggah oleh pengguna. Opsi tersebut diberi nama “About the image” (tentang foto). Fitur ini bisa dimanfaatkan apabila foto yang diunggah punya potensi menyesatkan pengguna lain.

“Opsi ini bisa dipilih ketika kamu (kontributor Twitter) percaya bahwa foto tersebut punya potensi untuk menyesatkan pengguna lain, terlepas dari twit mana pun yang diunggah,” jelas Twitter.

Fitur Baru Twitter Cegah Hoaks
Ilustrasi media sosial Twitter/shutterstock

Selain itu, Twitter menyebut secara spesifik soal foto palsu yang di-edit menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence). Foto yang di-edit menggunakan AI terlihat membingungkan, menyeramkan, sekaligus bikin takjub karena tampak begitu realistis.

Munculnya fitur ini juga sejalan dengan kasus yang sempat ramai di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Pengguna Twitter di AS sempat memercayai foto palsu yang mengklaim adanya ledakan besar di dekan Gedung Pertahanan AS atau Pentagon.

Foto palsu tersebut dinilai cukup membingungkan karena memang tampak begitu realistis. Apalagi, foto itu diunggah oleh akun yang sudah terverifikasi (verified account) atau memiliki lencana biru. Foto itu juga seolah-olah terafiliasi dengan media bisnis di AS, Bloomberg News.

Twitter Blue
Ilustrasi centang biru di Twitter Blue/wired.com

Bahkan, kasus yang sama juga pernah terjadi pada foto yang menampilkan pemimpin tertinggi umat Katolik dunia, Paus Fransiskus. Foto tersebut diedit menggunakan AI dan tampak memakai baju fashion bergaya street hypebeast. Karena foto tersebut terlihat realistis, banyak orang yang akhirnya percaya.

Well, kemampuan teknologi AI yang meningkat pesat memang bisa berpotensi menyesatkan banyak orang. Oleh karena itu, fitur baru Twitter ini diharapkan bisa membantu menekan penyebaran hoaks di platform-nya.

Twitter Community Notes juga akan memperbolehkan pengguna lain (selain kontributor) untuk menambah konteks atau catatan tambahan pada foto yang diunggah. Menurut The Verge, Twitter juga akan memperluas fitur pengecekan fakta untuk konten berbasis video dan twit yang disertai beberapa foto sekaligus.

Meski begitu, Twitter juga mengingatkan bahwa enggak semua foto yang punya kesamaan bakal disertai catatan tambahan. Hal ini kemungkinan karena kendala dalam mengenali foto secara presisi.

Langkah Twitter dalam menekan penyebaran hoaks lewat fitur barunya memang harus diacungi jempol. Kita juga harus lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan media sosial, ya, gengs.

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!