Cetak Sejarah, Rayyanah Barnawi Jadi Astronot Perempuan Arab Saudi Pertama yang Berhasil ke Luar Angkasa

Rayyanah adalah ilmuwan biomedis yang akan meneliti sel punca di ISS.

577

Seorang ilmuwan biomedis muda asal Arab Saudi, Rayyanah Barnawi, baru saja mencetak sejarah di negaranya dengan menjadi astronot perempuan Arab Saudi pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa dan berhasil mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS).

Perjalanan pertamanya ke luar angkasa ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah dan juga masyarakat Arab Saudi.

Pilot John Shoffner, Angkatan Udara Kerajaan Saudi Ali Alqarni, Rayyanah Barnawi, dan Komandan Peggy Whitson/Axiom Space

Barnawi, bersama seorang pilot jet tempur dari Angkatan Udara Kerajaan Saudi, Ali Alqarni, bergabung bersama dua warga Amerika Serikat lainnya, yakni mantan astronot NASA sekaligus direktur penerbangan luar angkasa untuk manusia di Axiom Space, Komandan Peggy Whitson, dan juga Pilot John Shoffner yang akan menjalankan misi privat kedua Axiom Space menggunakan roket SpaceX Falcon 9.

Keempat astronot tersebut berangkat pada pukul 21.37 GMT waktu setempat, dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Amerika Serikat (AS) pada Minggu, (21/5). Mereka terlebih dulu menggunakan pesawat luar angkasa bernama Dragon.

Keempat Astronot yang Tergabung Dalam Misi Privat Ke-2 Axiom Space/Axiom Space

Lalu pada Senin, (22/5) kemarin, pesawat luar angkasa tersebut berhasil sampai dengan aman di ISS pada pukul 13.12 GMT. Roket Falcon 9 yang mereka gunakan akan melepaskan diri dari pesawat luar angkasa tersebut dan akan menjalankan beberapa misi yang sudah direncanakan sebelumnya.

Melakukan Lebih dari 20 Penelitian

Selama kurang lebih 10 hari berada di orbit ISS, Barnawi dan timnya memiliki misi untuk melakukan riset atau penelitian mengenai sel punca (salah satu sel yang sangat penting untuk perkembangan, pertumbuhan, dan perbaikan sel atau jaringan pada tubuh) dan penyakit kanker payudara.

Eksperimen yang Barnawi lakukan tersebut akan didasarkan pada beberapa riset dan pekerjaan yang sudah ia lakukan sebelumnya selama 9 tahun terakhir mengenai sel punca kanker pada saat ia masih bekerja dan menjabat sebagai teknisi laboratorium penelitian di Program Rekayasa Ulang Sel Punca dan Jaringan Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian King Faisal di Riyadh, Arab Saudi.

Rayyanah Barnawi/Via: Axiom Space

FYI, sebagai ilmuwan biomedis, Barnawi memiliki banyak gelar dalam ilmu tersebut. Ia merupakan lulusan dari Ilmu Pengetahuan Biomedis dari Universitas Otago, Selandia Baru, serta mendapatkan gelar master di Ilmu Pengetahuan Biomedis di Universitas Alfaisal, Riyadh.

Via: Axiom Space

Selain penelitian mengenai sel kanker, selama berada di laboratorium ISS, mereka juga akan melakukan lebih dari 20 eksperimen sains, komunikasi, pendidikan dan teknologi, termasuk pengaruh luar angkasa terhadap kesehatan manusia dan teknologi penyemaian hujan.

Pengalaman yang Sangat Berharga Bagi Barnawi

Menyandang status sebagai perempuan pertama di negaranya yang berhasil menginjakkan kaki di luar angkasa, membuat Barnawi sangat bangga atas pencapaiannya.

Melansir dari Guardian, Barnawi mengatakan, kesempatannya ini merupakan kebahagiaan dan kehormatan yang ia emban dengan penuh rasa suka cita.

Via: Phys.org

“Ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan untuk semua orang, dan saya mengerti bahwa hal ini memungkinkan. Jika saya dan Ali bisa melakukannya, kalian juga pasti akan bisa,” kata Barnawi.

Melalui usaha dan pencapaiannya ini, Barnawi berharap dapat menginspirasi kaum perempuan, terutama perempuan Timur Tengah dan di dunia dari berbagai macam latar belakang.

“Bagi semua orang di dunia, masa depan itu sangat cerah. Saya ingin kamu bermimpi besar, percaya diri kalian sendiri, dan percaya pada umat manusia,” ucapnya.

Aliyyah Barnawi/Via: Axiom Space

Anyway, Rayyanah Barnawi dan juga Ali Alqarni merupakan warga sipil pertama dari Arab Saudi yang berhasil ke luar angkasa setelah Sultan bin Salman Al Saud yang ikut dalam penerbangan pesawat Ulang-alik Space Shuttle Discovery pada 17 Juni 1985 silam.

Sultan bin Salman Al Saud sendiri menjadi orang Arab pertama, muslim pertama, dan anggota keluarga kerajaan pertama yang terbang ke luar angkasa pada saat itu. Oppal gengs, apa kamu punya cita-cita pengin menjadi Barnawi dari Indonesia? Well, apa pun cita-cita dan keinginan kamu, semoga selalu dilancarkan dan dipermudah ya, keep trying your best!