Apa Itu Talking Stage vs Situationship? Istilah Relationship yang Sering Dipakai Gen Z

  • Arifina Cahyanti Firdausi

Istilah Talking Stage vs Situationship semakin sering muncul di media sosial ketika Gen Z membicarakan kehidupan percintaan mereka. Mulai dari unggahan TikTok, threads, X, hingga meme tentang hubungan yang “nggak pacaran tapi juga nggak cuma teman”.


Istilah-istilah tersebut kini menjadi bagian dari kosakata relationship anak muda. Sekilas, talking stage dan situationship memang terlihat mirip.


Keduanya sama-sama menggambarkan hubungan yang belum memiliki status pacaran secara resmi. Namun, sebenarnya kedua istilah tersebut punya konteks yang berbeda, terutama dari segi tujuan, arah hubungan, dan tingkat kedekatan yang sudah terjalin.


Apa perbedaan talking stage dan situationship? Yuk, kenali ciri-cirinya supaya nggak salah menyebut status hubungan sendiri!


Apa Itu Talking Stage?

Photo: magnific.com


Talking stage bisa dikatakan fase awal ketika dua orang sedang saling mengenal dan mencari tahu mengenai sifat dan kepribadian masing-masing. Apakah mereka memiliki kecocokan untuk melanjutkan hubungan ke tahap berikutnya.


Pada fase ini, komunikasi biasanya menjadi bagian paling penting. Bisa berupa chatting setiap hari, bertukar cerita tentang kehidupan masing-masing, melakukan video call, pergi kencan, atau sekadar saling mencari tahu tentang hobi dan kepribadian satu sama lain.


Talking stage berada pada tahap sebelum seseorang memutuskan untuk benar-benar menjalin hubungan. Artinya, belum ada label pacaran ya! Tetapi, masih ada proses eksplorasi untuk mengetahui apakah hubungan tersebut memiliki potensi untuk berkembang atau justru hanya stuck.


Ciri-Ciri Talking Stage


Kamu ingin tahu masa pdkt dengan gebetan berada di fase talking stage atau tidak? Kenali dulu ciri-cirinya. Biasanya, seorang yang terjebak dalam romansa ini masih baru mulai mengenal satu sama lain.


Kamu dan dia juga bakal sering berkomunikasi dan bertukar cerita. Lalu, mulai muncul ketertarikan romantis yang bikin perasaan terasa nyaman.


Namun, di fase ini kamu dan si dia masih mencari tahu kecocokan masing-masing dan belum mau memutuskan membuat status sebagai pasangan. Dalam hal ini, hubungan pun masih memiliki kemungkinan untuk berlanjut atau berhenti.


Jadi, kalau kamu sedang intens berkomunikasi dengan orang yang disukai dan masih berada dalam tahap saling mengenal, bisa jadi itu sedang berada di fase talking stage.


Baca juga: 7 Kebiasaan Zodiak Leo yang Bikin Mereka Sulit Dilupakan


Lalu, Apa Itu Situationship?

Photo: magnific.com


Nah, istilah situationship biasanya menggambarkan hubungan yang sudah memiliki kedekatan lebih jauh. Tetapi, status dan arah hubungannya tetap tidak jelas.


Dalam situationship, dua orang bisa saja sudah sering menghabiskan waktu bersama, saling memberikan perhatian, memiliki kedekatan emosional, bahkan menjalani berbagai aktivitas yang terasa seperti pasangan. Namun, ketika muncul pertanyaan “sebenarnya kita ini apa?”, kamu akan mendapati jawaban yang justru belum jelas.


Situationship sebagai hubungan romantis bukan merupakan hubungan dengan pasangan resmi. Fenomena ini juga banyak dibicarakan oleh anak muda di media sosial.


Dengan kata lain, situationship berada di area abu-abu. Hubungannya terasa lebih dekat dibandingkan pertemanan biasa, tetapi belum memiliki label atau komitmen seperti hubungan resmi.


Ciri-Ciri Situationship


Kalau talking stage masih berfokus pada proses mengenal seseorang, situationship biasanya sudah memiliki kedekatan yang lebih intens. Ciri-cirinya, kamu dan si dia sering berkomunikasi layaknya pasangan.


Kemudian, kalan juga sering pergi atau menghabiskan waktu bersama. Sudah memiliki kedekatan emosional,  bahkan ada perhatian dan rasa nyaman yang cukup kuat.


Hubungan di fase situationship ini terasa seperti pacaran, tetapi tidak ada status resmi. Ketika membahas masa depan hubungan, jawaban yang akan kamu dapatkan  cenderung tidak pasti.


Pada akhirnya, hubungan bisa berlangsung cukup lama tanpa ada kejelasan. Karena karakteristik tersebut, situationship sering disebut sebagai hubungan “abu-abu”.


Bagaimana tidak, kedua orang didalamnya bisa merasa dekat dan nyaman, tetapi belum tentu memiliki pemahaman yang sama mengenai hubungan tersebut akan dibawa ke arah masa depan yang jelas.


Talking Stage vs Situationship, Apa Bedanya?

Photo: magnific.com


Perbedaan paling gampang antara keduanya sebenarnya bisa dilihat dari arah hubungan. Talking stage biasanya mengarah ke dua orang masih berada dalam tahap eksplorasi.


Mereka sedang mencari tahu apakah memiliki kecocokan atau tidak. Jadi, ketidakjelasan status pada fase ini masih cukup wajar karena hubungan memang baru dimulai.


Sementara itu, situationship biasanya sudah berlangsung dengan kedekatan yang lebih dalam, tetapi hubungan tersebut tidak kunjung memiliki definisi yang jelas. Alih-alih bisa mendapat kejelasan status, hubungan justru bisa stuck dan malah kandas begitu saja.


Gampangnya, talking stage lebih seperti ungkapan kita sedang mengenal satu sama lain. Sedangkan situationship lebih seperti kalimat sudah sedekat ini, tapi sebenarnya kita apa atau dengan kata lain tidak kunjung mendapat kepastian status dalam hubungan.


Meski begitu, tidak ada batas waktu pasti yang otomatis mengubah talking stage menjadi situationship. Durasi pdkt ataupun kebersamaan bukan satu-satunya penentu. Hal yang lebih penting adalah pola hubungan yang dilakukan kedua orang tersebut memiliki pemahaman yang sama mengenai arah relasinya atau tidak.


Baca juga: Zodiak yang Paling Cocok dengan Cancer, Siapa Soulmate-nya?


Kenapa Istilah Ini Sering Muncul di Media Sosial?


Munculnya istilah seperti talking stage dan situationship tidak bisa diabaikan dari perubahan cara anak muda berkenalan dan membangun hubungan di era digital. Media sosial dan aplikasi kencan membuat komunikasi dengan orang baru menjadi lebih mudah.


Di sisi lain, perkembangan tersebut juga membuat bentuk hubungan semakin beragam. Anak muda khususnya Gen Z membutuhkan istilah tertentu untuk menggambarkan pengalaman yang sebelumnya mungkin hanya disebut sebagai “dekat”, “PDKT”, atau “hubungan tanpa status”.


Fenomena ini terlihat dari banyaknya pengalaman pribadi tentang situationship yang dibagikan di media sosial. Istilah tersebut bahkan berkembang menjadi bagian dari bahasa populer untuk membicarakan pengalaman percintaan Gen Z.


Menariknya, penggunaan kedua istilah tersebut membuat seseorang lebih mudah menjelaskan pengalaman yang sedang dialaminya. Talking Stage vs Situationship, kuncinya bukan hanya melihat seberapa sering dua orang chatting atau berapa lama mereka dekat, tapi sejauh mana hubungan tersebut berkembang dan apakah kedua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang hubungan mereka.