Bangga! Anggun Bawa Pulang Penghargaan Tertinggi Budaya dari Prancis

  • Muhammad Arsyad

Anggun masih belum selesai mengukir prestasi. Setelah penampilan memukaunya di final FIFA ASEAN Cup kemarin, penyanyi yang satu ini mendapat penghargaan di kancah internasional. Ia dinobatkan sebagai Officier de L’Ordre des Arts des Lettres oleh pemerintah Prancis.


Penghargaan bergengsi ini tak pelak merupakan bentuk pengakuan atas kontribusinya di dunia seni dan budaya. Tak cuma itu, penghargaan ini juga menjadi simbol dari kiprahnya memperkenalkan budaya lintas negara selama puluhan tahun.


Lantas, apa sebetulnya penghargaan Officier de L’Ordre des Arts des Lettres ini?


Apa Itu Penghargaan Officier de I’Ordre des Arts des Lettres?



Simpelnya sih, ini adalah penghargaan tertinggi dalam hal kebudayaan di Prancis. L’Ordre des Arts des Lettres ini adalah tanda penghormatan yang secara khusus diberikan oleh pemerintah Prancis kepada individu yang dinilai berjasa di dunia seni dan sastra. Tak terkecuali bagi seniman yang menyebarkan pengaruh seni dan budaya Prancis ke level dunia.


Penghargaan ini sendiri dimulai sejak 2 Mei 1957 oleh Ministre de la Culture atau Kementerian Kebudayaan Prancis. Lalu dikonfirmasi statusnya oleh Presiden Charles de Gaulle pada tahun 1963. Menariknya, penghargaan L’Ordre des Arts des Lettres ini punya tiga tingkatan yang berbeda.


Baca juga: Tampil dengan Menawan, No Na Bawakan Single “Star” di Genius Open Mic


Tingkatan paling bawah Chevalier atau Ksatria. Kemudian di atasnya lagi ada Officier atau Perwira. Kemudian yang paling tinggi adalah Commandeur atau Komandan. Nah, Anggun berada di tingkatan Officier atau persis di bawah Commandeur. Ini naik satu tingkat, karena Anggun Cipta Sasmi sebelumnya menerima tingkat Chevalier pada 2004.


Penghargaan ini memiliki makna penting bagi perjalanan karier Anggun. Pengakuan tersebut menempatkannya di antara seniman lain seperti Elton John, Sharon Stones, hingga Marion Cotillard.


“Ini adalah penghargaan yang sangat bergengsi, dan saya merasa beruntung karena hanya sedikit seniman Asia yang pernah menerimanya,” kata Anggun seperti diberitakan detikHot.


Membanggakan Nama Indonesia



Meskipun tak lagi WNI, tapi pencapaian ini membanggakan publik Indonesia. Sebab Anggun menjadi satu dari sedikitnya seniman Indonesia yang mendapat penghargaan L’Ordre des Arts des Lettres di tingkat officier.


Sebelum Anggun ada sutradara film, Garin Nugroho yang naik pangkatnya dari chevalier ke officier pada 2025 lalu. Selain Garin Nugroho, ada mendiang Slamet Abdul Sjukur. Komponis kelahiran Surabaya ini mendapat penghargaan Officier L’Ordre des Arts des Lettres pada tahun 2000.


Sementara untuk tingkat di bawahnya atau chevalier, banyak seniman Indonesia mendapatkannya. Mulai dari Joko Anwar, Nyoman Nuarta, hingga mendiang Guruh Soekarnoputra. Sayangnya, kita belum punya seniman yang mendapatkan tingkat commandeur. Anggun berpotensi mencapai itu. Syaratnya, ia menunjukkan jasa tambahan selain yang awalnya menjadikannya officier.


Baca juga: Unik! DJ Diplo Ikutan Main Musik Jedag-Jedug Koplo Khas Indonesia Bareng DJ Habib Gemoy


Prestasi Anggun




Pelantun “Snow on the Sahara” ini punya segudang prestasi di dunia seni. Tapi memang ada beberapa prestasi yang membuatnya bisa naik level dari chevalier ke officier. Salah satu yang paling jelas adalah konsisten. Anggun pertama kali mendapatkan penghargaan ini di level chevalier tahun 2004.


Sejak saat itu ia konsisten di dunia seni. Anggun berhasil memberi dampak selama sekitar 22 tahun sejak mendapatkan penghargaan ini di level chevalier. Ia terus berkarya, termasuk prestasi lintas bidang yang meluas. Anggun menjadi Duta Goodwill FAO PBB tahun 2009.


Dia juga menjadi juri Asia’s Got Talent tahun 2015-2019 dan The Masked Singer versi Prancis tahun 2019-2022. Penyanyi kelahiran Jakarta itu terjun ke dunia teater musikal Prancis lewat Al Capone and Les Incorruptibles tahun 2023.


Anggun juga belakangan ini mulai merambah di dunia seni peran, khususnya untuk layar lebar lewat perannya di film Para Perasuk atau Levitating pada 2026 dan serial Amerika, Reacher.


Baca juga: Bangga Banget! No Na Bawa Pesona Indonesia Tembus Nominasi UK Music Video Awards 2026


Di film Para Perasuk, Anggun bahkan mewakili Indonesia sebagai Best Actress di Asian Academy Creative Awards 2026 berkat perannya sebagai Guru Asri. Ia bersaing dengan sejumlah nama besar di Asia, seperti Tasma Walton dari Australia dan Charmaine Sheh dari Hong Kong.


Pada akhirnya, Anggun menunjukkan bahwa latar belakang Indonesia dapat menjadi bagian dari identitas yang dibawa ke panggung dunia. Prestasinya ini jadi momentum untuk melihat keberhasilan seniman Indonesia dari perspektif yang lebih luas. Penghargaan yang didapat Anggun juga bisa menjadi inspirasi buat seniman Indonesia lainnya.