Pernahkah kamu mendengar larangan ini, Jangan duduk di depan pintu, nanti bakal sulit dapat jodoh? Pasti banyak yang pernah dengar kan. Apa reaksi kamu setelah mendengar itu? Percaya? Atau justru mengabaikannya dan menganggap bahwa itu mitos belaka
Kali ini kita akan bongkar, sebetulnya benarkah duduk di depan pintu bakal sulit dapat jodoh? Kita akan tahu apakah ini mitos atau sekadar akal-akalan supaya nggak duduk di depan pintu karena menghalangi jalan.
Mitos Turun-Temurun
Duduk di depan pintu bakal sulit dapat jodoh sejatinya mitos turun-temurun yang berkembang di masyarakat Jawa. Ketika melihat seorang anak duduk di depan pintu, orang tua di Jawa pasti akan menegur atau bahkan memarahinya.
Para orang tua akan minta si anak untuk pindah kemudian disertai dengan alasan bahwa kebiasaan duduk di depan pintu akan membuat seseorang susah mendapatkan pasangan hidup. Dan kamu tahu? Mitos ini masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat hingga sekarang, khususnya di Jawa.
Pertanyaannya, benarkah duduk di depan pintu bakal sulit dapat jodoh? Kita perlu menelisik alasan di balik kemunculan mitos ini.
Alasan di Balik Mitos Ini
Dalam tradisi masyarakat Jawa, pintu sejatinya adalah bagian paling penting di suatu rumah. Ia adalah perlambang datangnya rezeki, tamu, dan keberuntungan lainya. Simpelnya gini, orang mau ngasih roti misalnya, ke rumah kamu. Dia pasti akan bertamu. Nah ketika bertamu sudah pasti akan lewat pintu dan bukan jendela atau sumur.
Maka duduk di ambang pintu bisa disimbolkan sebagai menghalangi orang lain masuk, tak terkecuali hal-hal baik. Di situlah kemudian mitos ini berkembang bahwa ketika duduk di depan pintu atau ambang pintu menjadi kebiasaan, hal-hal baik diyakini bakal terhambat untuk masuk.
Hal baik itu juga termasuk jodoh. Makanya mitos bahwa duduk di depan pintu bakal sulit dapat jodoh akhirnya berkembang. Pertanyaannya, apakah mitos ini terbukti?
Baca juga: 6 Gerakan Pemanasan yang Wajib Dilakukan Sebelum Lari
Tidak Masuk Akal, Tapi…
Pada prinsipnya, mitos, apapun itu tidak masuk akal. Tapi perlu diketahui bahwa mitos, termasuk mitos yang sedang kita bicarakan ini, tidak begitu saja muncul dan berkembang di masyarakat.
Kalau kita tilik artikel dari Nasrimi yang berjudul, “Mitos-mitos dalam Kepercayaan Masyarakat”, mitos sendiri sejatinya adalah bagian dari sejarah dan budaya sebuah bangsa.
Keberadaan mitos umumnya memiliki nilai-nilai moral yang tujuannya untuk membentuk sikap yang lebih baik. Sikap yang lebih baik itu beraneka ragam. Bisa berupa menjaga kesehatan, menanamkan kesopanan, mempererat persahabatan, menghargai keindahan, bahkan menjaga alam.
Seperti misalnya mitos bahwa sebuah pohon besar ada penunggunya. Itu maksudnya adalah bukan semata-mata biar kita nggak mengganggu si penunggu pohon, melainkan pohon itu sendiri. Mitos tersebut bermaksud agar kita menjaga pohon dengan tidak asal menebangnya.
Baca juga: Sejarah HUT RI ke-81 2026: Sukarni Nyulik Presiden di Umur 29, Kamu Udah Ngapain Aja di Usia Segitu?
Nilai Mitos Duduk di Depan Pintu
Lalu, apa nilai yang ingin ditanamkan dari mitos duduk di depan pintu bakal sulit dapat jodoh? Gini sederhananya. Duduk di depan pintu atau ambang pintu secara kesopanan jelas tidak sopan. Selain itu dari segi budaya, duduk di depan pintu akan mengganggu aktivitas, terutama jika sedang ada tamu yang datang.
Memastikan akses pintu lancar juga sebuah adab yang semestinya diterapkan oleh penghuni rumah. Dalam tata krama Jawa, adab menghormati tamu sangat ditekankan. Maka dari itu, duduk di depan pintu atau ambang pintu bisa dianggap tidak tahu tata krama.
Inilah yang sebenarnya ingin diajarkan oleh orang zaman dulu. Mitos duduk di depan pintu bakal sulit dapat jodoh mudah diingat, sehingga orang tidak akan melakukannya. Dibanding misalnya orang mengajari bahwa duduk di depan pintu atau ambang pintu tidaklah sopan.
Baca juga: Awet Muda Zaman Sekarang Bukan Soal Skincare, Tapi tentang Berapa Jam Kamu Scrolling Gadget
Konsep dalam Islam
Selain dalam budaya Jawa, duduk di depan pintu juga tak etis dalam konsep Islam. Dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Syekh az-Zarnuji disebutkan bahwa duduk di depan pintu seperti di tangga pintu atau bersandar di tiang atau daun pintu termasuk dalam daftar perilaku buruk.
Perilaku ini mengganggu jalan atau lalu-lalang orang yang ingin lewat. Tidak cuma itu, duduk di depan pintu juga dianggap sebagai salah satu kebiasaan yang dapat menghalangi datangnya rezeki.
Ya, itu tadi tentang mitos duduk di depan pintu bakal sulit dapat jodoh. Kalian sendiri tipe orang yang menghindari buat nggak melakukannya atau cuek aja nih?
Muhammad Arsyad