Cara Antisipasi Jika Terjadi Gempa Bumi, Panduan Lengkap yang Perlu Dilakukan

  • Muhammad Ichsan

Indonesia merupakan negara yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga rawan mengalami gempa bumi yang bisa kapan saja terjadi dan tidak dapat diprediksi. Belakangan ini, sejumlah wilayah di Indonesia diguncang gempa bumi dengan intensitas yang bervariasi. Untuk itu, penting bagi kita untuk melakukan upaya mitigasi kesiapsiagaan apabila mengalami peristiwa semacam itu.


Berikut ini merupakan panduan lengkap dan cara untuk mengantisipasi apabila terjadi gempa bumi berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


Source: Magnific.com

Lakukan Persiapan Sebelum Gempa Terjadi

Langkah antisipasi untuk mengatasi sebenarnya bisa kamu lakukan jauh sebelum terjadinya gempa. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali karakteristik gempa bumi serta memastikan struktur dan letak rumah terhindar dari bahaya susulan seperti longsor atau likuefaksi. Apabila diperlukan, lakukan evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan agar lebih tahan terhadap guncangan gempa dan lebih kokoh.


Selain itu, perlu memahami lingkungan sekitar tempat tinggal maupun tempat kerja. Perhatikan letak pintu, lift, dan tangga darurat, serta pastikan sudah mengetahui di mana titik paling aman untuk berlindung apabila terjadi gempa di sekitar. Lebih baik juga mempelajari bagaimana tata cara melakukan pertolongan pertama (P3K), menggunakan alat pemadam kebakaran, serta mencatat nomor telepon penting yang bisa dihubungi saat kondisi darurat.


Persiapan Rutin di Rumah dan Tempat Kerja

Untuk meminimalkan terjadinya risiko besar akibat gempa bumi, atur sedemikian rupa alat-alat perabotan seperti lemari dan kabinet agar menempel pada dinding, misalnya dengan memaku atau mengikatnya dengan kencang. Cara seperti ini dilakukan untuk mencegah benda-benda tersebut jatuh, roboh, atau bergeser yang bisa menyebabkan kecelakaan ketika terjadi gempa. Sebaiknya amankan benda-benda yang mudah terbakar di tempat yang tidak mudah pecah untuk menghindari risiko kebakaran.


Penyebab kecelakaan ketika gempa terjadi paling sering berasal dari kejatuhan material di sekitar. Karena itu, usahakan benda-benda berat diletakkan di bawah, serta periksa kestabilan benda-benda yang menggantung agar tidak jatuh ketika terjadi guncangan. Siapkan pula peralatan darurat seperti senter, lampu baterai, radio, kotak P3K, makanan suplemen, dan air bersih yang bisa langsung digunakan sewaktu-waktu.


Saat Terjadi Gempa di Dalam Bangunan

Source: pexels.com

Apabila terjadi gempa saat kamu sedang berada di dalam sebuah bangunan, segera lindungi bagian kepala dan badan dari reruntuhan. Cari tempat berlindung yang aman dan jauh dari potensi terjadinya reruntuhan dan guncangan, lalu jika masih memungkinkan, segera berlari keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Hindari menggunakan tangga berjalan (eskalator) atau lift, sebaiknya gunakan tangga biasa sebagai jalur evakuasi.


Baca juga: Penyebab Kebakaran Hutan Kalimantan: Mengapa Sering Terjadi?


Saat Gempa Terjadi di Luar Bangunan atau Area Terbuka

Bagi yang sedang berada di luar ruangan ketika terjadi gempa, segera menjauh dari bangunan yang ada di sekitar, seperti gedung tinggi, tiang listrik, maupun pohon besar yang berisiko tumbang saat terjadi guncangan. Perhatikan pula tempat berpijak dan hindari area yang berpotensi mengalami rekahan tanah.


Jika sedang berkendara, segera keluar, turun dan menjauh dari kendaraan untuk menghindari risiko terjadinya pergeseran atau kebakaran. Sementara bagi yang sedang berada di pantai, langsung menjauh dari bibir pantai untuk mengantisipasi potensi bahaya terjadinya tsunami susulan. Dan bila berada di daerah pegunungan atau perbukitan, hindari kawasan yang berpotensi mengalami longsor.


Langkah Setelah Gempa Terjadi

Usai guncangan gempa reda, segera lakukan pemeriksaan terkait kondisi di sekitar dan cek apakah ada yang mengalami luka. Apabila ada,lakukan pertolongan pertama sebisa mungkin untuk menyelamatkan korban terdampak. Segera hubungi bantuan atau layanan darurat jika ditemukan korban dengan luka serius.


Periksa juga hal-hal yang berpotensi membahayakan, seperti mematikan aliran gas dan listrik, serta menghindari menyalakan api di ruang terbuka, mengingat bangunan yang sudah terguncang gempa berisiko mengalami keruntuhan susulan. Perlu diingat, gempa susulan bisa terjadi kapan saja dan sangat mungkin terjadi setelah gempa utama. Penting bagi kamu untuk terus memantau informasi resmi, baik melalui saluran radio maupun laman resmi milik BMKG dan BNPB. Jangan mudah terpancing dengan isu atau berita yang belum jelas sumbernya di tengah situasi yang darurat.


Kesiapsiagaan Adalah Kunci

Pada akhirnya, gempa bumi memang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Namun, dengan kesiapsiagaan dan persiapan yang matang, mulai dari persiapan rumah, pengetahuan dasar penyelamatan diri, hingga kesigapan bertindak saat dan setelah gempa terjadi, risiko dampak buruk yang ditimbulkan bisa diminimalisir semaksimal mungkin. Edukasi mitigasi bencana seperti ini penting untuk terus disosialisasikan secara berkala, mengingat Indonesia merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi di dunia.