Arsenal tak pernah melupakan talenta akademi. Nama Max Dowman muncul di tengah transfer-transfer mewah yang mereka lakukan selama ini.
Max Dowman baru 16 tahun. Memang, dia belum menjadi pilihan utama Mikel Arteta, tapi tiap diberi kesempatan dirinya tak pernah menyia-nyiakan.
Terbaru dinihari tadi saat Arsenal tandang ke Ipswich Town pada babak ketiga Carabao Cup. Dowman dipercaya sebagai starter, menemani dua seniornya di lini tengah, Mikel Merino dan Bruno Guimaraes.
Kepercayaan Mikel Arteta tidak disia-siakan pemuda 16 tahun. Ia benar-benar menjadi kreator permainan The Gunners.
Baru tujuh menit laga berjalan namanya sudah menghiasi papan skor. Lalu di awal babak kedua dia membuat brace menit ke-47,
Hebatnya lagi, dua gol sang wonderkid berasal hanya dari dua shot on target. Yang artinya permainannya sangat efektif dan berpengaruh untuk tim.
Sinar terang Max Dowman di Portman Road bukan hanya lewat gol. Namanya juga menghiasi pemberi assist untuk gol keempat Arsenal yang dicetak Mikel Merino.
Gol dan assist yang dilesakkan turut membukukan namanya dalam sejarah klub. Kini pemain yang berposisi sebagai gelandang tercatat sebagai pemain termuda kedua Meriam London yang bikin gol di Carabao Cup.
Sebagai catatan, saat membobol jala Ipswich Town, umurnya baru 16 tahun dan 258 hari. Artinya, ia menggeser posisi yang sebelumnya ditempati Jack Wilshere.
Nama Dowman hanya kalah dari Cesc Fabregas yang sampai saat ini masih menjadi pemain termuda dalam sejarah Arsenal yang mencetak gol di Carabao Cup. Pria yang kini melatih Como bikin gol di usia 16 tahun dan 212 hari ketika membobol jala Wolverhampton 2003 silam.
Bukan cuma itu rekor yang dibuat bintang masa depan The Gunners. Namanya kini sejajar dengan Wayne Rooney yang mampu memborong dua gol dalam satu pertandingan di umur 16 tahun.
Rooney mencetak brace saat masih berseragam Everton di umur 16 tahun 2002 silam. Uniknya, gol legenda timnas Inggris juga dilesakkan pada ajang Carabao Cup.
Max Dowman harus Lebih Bersabar
Nama Max Dowman sejatinya sudah menjadi fenomena sejak musim lalu. Bagaimana tidak, namanya disertakan Arteta saat kompetisi baru berlangsung dua pekan. Laga melawan Leeds United di Emirates menjadi tonggak sejarah.
source: premierleague.com
Ia melakoni debut impian di Premier League pada pertengahan babak kedua. Laga yang berakhir 5-0 untuk tuan rumah turut ditandai assist sang wonderkid untuk Victor Gyokeres di masa injury time.
Debut dan assist yang dibuat seolah menandakan bahwa hari-hari bersejarah lain sudah menantinya di depan. Dan benar saja, tinta emas Max Dowman torehkan saat Arsenal melawan Everton.
Dalam situasi masih imbang tanpa gol, sang pelatih membuat keputusan besar. Ketika kemenangan sangat dibutuhkan guna mengejar gelar Liga Inggris ia justru memasukkan Dowman pada menit ke-74.
Mikel Arteta pada akhirnya membuktikan keputusannya soal Dowman tak pernah salah. Justru itu menjadi keputusan vital karena pemuda lulusan akademi The Gunners itulah yang mengamankan tiga poin melalui gol di masa injury time.
Gol tersebut sekaligus menjadi momen emas pertamanya. Sebab ia menjadi pemain termuda dalam sejarah Liga Inggris yang mencetak gol. Sebagai informasi, usianya hari itu baru 16 tahun dan 73 hari.
Sejak gol bersejarah tersebut, sang pelatih tak pernah mengembalikan Dowman ke tim kelompok umur. Dan sampai akhir musim ia tampil lima kali, termasuk saat menjadi starter pada laga pemungkas di markas Crystal Palace.
Akan tetapi, musim ini, Mac Dowman harus lebih bersabar. Ia belum pernah dimainkan dan hanya dua kali berada di bangku cadangan dari empat laga Premier League yang sudah berjalan.
Meski demikian, pemuda asli London tak perlu berkecil hati. Musim baru dimulai, kesempatannya untuk tampil di Liga Inggris tetap terbuka lebar.
Terutama setelah dua gol dan satu assist yang dibuat ke gawang Ipswich Town. Lagi pula untuk pemuda seusianya Dowman sudah mendapatkan banyak hal.
Menit bermainnya tak hanya di kancah domestik. Di ajang regional seperti Liga Champions pun Max Dowman sudah merasakannya lewat tiga pertandingan musim lalu. Dengan kata lain, menit bermain hanya soal waktu.
Lagi pula, jika berkaca pada nama-nama yang rekornya bisa disamai seperti Cesc Fabregas, Wayne Rooney, dan Jack Wilshere semua memiliki karier yang panjang dan meraih sukses. Bahkan dua nama pertama berhasil merengkuh trofi Liga Champions.
Max Dowman masih punya banyak waktu membuktikan diri. Dia juga bisa terus belajar mengasah kemampuan untuk mencapai level yang lebih tinggi untuk menjadi langganan starting 11 Arsenal di masa depan.
Wanda Syafii