Oppal Gengs, pernah bertanya-tanya kenapa Indonesia sering disebut sebagai negara Ring of Fire atau Cincin Api? Julukan ini ternyata bukan sekadar istilah keren untuk menggambarkan kondisi alam Indonesia.
Indonesia memang berada di kawasan dengan aktivitas geologi yang sangat tinggi. Salah satu buktinya, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif, jumlah yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan gunung api aktif terbanyak di dunia.
Fenomena ini juga membuat masyarakat Indonesia cukup akrab dengan aktivitas gunung api, mulai dari peningkatan status hingga erupsi yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Ring of Fire?
Ring of Fire merupakan kawasan berbentuk seperti sabuk yang mengelilingi Samudra Pasifik. Wilayah ini dikenal memiliki aktivitas gempa bumi dan gunung api yang tinggi karena menjadi tempat bertemunya sejumlah lempeng tektonik.
Kawasan tersebut membentang melewati berbagai negara, mulai dari Jepang, Filipina, Indonesia dan Selandia Baru hingga wilayah di Amerika Utara dan Amerika Selatan.
Aktivitas geologi yang tinggi membuat wilayah di sepanjang Ring of Fire memiliki banyak gunung api aktif. Pergerakan lempeng juga menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya gempa bumi.
Baca juga: Fakta Abu Vulkanik Erupsi Gunung Krakatau, Persebaran dan Dampaknya Bagi Masyarakat
Kenapa Indonesia Masuk Ring of Fire?
Indonesia berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng tektonik besar. Salah satu proses penting yang terjadi adalah subduksi, yaitu ketika satu lempeng bergerak menunjam ke bawah lempeng lainnya.
Proses tersebut dapat memicu terbentuknya magma di bawah permukaan bumi. Magma yang bergerak naik kemudian dapat membentuk gunung api di permukaan.
Rangkaian gunung api di Indonesia membentang cukup panjang, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga wilayah Indonesia bagian timur.
Itulah salah satu alasan mengapa Indonesia memiliki begitu banyak gunung api aktif sekaligus menghadapi risiko bencana geologi seperti erupsi dan gempa bumi.
Indonesia Punya 127 Gunung Api Aktif
Badan Geologi mencatat Indonesia memiliki 127 gunung api aktif. Gunung-gunung tersebut dikelompokkan berdasarkan sejarah aktivitasnya, yaitu 77 gunung api Tipe A, 29 Tipe B dan 21 Tipe C.
Dari jumlah tersebut, puluhan gunung api mendapatkan pemantauan secara intensif melalui Pos Pengamatan Gunung Api. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perubahan aktivitas vulkanik dan menjadi dasar dalam menentukan status gunung api.
Status tersebut penting karena aktivitas gunung api tidak selalu sama. Sebuah gunung yang terlihat tenang dalam waktu lama tetap dapat mengalami perubahan aktivitas sehingga pemantauan menjadi bagian penting dari mitigasi bencana.
Anak Krakatau dan Aktivitas Vulkanik Terkini
Fenomena Ring of Fire kembali menjadi perhatian setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada September 2026.
Aktivitas erupsi Anak Krakatau bahkan berdampak hingga ke sektor penerbangan karena abu vulkanik menyebar ke wilayah yang cukup luas. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak erupsi tidak selalu hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar gunung.
Anak Krakatau sendiri berada di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatera. Gunung tersebut terbentuk setelah sejarah panjang aktivitas vulkanik Krakatau yang terkenal dengan letusan besar pada 1883.
Apa Keuntungan Indonesia Berada di Ring of Fire?
Tinggal di kawasan Ring of Fire memang membuat masyarakat Indonesia harus menghadapi risiko bencana geologi. Namun, keberadaan gunung api juga memberikan sejumlah manfaat bagi kehidupan.
Material vulkanik dari gunung api dapat membuat tanah disekitarnya menjadi subur. Kondisi tersebut mendukung berbagai aktivitas pertanian dan membuat sejumlah kawasan vulkanik menjadi wilayah produktif.
Gunung api juga menjadi bagian penting dari sektor pariwisata, penelitian dan pendidikan. Banyak kawasan gunung api justru menjadi tujuan wisata karena menawarkan bentang alam yang khas.
Karena itu, keberadaan gunung api tidak bisa hanya dilihat dari sisi bahayanya. Yang tidak kalah penting adalah memahami karakter gunung api, mengikuti informasi resmi dan mengetahui langkah mitigasi ketika aktivitasnya meningkat.
Baca juga: Stay Safe! Ini Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik Erupsi Gunung Krakatau
Jadi, Kenapa Indonesia Disebut Ring of Fire?
Pada akhirnya, julukan Ring of Fire berkaitan erat dengan posisi geografis dan kondisi geologi Indonesia. Pertemuan lempeng tektonik menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya banyak gunung api sekaligus meningkatkan aktivitas kegempaan.
Dengan 127 gunung api aktif, Indonesia memang menjadi salah satu negara yang paling identik dengan aktivitas vulkanik.
Julukan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia hidup berdampingan dengan alam yang aktif. Memahami potensi risikonya dan selalu mengikuti informasi dari lembaga resmi menjadi langkah penting agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan.
Naufal Mamduh