Putri Leonor, calon penerus takhta Spanyol sedang jadi sorotan. Setelah selama tiga tahun menjalani pendidikan dan pelatihan militer, putri sulung Raja Felipe VI dan Ratu Letizia itu kini menjalani pendidikannya menjadi mahasiswa.
Pada Senin, 7 September 2026, Putri Leonor resmi memulai kuliah di Universitas Carlos III Madrid (UC3M). Ia memilih jurusan Ilmu Politik dan akan menjalani perkuliahan di kampus Getafe, Madrid.
Menariknya, meski menyandang status sebagai pewaris takhta Spanyol, kehidupan kuliah Leonor sebisa mungkin dibuat seperti mahasiswa pada umumnya. Ia mengikuti perkuliahan reguler, bertemu dosen dan teman-teman baru, serta tidak mendapatkan jalur akademik khusus karena statusnya sebagai calon ratu.
Credit: Wikimedia Commons/Galería fotográfica: Imposición del Toisón de Oro a la princesa de Asturias
Sekitar 40 mahasiswa bahkan berada dalam kelompok perkuliahan yang sama dengannya. Jadi, untuk sementara waktu, Leonor bukan hanya seorang putri kerajaan, tetapi juga seorang mahasiswa yang harus siap mengikuti kelas dan mengerjakan tugas seperti mahasiswa lainnya.
Baca Juga: Sosok Putri Leonor, Calon Ratu Spanyol di Balik Euforia Juara Piala Dunia 2026
Setelah 3 Tahun Berkutat dengan Pendidikan Militer
Sebelum masuk universitas, Putri Leonor lebih dulu menjalani perjalanan pendidikan yang cukup berbeda dari anak muda seusianya. Selama tiga tahun, ia menjalani pendidikan militer yang membawanya ke tiga cabang Angkatan Bersenjata Spanyol. Perjalanannya dimulai di Akademi Militer Umum di Zaragoza.
Setelah itu, Leonor melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Laut di Marín. Ia juga sempat mengikuti pelatihan di kapal layar latih Juan Sebastián de Elcano. Tahap berikutnya membawa Leonor ke Akademi Umum Angkatan Udara dan Antariksa di San Javier.
Tiga tahun tersebut bukan sekadar pengalaman memakai seragam dan mengikuti latihan fisik. Pendidikan militer itu memang dirancang sebagai bagian dari persiapannya menjadi calon kepala negara sekaligus calon Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Spanyol.
Karena itu, menyebut perjalanan Leonor sebagai “wajib militer” sebenarnya kurang tepat. Ia tidak menjalani wajib militer umum seperti yang berlaku bagi masyarakat di negara tertentu, melainkan mengikuti pendidikan dan pelatihan militer khusus sebagai bagian dari persiapan dirinya sebagai pewaris takhta.
Kini, fase tersebut sudah selesai. Leonor pun memasuki babak baru yang suasananya tentu jauh berbeda: ruang kelas, buku, dosen, dan kehidupan kampus.
Baca Juga: Royal Wedding Mangkunegaran, Gusti Bhre Spill Kakaknya Menikah November 2026, Ini Sosoknya
Putri Leonor Pilih Jurusan Ilmu Politik

Credit: dok. Twitter/Casa de S.M. el Rey

Source: Reddit
Pilihan jurusan Leonor juga cukup menarik perhatian. Ia memilih Ilmu Politik, bidang yang rasanya cukup nyambung dengan masa depannya sebagai calon Ratu Spanyol. Di Universitas Carlos III Madrid, program studi tersebut tidak hanya membahas politik. Leonor juga akan mempelajari berbagai bidang seperti hukum, ekonomi, sejarah, sosiologi, hubungan internasional, humaniora, hingga administrasi publik.
Pengetahuan tersebut tentu bisa menjadi bekal penting untuk perjalanan Leonor ke depan. Sebagai calon kepala negara, ia nantinya akan berhadapan dengan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pemerintahan, konstitusi, hubungan internasional, hingga dinamika masyarakat.
Menariknya, pilihan pendidikan Leonor sedikit berbeda dari sang ayah. Raja Felipe VI dahulu mengambil jurusan hukum di Universitas Otonom Madrid. Sementara itu, Leonor memilih bidang yang lebih dekat dengan politik dan pemerintahan
Gaya Kasual di Hari Pertama Kuliah
Hari pertama kuliah Putri Leonor juga tidak kalah menarik perhatian publik.
Alih-alih tampil dengan pakaian formal khas agenda kerajaan, Leonor terlihat mengenakan outfit yang cukup sederhana. Ia memakai jeans biru berpotongan lebar, kemeja putih, sneakers, dan membawa tas hitam. Rambutnya pun ditata simpel dengan gaya kepang.
Penampilan tersebut membuat Leonor terlihat seperti mahasiswa pada umumnya yang sedang bersiap masuk kelas. Bedanya, tentu saja, ada pengamanan khusus yang tetap mengiringi aktivitasnya di lingkungan kampus.
Leonor sendiri terlihat antusias menyambut kehidupan barunya sebagai mahasiswa. Ia juga mengaku tidak sabar bertemu dengan teman-teman barunya. Meski kehidupan kampusnya tetap mendapat perhatian publik, pihak universitas berusaha agar kehadiran pengamanan tidak mengganggu aktivitas akademik mahasiswa lain.
Bagi Putri Leonor, masuk Universitas Carlos III Madrid menjadi langkah baru setelah tiga tahun ditempa dalam pendidikan militer. Dari seragam militer, latihan di tiga matra, hingga akhirnya duduk di ruang kelas Ilmu Politik, perjalanan pendidikan Leonor memang tidak biasa.
Namun, semua pengalaman tersebut tampaknya punya satu tujuan yang sama: mempersiapkan Putri Leonor untuk menjalankan tanggung jawab besarnya sebagai calon Ratu Spanyol di masa depan.
Cynthia Paramitha