Fenomena Gerhana Matahari Total Akan Terjadi Pada 12 Agustus 2026: Ini Daftar Wilayahnya

  • Muhammad Ichsan

Gerhana Matahari Total adalah sebuah fenomena astronomi yang sangat menarik untuk disaksikan oleh semua manusia di Bumi. Momen ini dikabarkan akan terjadi tepatnya pada 12 Agustus 2026.


Fenomena yang spektakuler ini akan terjadi ketika Bulan melintasi antara Bumi dan Matahari dan menutupi seluruh bagian piringan Matahari. Akibatnya, langit akan berubah menjadi gelap di siang hari. Momen ini hanya bisa terjadi ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada posisi yang benar-benar sejajar, menurut Nasa.


Peristiwa ini tidak terjadi secara terus-menerus dan tidak semua wilayah yang ada di Bumi dapat menyaksikan fenomena langka ini. Hanya terlihat di beberapa tempat. Karena itu, momen Gerhana Matahari Total sangatlah penting, apalagi bagi para astronom dan pencinta ruang angkasa.


Setelah ini, akan kami ulik bagaimana proses terjadinya fenomena langka ini.


Source: magnific.com


Proses Terjadinya Gerhana Matahari Total


Terjadinya proses gerhana Matahari total dimulai saat Bulan bergerak dan memposisikan dirinya tepat di antara Bumi dan Matahari, sehingga seluruh bagian piringan Matahari akan tertutup dari pandangan pengamat di Bumi. Kondisi ini menyebabkan bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi, sama seperti apa yang sudah dijelaskan oleh NASA.


Hanya pada fase new moon(bulan baru) gerhana Matahari akan terjadi. Saat fase ini terjadi, bulan akan berada pada sisi yang sama dengan Matahari apabila dilihat dari Bumi. Tetapi, tidak setiap bulan baru dapat menghasilkan gerhana karena posisi orbit Bulan yang tidak sejajar dengan orbit Bumi mengelilingi Matahari.


Derajat kemiringan yang dimiliki oleh orbit Bulan sekitar lima derajat, sehingga sebagian besar waktu Bulan melintas sedikit di atas atau di bawah Matahari. Gerhana baru akan terjadi ketika Bulan melintasi jalur khayal langit (bidang ekliptika) saat eclipse season atau yang biasa disebut dengan musim gerhana. Periode akan terjadi sekitar dua kali dalam satu tahun dan memberikan peluang terjadinya gerhana Matahari dan gerhana Bulan.


Menurut penjelasan yang dipaparkan oleh Nasa, Bulan bisa menutupi Matahari yang jelas ukurannya lebih besar dikarenakan diameter Matahari memiliki 400 kali lebih besar dibandingkan Bulan. Namun, jarak Matahari juga berada sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi dibandingkan dengan Bulan. Perbandingan jarak dan ukuran yang identik ini membuat Matahari dan Bulan terlihat memiliki ukuran yang sama saat disaksikan dari Bumi, sehingga Bulan terlihat menutupi seluruh piringan Matahari.


Terdapat dua jenis bayangan bulan yang dapat menyebabkan gerhana, yaitu umbra dan penumbra. Umbra merupakan bayangan inti yang paling gelap. Wilayah yang berada di dalamnya akan menjadi sebab terjadinya gerhana Matahari total. Sedangkan, penumbra adalah bagian bayangan luar yang lebih samar; pada daerah ini hanya akan terjadi gerhana matahari sebagian. Ukuran dari jalur umbra di permukaan Bumi relatif sempit; lebarnya kurang dari 80 kilometer. Untuk penumbra sendiri, bisa membentang hingga ribuan kilometer.


Baca juga: Ariana Grande, Resmi Hiatus Pasca Tour untuk Istirahat dari Sorotan Publik


Wilayah yang Akan Terdampak dan Bisa Menyaksikan Fenomena Gerhana


Berdasarkan data dari Nasa dan European Space Agency(ESA), jalur gerhana Matahari total akan terjadi pada 12 Agustus 2026 dan akan melintasi beberapa wilayah yang berada di belahan utara. Beberapa wilayah tersebut meliputi pesisir timur dan utara Greenland, Rusia bagian utara, Spanyol, Samudra Atlantik, dan sebagian kecil daerah Portugal.


Di daerah Spanyol, jalur totalitas akan diperkirakan melintasi Galicia, Castile, Asturias, Aragon, Leon, hingga Kepulauan Balearic. Di samping itu, sejumlah negara lain juga bisa melihat, seperti Prancis, Jerman, Inggris Raya, Italia, Maroko, Aljazair, negara-negara Skandinavia dan wilayah timur laut Amerika Serikat, termasuk New York dan Boston, yang diprediksi akan menjadi saksi pertama gerhana matahari sebagian.


Walaupun waktu gerhana cenderung singkat, hanya beberapa menit, fenomena ini sangat penting bagi para astronom dan memiliki nilai ketertarikan tersendiri bagi masyarakat Bumi. Seperti fenomena langit pada waktu siang akan berubah menjadi gelap, seperti ketika senja atau malam datang pada beberapa menit. Selain itu, suhu udara cenderung menurun karena cahaya matahari tertutup sepenuhnya.