Kuliner Indonesia memang selalu menarik untuk dibahas oleh berbagai kalangan. Muncul kabar menarik yang membahas perbandingan biaya hidup antarnegara dan Indonesia masuk ke dalam negara dengan biaya makan di restoran termurah se-Asia. Data tersebut didapatkan dari Numbeo, platform basis data biaya hidup berbasis crowdsourcing terbesar di dunia.
Berada di Posisi Kedua Makan Termurah Se-Asia
Berdasarkan data yang didapat dari Numbeo per 17 September 2026, Bangladesh menempati posisi sebagai negara dengan rata-rata harga makan di restoran murah paling rendah se-Asia, sekitar Rp28.829 per porsi. Indonesia menyusul di urutan kedua dengan rata-rata harga sekitar Rp30 ribuan per porsi makan.
Metode pengumpulan data Numbeo sendiri mengandalkan kontribusi dari para pengguna di berbagai lokasi tersebar, yang melaporkan harga yang mereka bayarkan secara lokal, kemudian dikonversi ke dolar Amerika Serikat berdasarkan nilai tukar pasar. Perlu dicatat, angka ini menjadi gambaran dari biaya makan di restoran murah sesuai dengan kebiasaan setempat, bukan berdasarkan satu jenis hidangan yang identik dari setiap negara, sehingga lebih tepat digunakan sebagai referensi perbandingan gambaran biaya makan antarnegara, bukan patokan harga yang pasti sama di semua kota.
Kalah Murah dari Beberapa Tetangga di Asia Tenggara
Menariknya, meski Indonesia masuk ke dalam jajaran negara dengan makanan termurah di level Asia, posisinya justru masih kalah dibanding sejumlah negara tetangga sesama Asia Tenggara. Berdasarkan data yang sama, Indonesia masih berada di bawah Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina dalam hal rata-rata harga makan di restoran. Sementara itu, Singapura tercatat sebagai negara dengan biaya makan tertinggi di kawasan Asia Tenggara, dengan rata-rata sekitar Rp208.583 per porsi, jauh melampaui negara-negara tetangganya.
Gambaran Harga Makan di Indonesia Sehari-hari
Di luar data Numbeo, gambaran biaya makan di Indonesia sebenarnya cukup bervariasi tergantung pada jenis tempat makan yang dipilih. Rata-rata biaya sekali makan di restoran biasanya berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000, sementara di warung atau kedai kecil, harga makanan bisa jauh lebih terjangkau, yakni sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000 per porsi. Variasi harga inilah yang membuat Indonesia dikenal sebagai destinasi kuliner ramah kantong, apalagi dengan kekayaan ragam masakan dari Sabang sampai Merauke, mulai dari nasi goreng hingga rendang.
Baca juga: Kiprah Sejarah Indonesia di Asian Games dari Masa ke Masa, Ini Sejarah dan Prestasinya
Sejalan dengan Data Biaya Hidup Secara Umum
Biaya di Indonesia yang murah ini sejalan dengan tren yang lebih luas mengenai biaya hidup di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan Cost of Living Index 2026 dari Numbeo, yang mengukur kebutuhan dasar mulai dari akomodasi, makanan, hingga transportasi sehari-hari, Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan biaya hidup termurah di kawasan Asia Tenggara, mengungguli Vietnam, Filipina, Malaysia, Kamboja, Thailand, Myanmar, Brunei, hingga Singapura yang berada di posisi paling atas alias termahal.
Konteks Ekonomi di Balik Angka Ini
Status sebagai negara dengan biaya hidup dan biaya makan termurah ini justru berjalan beriringan dengan skala ekonomi Indonesia yang tergolong besar di kawasan. Data International Monetary Fund (IMF) mencatat produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai sekitar USD1,44 triliun pada 2025, angka tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Kombinasi antara PDB besar dan biaya hidup relatif rendah ini sering dikaitkan dengan jumlah populasi masyarakat Indonesia yang diperkirakan mencapai 287,9 juta jiwa pada awal 2026, sekaligus mencerminkan tingkat harga barang dan jasa domestik yang secara umum masih relatif terjangkau dibandingkan dengan daya beli agregat perekonomian nasional.
Perlu Tetap Bijak Saat Bepergian
Walaupun masuk ke dalam kategori terurah, wisatawan maupun warga lokal tetap disarankan untuk melakukan riset harga sebelum berunjung ke suatu daerah atau kota tertentu, mengingat harga makanan di pusat kota kawasan wisata dan daerah pinggiran bisa sangat berbeda meski masih berada dalam satu negara yang sama. Data rata-rata nasional seperti yang dirilis Numbeo ini sebaiknya dijadikan gambaran umum, bukan jadi patokan mutlak yang berlaku sama di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan status sebagai salah satu negara dengan biaya makan termurah di Asia, Indonesia sekali lagi menegaskan posisinya sebagai destinasi yang ramah di kantong, baik bagi wisatawan mancanegara maupun masyarakat lokal yang ingin menikmati kekayaan kuliner Nusantara tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.
Muhammad Ichsan