Oppal Gengs, ada yang menarik dari fasilitas atlet di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet Singapura, Luke Chua, memperlihatkan tempat tidur yang digunakan selama ajang olahraga tersebut. Yang bikin netizen penasaran, rangka tempat tidurnya ternyata menggunakan material karton.
Bukan cuma ranjang, material karton serupa juga digunakan sebagai dudukan sepeda di area akomodasi atlet. Uniknya, penggunaan furnitur berbahan karton ini bukan pertama kali terjadi di Jepang.
Konsep serupa sebelumnya sudah digunakan pada Olimpiade Tokyo 2020, sehingga muncul pertanyaan: kalau materialnya cuma karton, sebenarnya apa manfaatnya bagi atlet?
Bukan Karton Biasa
Sebelum membahas manfaatnya, perlu diluruskan bahwa ranjang tersebut bukan terbuat dari kardus tipis seperti kotak paket.
Material yang digunakan merupakan karton bergelombang (corrugated cardboard) yang dapat dirancang menjadi struktur dengan tingkat kekakuan tertentu. Lapisan dan pola di dalamnya membantu mendistribusikan beban sehingga struktur tidak langsung ambruk ketika menerima tekanan.
(Ilustrasi Karton Bergelombang atau corrugated cardboard, Sumber: www.magnific.com)
Pada Olimpiade Tokyo 2020, ranjang berbahan karton yang digunakan di perkampungan atlet dilaporkan dirancang untuk menopang beban hingga sekitar 200 kilogram. Namun, angka tersebut merupakan spesifikasi ranjang Tokyo 2020, bukan angka resmi yang bisa langsung diterapkan pada ranjang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menyebut kapasitas beban spesifik ranjang yang diperlihatkan Luke Chua.
Baca juga: Seraf Naro Bawa Medali Pertama Bagi Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Apakah Kasur Kardus Lebih Baik untuk Atlet?
Nah, di bagian ini yang menarik. Belum ada bukti bahwa material karton pada rangka ranjang secara langsung membuat atlet tidur lebih nyenyak atau meningkatkan performa olahraga. Jadi, jangan sampai muncul anggapan bahwa atlet menggunakan ranjang kardus karena material tersebut punya efek khusus terhadap tubuh.
Manfaatnya lebih banyak berkaitan dengan desain dan kebutuhan akomodasi selama kompetisi.
Rangka yang ringan membuat furnitur lebih mudah dipindahkan dan dirakit. Hal ini relevan dalam ajang olahraga internasional yang membutuhkan banyak fasilitas sementara dalam waktu relatif singkat.
Selain itu, desain ranjang dapat dibuat sesuai kebutuhan ukuran dan struktur tertentu tanpa harus menggunakan material berat seperti logam atau kayu dalam jumlah besar.
Justru Bisa Membantu Logistik
Bayangkan sebuah ajang olahraga yang diikuti ribuan atlet dan ofisial. Tempat tidur, meja, kursi hingga berbagai perlengkapan harus tersedia dalam jumlah besar.
Material yang ringan dapat membuat proses distribusi dan pemindahan menjadi lebih praktis. Setelah acara selesai, fasilitas yang tidak lagi dibutuhkan juga tidak harus diperlakukan seperti furnitur permanen. Inilah salah satu alasan konsep furnitur kardus menarik untuk acara olahraga berskala besar.
Ramah Lingkungan Jadi Pertimbangan
Manfaat lain yang paling jelas adalah dari sisi keberlanjutan. Karton relatif mudah didaur ulang dibandingkan sejumlah material furnitur yang membutuhkan proses pengolahan lebih kompleks. Karena fasilitas seperti ini digunakan untuk kebutuhan sementara, material yang dapat diproses kembali setelah acara menjadi pilihan yang menarik.
Konsep tersebut sejalan dengan pendekatan keberlanjutan yang diterapkan dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Panitia menggunakan berbagai fasilitas yang sudah tersedia serta akomodasi bergerak, bukan membangun satu perkampungan atlet permanen seperti pada sejumlah penyelenggaraan sebelumnya.
Dengan begitu, furnitur yang digunakan atlet dapat dirancang untuk memenuhi kebutuhan selama pertandingan tanpa harus menjadi fasilitas permanen setelah acara berakhir.
Baca juga:
Sudah Pernah Dipakai di Olimpiade Tokyo
(Ilustrasi Kasur dari Kardus dalam Olimpiade Tokyo 2020, Sumber: dezeen.com)
Kalau merasa ranjang kardus di Asian Games 2026 terdengar aneh, sebenarnya konsep tersebut sudah lebih dulu viral pada Olimpiade Tokyo 2020.
Saat itu, ranjang kardus menjadi salah satu fasilitas yang menarik perhatian dunia. Material tersebut dipilih karena ringan dan dapat didaur ulang setelah digunakan.
Pengalaman Tokyo kemudian menunjukkan bahwa furnitur berbahan karton dapat digunakan dalam skala besar untuk kebutuhan atlet, selama desain dan konstruksinya memenuhi standar yang diperlukan.
Kini, konsep serupa kembali terlihat di Jepang dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Jadi, Apa Manfaatnya untuk Atlet?
Kalau ditanya apakah ranjang kardus punya manfaat khusus untuk performa atlet, jawabannya belum ada bukti yang cukup untuk mengatakan demikian.
Namun, dari sisi kebutuhan atlet, desain seperti ini menawarkan beberapa keuntungan praktis. Materialnya ringan, relatif mudah dipindahkan, dapat digunakan untuk fasilitas sementara dan punya potensi untuk didaur ulang setelah pertandingan.
Sementara soal kualitas tidur, faktor yang jauh lebih menentukan bukan sekadar bahan rangka tempat tidur, tetapi juga kasur, tingkat kekencangan, ukuran, suhu ruangan, kebisingan dan kenyamanan lingkungan tempat atlet beristirahat.
Baca juga: Compression Boots dan Manfaatnya untuk Rutinitas Recovery Setelah Olahraga
Jadi, jangan terkecoh dengan tampilannya yang terlihat sederhana. Ranjang kardus di Asian Games 2026 bukan dibuat karena atlet tidak membutuhkan tempat tidur yang nyaman, tetapi merupakan bagian dari desain fasilitas yang mempertimbangkan fungsi, mobilitas dan keberlanjutan.
Menariknya, dari Olimpiade Tokyo hingga Asian Games Aichi-Nagoya, konsep furnitur kardus menunjukkan bahwa fasilitas olahraga modern tidak selalu harus identik dengan material berat dan permanen.
Naufal Mamduh