Siapa bilang kebaya cuma buat acara formal atau wisudaan doang? Gerakan budaya Nusantara ala anak muda, Pesta Folka, baru aja ngebuktiin kalau kain wastra dan kebaya bisa jadi lifestyle harian yang keren, bahkan siap diimpor ke mancanegara!
Melalui konferensi pers bertajuk "Kebaya Goes Beyond: From Cultural Heritage to Youth Movement" di Urban Forest, Cipete, Jakarta, PT Folkacommunal Kreasi Sukaria secara resmi mengumumkan ekspansi regional mereka ke dua negara tetangga: Singapura dan Malaysia.
Baca juga: Wastra Nusantara Makin Hype! Begini Cara Gen Z Sulap Kain Tenun Jadi OOTD Paling Skena
Langkah berani ini jadi bukti nyata kalau tren "Dara Berkebaya" yang sering lalu-lalang di timeline media sosial bukan cuma tren sesaat, melainkan youth movement yang punya daya saing global.

Siap Invasi Singapura dan Malaysia di Oktober 2026
Nggak tanggung-tanggung, Pesta Folka langsung menyiapkan dua agenda raksasa untuk menyapa audens regional di Asia Tenggara pada akhir Oktober mendatang:
Rooang x Pesta Folka (Singapura): Kolaborasi ciamik bareng @laloolalang ini bakal digelar pada 24–25 Oktober 2026 di Aliwal Arts Centre, Singapura. Event ini siap ngenalin experience budaya Nusantara dan estetika kebaya modern ke publik Singapura.
Sukaria Market (Malaysia): Berlanjut pada 30 Oktober–1 November 2026 di JAMPJ, Malaysia. Nggak cuma jualan, event ini bakal memboyong deretan local creative brands pilihan asal Indonesia buat unjuk gigi dan gaining exposure di pasar internasional.
Founder Folkacommunal, Sara Tobing, menegaskan bahwa ekspansi ini adalah langkah alami untuk membawa karya anak bangsa ke level selanjutnya.
"Kami ingin membawa Indonesian creative brands, culture, dan creative experiences ke regional market, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi local brands untuk dikenal oleh international audience. From wearing kebaya, to building a movement, to growing the creative economy, to bringing Indonesian creativity to the world," ujar Sara Tobing.
Budaya yang Kasual, Relevan, dan Didukung Pemerintah
Pesta Folka sendiri merupakan nusantara realm dari Sukaria Market. Sejak awal hadir, mereka konsisten mengemas kebudayaan Indonesia khususnya kebaya dan wastra dengan vibes yang lebih segar, kasual, dan dekat dengan lifestyle Gen Z dan Milenial.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku industri kreatif lokal seperti Kebaya Widuri, Pesta Folka menunjukkan kalau kebaya bisa terus diinterpretasikan ulang menjadi outfit harian yang stylish dan penuh karakter.
Baca juga: BRI JF3 Fashion Festival 2026: Saatnya Wastra Lokal Naik Kelas Jadi Tren Kekinian!
Gerakan positif ini juga memetik apresiasi dari pemerintah. Kementerian Ekonomi Kreatif turut memberikan dukungan penuh terhadap ekosistem yang dibangun oleh Pesta Folka. Bahkan, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif dijadwalkan hadir langsung untuk melakukan visitasi ke Pesta Folka Vol. 2 pada 30 Agustus 2026.
Keseruan Pesta Folka Vol. 2 "Generasi Kebaya"
Kabar ekspansi regional ini diumumkan di tengah kemeriahan acara Pesta Folka Vol. 2 "Generasi Kebaya" yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Urban Forest, Cipete.
Di hari pertamanya, para pengunjung disuguhkan serangkaian aktivitas seru yang memadukan tradisi dan pop-culture, mulai dari:
Mbok Jamu Party yang mengemas racikan herbal tradisional dengan vibes modern.
Pertunjukan Tortor & Saweran interaktif bersama Belantara Budaya dan Nauli Dane.
Pemutaran film "Jalan Pulang" persembahan Indonesia Kaya yang dibintangi oleh Sharon.
Melalui vibes event yang friendly dan aesthetic, Pesta Folka berhasil membuktikan bahwa mencintai budaya sendiri itu nggak seram atau kaku, melainkan bisa jadi bentuk personal expression yang paling keren.
Bayu Dewantara