Kenapa Jendela Pesawat Harus Dibuka Saat Takeoff dan Landing? Ini Alasannya

  • Muhammad Gustirha Yunas

·        Jendela pesawat dibuka saat lepas landas dan mendarat bukan sekadar aturan awak kabin.

·        Posisi jendela terbuka membantu kru dan penumpang melihat kondisi di luar pesawat dengan lebih cepat.

·        Dalam keadaan darurat, informasi dari luar dapat membantu menentukan pintu atau sisi pesawat yang aman untuk evakuasi.

·        Aturan mengenai posisi tirai atau jendela dapat berbeda tergantung maskapai dan prosedur keselamatan yang berlaku.

·        Fase takeoff dan landing termasuk momen penting dalam penerbangan sehingga berbagai prosedur keselamatan diperketat.

Pernah merasa heran ketika pramugari meminta penumpang membuka tirai jendela pesawat menjelang takeoff atau landing? Padahal, saat pesawat mulai bergerak atau bersiap mendarat, sebagian penumpang justru ingin menutup jendela agar tidak silau atau bisa beristirahat.

Instruksi tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Membuka tirai jendela merupakan salah satu bagian dari prosedur pengamanan kabin pada fase penerbangan tertentu. Regulasi dan panduan operasional penerbangan memang memasukkan posisi tirai jendela sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan sebelum takeoff maupun landing.

Lantas, mengapa jendela pesawat perlu dibuka pada dua momen tersebut? Berikut beberapa alasan utamanya.

1. Membantu melihat kondisi di luar pesawat

Alasan paling penting berkaitan dengan visibilitas. Ketika tirai jendela terbuka, penumpang maupun awak kabin dapat melihat apa yang terjadi di luar pesawat.

Hal ini menjadi penting apabila terjadi kondisi yang tidak diharapkan, misalnya muncul asap, kebakaran, kerusakan pada bagian tertentu pesawat, atau kondisi lain yang membutuhkan respons cepat.

Dengan jendela terbuka, situasi di luar dapat diketahui tanpa harus terlebih dahulu membuka tirai satu per satu. Awak kabin juga bisa memperoleh gambaran mengenai kondisi di sekitar pesawat sebelum menentukan tindakan berikutnya.

Dalam situasi darurat, beberapa detik dapat menjadi sangat berarti. Karena itu, prosedur keselamatan dibuat agar informasi mengenai kondisi kabin dan lingkungan sekitar dapat diperoleh secepat mungkin.

2. Memudahkan penentuan jalur evakuasi

Membuka tirai jendela juga berkaitan erat dengan kemungkinan evakuasi. Apabila pesawat harus dievakuasi setelah mendarat atau ketika terjadi keadaan darurat, kondisi di luar pesawat perlu diperhatikan sebelum pintu darurat digunakan.

Misalnya, salah satu sisi pesawat ternyata berada dekat dengan sumber api, kendaraan, puing, atau kondisi lain yang dapat membahayakan penumpang. Dalam situasi seperti itu, pintu atau jalur evakuasi tertentu mungkin tidak aman untuk digunakan.

Dokumen keselamatan penerbangan FAA bahkan mencatat bahwa pada sejumlah maskapai, permintaan untuk membuka tirai jendela saat takeoff dan landing merupakan langkah keselamatan yang memungkinkan kondisi di luar pesawat dinilai sebelum pintu darurat digunakan.

Artinya, jendela yang terbuka dapat membantu memberikan informasi visual tambahan ketika keputusan harus dibuat dengan cepat.

3. Penumpang juga bisa membantu mengamati keadaan

Keselamatan penerbangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pilot dan awak kabin. Dalam keadaan darurat, penumpang juga dapat berperan dalam memberikan informasi mengenai kondisi di sekitar pesawat.

Dengan tirai jendela terbuka, penumpang yang duduk di dekat jendela dapat melihat apakah terdapat sesuatu yang tidak normal di luar. Informasi tersebut kemudian dapat disampaikan kepada awak kabin.

Tentu, penumpang tidak perlu mengambil keputusan sendiri mengenai apakah sebuah pintu darurat aman digunakan. Keputusan tersebut tetap mengikuti instruksi kru dan prosedur keselamatan yang berlaku.

Namun, visibilitas yang lebih baik membuat seluruh orang di dalam kabin memiliki peluang lebih besar untuk menyadari kondisi yang terjadi di sekitar pesawat.

4. Membantu mata beradaptasi dengan kondisi cahaya

Ada alasan lain yang berhubungan dengan kondisi pencahayaan. Ketika pesawat berada dalam keadaan darurat, kondisi kabin dan lingkungan luar bisa memiliki tingkat pencahayaan yang berbeda.

Jendela yang terbuka membantu mata penumpang dan kru mengetahui kondisi cahaya di luar. Hal ini dapat menjadi penting apabila evakuasi harus dilakukan secara cepat.

Selain itu, sistem penanda jalur evakuasi di dalam pesawat memang dirancang untuk membantu penumpang menemukan jalan keluar ketika kondisi kabin minim cahaya atau dipenuhi asap. FAA menjelaskan bahwa beberapa sistem penanda jalur evakuasi menggunakan material photoluminescent yang dapat menyimpan energi dari cahaya dan kemudian memancarkannya ketika kondisi menjadi gelap.

Karena itu, berbagai aspek pencahayaan di dalam dan luar pesawat menjadi bagian dari pertimbangan keselamatan.

5. Takeoff dan landing merupakan fase yang membutuhkan perhatian ekstra

Permintaan membuka tirai jendela bukan berarti jendela harus selalu terbuka selama penerbangan. Biasanya, aturan tersebut diterapkan pada fase tertentu sesuai prosedur maskapai.

Takeoff dan landing merupakan bagian penting dalam operasional penerbangan sehingga kabin harus berada dalam kondisi yang sudah diamankan. Selain memastikan sabuk pengaman terpasang, meja makan dilipat, sandaran kursi berada pada posisi yang sesuai, dan barang bawaan disimpan dengan benar, posisi tirai jendela juga dapat menjadi bagian dari pemeriksaan kabin.

Panduan operasional EASA, misalnya, mencantumkan posisi window blinds sebagai salah satu aspek kabin yang perlu diperhatikan sebelum takeoff dan sebelum landing.

Karena itu, ketika pramugari meminta membuka tirai jendela menjelang pesawat lepas landas atau mendarat, penumpang sebaiknya mengikuti instruksi tersebut.

Apakah aturan ini berlaku di semua maskapai?

Secara umum, alasan keselamatannya serupa, tetapi penerapan aturan dapat berbeda antara satu maskapai dan lainnya. Prosedur operasional masing-masing operator dapat menentukan kapan tirai jendela harus dibuka atau bagaimana prosedur tersebut diterapkan.

EASA sendiri memasukkan posisi tirai jendela sebagai bagian dari aspek kabin yang harus diamankan sebelum takeoff dan landing, dengan penerapan yang disesuaikan dengan kondisi dan prosedur operator.

Jadi, tidak perlu heran jika awak kabin meminta penumpang membuka tirai meskipun penerbangan berlangsung pada siang hari atau kondisi di luar terlihat normal.

Bukan sekadar aturan untuk melihat pemandangan

Bagi sebagian penumpang, membuka tirai jendela mungkin terasa seperti aturan kecil yang tidak terlalu penting. Namun, di balik instruksi tersebut terdapat pertimbangan keselamatan.

Jendela terbuka memberikan visibilitas lebih baik terhadap kondisi di luar pesawat, membantu penilaian keadaan sebelum evakuasi, serta memungkinkan awak kabin dan penumpang mendapatkan informasi visual dengan lebih cepat.

Itulah sebabnya instruksi sederhana seperti membuka tirai jendela, memasang sabuk pengaman, menaikkan sandaran kursi, dan melipat meja makan sebaiknya tidak dianggap sepele. Semuanya merupakan bagian dari upaya memastikan kabin berada dalam kondisi yang paling siap ketika pesawat memasuki fase takeoff maupun landing.

Jadi, lain kali pramugari meminta membuka tirai jendela sebelum pesawat lepas landas atau mendarat, tidak perlu bingung. Instruksi tersebut bukan untuk mengganggu kenyamanan penumpang, melainkan merupakan salah satu bagian dari prosedur keselamatan penerbangan.