Oppal Gengs, kabar membanggakan datang dari Kanada! Pria keturunan Indonesia, Alvin Tedjo, berhasil terpilih menjadi Wali Kota Mississauga, salah satu kota besar di Provinsi Ontario. Ia mengungguli walikota petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie dalam pemilihan yang digelar pada 26 Oktober 2026 waktu setempat.
Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Tedjo yang sebelumnya pernah gagal dalam sejumlah kontestasi politik. Perjalanannya menuju kursi walikota juga tidak berlangsung mulus. Ia sempat dipandang belum memiliki cukup pengalaman untuk memimpin kota, tetapi akhirnya berhasil mendapatkan suara terbanyak.
Alvin Tedjo Menang Lawan Petahana dan Mantan Wali Kota
Berdasarkan hasil tidak resmi yang diumumkan Pemerintah Kota Mississauga, Alvin Tedjo memperoleh 74.479 suara atau sekitar 38,9 persen dari surat suara yang dihitung.
Ia mengungguli Carolyn Parrish yang meraih 51.853 suara dan Bonnie Crombie dengan 43.191 suara. Parrish merupakan walikota petahana, sedangkan Crombie pernah memimpin Mississauga selama hampir satu dekade sebelum mengundurkan diri pada 2024.
Kemenangan Tedjo cukup menarik karena ia menghadapi dua figur yang sudah lebih dahulu dikenal dalam politik lokal. Namun, dukungan terhadapnya meningkat menjelang hari pemilihan.
Baca juga: Mulai 1 Januari 2027, Pramono Gratiskan Transportasi Publik untuk Pencari Kerja di Jakarta
Dalam pidato kemenangannya, Tedjo menyampaikan bahwa menjadi wali kota merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab yang tidak ia anggap enteng.
Hasil pemilihan tersebut masih berstatus tidak resmi ketika diumumkan pemerintah kota dan menunggu proses pengesahan. Meski demikian, Tedjo telah dinyatakan sebagai wali kota terpilih berdasarkan penghitungan yang dipublikasikan.
Tumbuh di Kanada sejak Usia Empat Tahun
(Sumber: Toronto Star)
Di balik pencapaiannya, Alvin Tedjo memiliki latar belakang keluarga imigran Indonesia. Orang tuanya berasal dari Indonesia dan pindah ke Kanada ketika Tedjo berusia empat tahun.
Ia kemudian tumbuh besar di Mississauga, kota yang kini akan dipimpinnya. Kedekatannya dengan kota tersebut sudah terbentuk sejak kecil. Tedjo bahkan pernah bercerita bahwa rumah masa kecilnya berada di pusat kota, dengan gedung balai kota yang dapat terlihat dari sekitar tempat tinggalnya.
Ketertarikannya pada kepemimpinan juga muncul sejak masih bersekolah. Ia pernah menjadi presiden dewan siswa di sekolah menengah dan terlibat dalam komite penasihat pemuda untuk wali kota.
Pada pertengahan 1990-an, Tedjo bertemu dengan Hazel McCallion, wali kota Mississauga yang saat itu telah dikenal luas. Pertemuan tersebut terjadi setelah Tedjo menerima penghargaan Young Citizen of the Year. McCallion disebut mendorongnya untuk mempertimbangkan karir di dunia politik.
Kini, bertahun-tahun setelah pengalaman itu, Tedjo justru terpilih untuk menempati posisi yang pernah dipegang McCallion selama puluhan tahun.
Sempat Gagal Sebelum Berhasil Jadi Wali Kota
Perjalanan politik Tedjo bukan kisah yang langsung berujung pada kemenangan. Pada pemilihan tingkat Provinsi Ontario 2018, ia pernah maju sebagai kandidat Partai Liberal di daerah pemilihan Oakville North–Burlington. Namun, ia hanya menempati posisi ketiga.
Ia juga mengikuti pemilihan kepemimpinan Partai Liberal Ontario pada 2019, tetapi belum berhasil mendapatkan dukungan yang cukup untuk menang.
Kesempatan menjadi wali kota Mississauga datang lagi pada 2024, ketika jabatan tersebut diperebutkan setelah Bonnie Crombie mengundurkan diri. Tedjo maju dalam pemilihan sela, tetapi harus puas berada di posisi kedua di bawah Carolyn Parrish.
Meski begitu, ia tidak meninggalkan politik lokal. Pada 2022, Tedjo telah lebih dahulu terpilih menjadi anggota Dewan Kota Mississauga untuk Ward 2, yang mencakup kawasan Clarkson dan Lorne Park.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum kembali mencalonkan diri sebagai wali kota pada 2026. Kali ini, ia berhasil mengubah kekalahan sebelumnya menjadi kemenangan.
Pengalaman Alvin Tedjo di Pemerintahan dan Pendidikan
(Sumber: Toronto Star)
Selain aktif di politik lokal, Tedjo memiliki pengalaman profesional di bidang kebijakan publik, komunikasi, dan hubungan pemerintahan.
Ia pernah bekerja sebagai penasihat dan staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario. Setelah itu, ia menghabiskan sekitar empat tahun di Sheridan College untuk menangani hubungan pemerintahan.
Kariernya kemudian berlanjut di Toronto Metropolitan University, tempat ia memimpin bidang strategi dan komunikasi.
Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia bertugas sebagai anggota dewan kota. Selama menjabat, Tedjo terlibat dalam berbagai komite yang berkaitan dengan anggaran, audit, perencanaan pembangunan, dan lingkungan.
Dalam kampanye wali kota, ia membawa sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan warga, termasuk keterjangkauan biaya hidup, perumahan, transportasi, serta layanan publik.
Meski lawan politiknya sempat mempertanyakan pengalamannya untuk memimpin kota, Tedjo tetap maju dan meminta warga menilai dirinya melalui rekam jejak serta gagasan yang ditawarkan.
Jadi Wali Kota Kota yang Membesarkannya
Kemenangan Alvin Tedjo punya arti tersendiri karena Mississauga bukan sekadar tempat ia berkarier. Kota tersebut juga menjadi tempat ia tumbuh sejak masih kecil setelah keluarganya pindah dari Indonesia.
Kini, pria keturunan Indonesia itu bersiap memimpin kota yang telah menjadi rumahnya selama puluhan tahun. Ia dijadwalkan mulai menjalankan jabatan wali kota pada November 2026.
Baca juga: Profil Destry Damayanti, Pengganti Perry Warjiyo Memimpin Bank Indonesia
Perjalanan Tedjo memperlihatkan bahwa jalan menuju kepemimpinan bisa melewati berbagai tahap, termasuk kekalahan dan keraguan dari orang lain. Setelah beberapa kali mencoba, ia akhirnya berhasil memperoleh mandat dari warga Mississauga.
Buat Oppal Gengs, kisah ini juga menjadi pengingat bahwa latar belakang keluarga bukan penghalang untuk berkontribusi di tempat seseorang tumbuh dan membangun kehidupan.
Dari anak keluarga imigran Indonesia hingga menjadi wali kota terpilih di Kanada, Alvin Tedjo kini memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kepercayaan warga tersebut dapat ia jawab melalui kerja nyata bagi kota yang dipimpinnya.
Naufal Mamduh