Layanan Healing119 Kemenkes Alami Lonjakan Akses, Terima 500-600 Kontak per Hari

  • Muhammad Ichsan

Layanan kesehatan jiwa Healing119 milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengalami lonjakan akses signifikan dalam beberapa bulan terakhir ini. Masyarakat dapat mengakses  layanan psikologis ini melalui saluran telepon atau menggunakan WhatsApp, dan telah menerima sekitar 500 hingga 600 kontak setiap harinya. Angka ini jauh meningkat secara drastis dibandingkan dengan awal pengaktifan kembali pada Juli 2025 lalu yang hanya berkisar 350-400 kontak per hari.


Source: magnific


Antrean Panjang hingga Pembatasan Durasi Konseling

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna terus mengalami peningkatan tajam sejak Februari 2026. Sejak diaktifkan kembali pada Juli 2025 hingga Juni 2026, Healing119 telah tercatat menerima lebih dari 220 ribu telepon dari berbagai kanal, dengan rata-rata sekitar 19 ribu pengguna setiap bulannya.


Lonjakan ini bahkan memicu antrean panjang di lapangan. Sari Sani, seorang psikolog anak, menggambarkan betapa timpangnya jumlah petugas dan juga pengakses layanan. "Dalam satu shift, psikolognya mungkin paling cuma 5 orang. Satu shift itu 3 jam, nah yang mengakses satu shift itu bisa 500 sampai 600 orang," ungkap Sari. Kondisi ini memaksa pengelola membatasi durasi konseling maksimal 30 menit per pasien, demi memastikan lebih banyak masyarakat bisa terlayani. "Kami juga terus terang kaget ketika datanya kemudian sudah terkumpul. Pengaksesnya semudah ini ternyata," tambahnya.


Menkes: Masalah Kesehatan Jiwa yang Selama Ini Tak Terdeteksi

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menilai bahwa lonjakan yang terjadi menjadi sebuah indikasi bahwa persoalan kesehatan mental yang selama ini tidak terdeteksi kini mulai bermunculan ke permukaan, seiring meningkatnya temuan kasus kesehatan jiwa usai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diluncurkan pemerintah. Kelihatan bahwa memang ada masalah kesehatan jiwa dan cukup banyak," kata Budi.

Menanggapi keterbatasan kapasitas ini, Kemenkes berencana menambah kapasitas saluran Healing119 serta memperkuat layanan di tingkat pertama seperti Puskesmas. "Ini butuh waktu ya, nggak bisa langsung otomatis lengkap, tapi secara bertahap keputusan itu sudah dibikin. Khususnya yang mengenai yang call Healing 119, kita akan menambah kapasitasnya. Kita akan ngomong dengan organisasi profesi untuk kesehatan jiwa," lanjut Budi.

Menjangkau Berbagai Kalangan, Termasuk Anak-anak

Imran Pambudi menilai lonjakan akses ini lebih dipandang sebagai tanda positif bahwa masyarakat mulai memanfaatkan akses pertolongan yang disediakan pemerintah, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya layanan kesehatan jiwa yang memiliki dampak yang sangat besar. Menariknya, layanan ini tidak hanya diakses oleh orang dewasa saja, melainkan menjangkau hingga remaja dan anak-anak, dengan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) mencatat adanya pengguna dari kalangan usia yang cukup muda.


Baca juga: Sauna atau Ice Bath Setelah Olahraga, Mana yang Cocok untuk Recovery?


Apa Itu Healing119?

Healing119 merupakan layanan psikologis yang dikembangkan oleh Kemenkes untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengalami tekanan batin, emosional, keputusasaan, maupun kondisi krisis psikologis lainnya. Layanan ini bukan merupakan terapi jangka panjang, melainkan hanya menjadi layanan dukungan awal yang bisa mengarahkan penggunanya menuju layanan kesehatan yang lebih profesional untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila diperlukan. 


Konseling dilayani oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang sudah terlatih di bidang kompetensi kesehatan jiwa, didukung 182 psikolog klinis relawan dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia. Masyarakat bisa mengakses layanan ini secara gratis dan tanpa perlu registrasi, baik lewat telepon di nomor 119 ekstensi 8 maupun chat WhatsApp melalui situs healing119.id.


Pentingnya Peduli Terhadap Kesehatan Mental

Fenomena lonjakan akses ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan mental sama halnya dengan kesehatan fisik dan tidak boleh diabaikan. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental agar lebih stabil di antaranya rutin berolahraga, menjaga pola tidur yang cukup, meluangkan waktu untuk hobi atau traveling guna melepas penat, membangun komunikasi terbuka dengan keluarga maupun teman terdekat, serta tidak ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater profesional ketika merasa beban emosional mulai sulit ditangani sendiri.


Dengan besarnya angka yang tercatat oleh Kemenkes, pemerintah diharapkan bisa terus memperkuat infrastruktur layanan kesehatan jiwa di Indonesia, baik dari sisi jumlah tenaga profesional, sistem rujukan, maupun akses masyarakat terhadap layanan psikologis di berbagai daerah, sehingga kebutuhan dukungan mental masyarakat yang terus meningkat ini dapat terlayani secara lebih optimal ke depannya.