Raka membuka babak baru lewat album debut Cinta & Derita
11 trek berdurasi sekitar 26 menit dengan nuansa hip-hop dan R&B
Mengangkat tema pencarian diri, ambisi, cinta, dan penerimaan
Menjadi langkah awal Raka membangun identitas musikal yang baru
Setelah lebih dulu dikenal sebagai KidQuest, salah satu anggota grup hip-hop ENVY*, Raka akhirnya membuka lembaran baru dalam perjalanan bermusiknya lewat album debut Cinta & Derita. Dirilis pada 17 Juli 2026 lalu, album ini menjadi perkenalan atas persona baru yang ia mulai bangun sejak merilis single Ku Tak Bisa. Bukan sekadar mengganti nama panggung, Cinta & Derita juga menunjukkan perubahan cara bercerita Raka yang kini terasa lebih jujur dan personal.
Berisi sebelas trek dengan durasi sekitar 26 menit, Cinta & Derita merangkum berbagai fase kehidupan, mulai dari mimpi, cinta, ambisi, kehilangan arah, hingga proses penerimaan diri. Dalam pengerjaannya, Raka menggandeng sejumlah produser, seperti Darryl Wattimena, Rai Anvio, Geovanni Bregas, Alija David Ibrahim, dan Kareem Soenharjo, serta menghadirkan Andrea Najla dan Duffy D sebagai kolaborator. Meski melibatkan banyak nama, album ini tetap terdengar kohesif. Setiap trek saling melengkapi hingga membentuk sebuah coming-of-age story yang utuh.
Persona Baru, Cerita yang Sama
Perubahan KidQuest menjadi Raka mungkin menjadi hal pertama yang disadari pendengar. Namun, perubahan tersebut tidak terasa sebagai upaya meninggalkan masa lalu. Hal itu tercermin lewat trek Masih Aku Yang Sama, ketika Raka menegaskan bahwa nama boleh berubah dan pendekatan bermusik boleh berkembang, tetapi orang yang berada di balik semuanya tetaplah sama.
Perubahan terbesar justru hadir dari cara ia menyampaikan cerita. Jika sebelumnya KidQuest lebih banyak menggunakan bahasa Inggris, kini Raka memilih bahasa Indonesia sebagai medium utama. Pilihan itu membuat setiap lirik terasa lebih membumi dan intim, sehingga narasi di lagu-lagunya terdengar seperti percakapan yang lahir dari pengalaman sehari-hari.
Baca Juga: Tampilkan Sisi Dirinya Yang Lebih Emosional, Rich Brian Resmi Rilis Single Baru “Tear”
Ketika Derita Jadi Titik Awal Cerita
Album ini dimulai dari sebuah pengakuan sederhana. Raka tidak langsung berbicara tentang mimpi besar atau kisah cinta yang manis. Lewat trek Intro, ia justru bercerita tentang belajar berdamai dengan derita.
Sebagai lagu pembuka, Intro langsung meletakkan fondasi emosional yang kemudian menjadi benang merah hingga album berakhir.
Source: Instagram/rakarya01
Dari titik tersebut, cerita kemudian bergerak ke trek Mimpi Juga Tau. Di mana Raka bercerita tentang hidup yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Meski begitu, ia memilih tetap melangkah dan mengejar apa yang diyakini, tanpa berharap semua orang memahami perjuangan yang sedang dijalani.
Cerita seperti di atas bisa ditemui di beberapa trek dalam album ini. Dan hal inilah yang membuat Cerita & Derita menjadi album yang jujur. Karena album ini tidak pernah berusaha menghapus rasa lelah. Sebaliknya, ia mengajak pendengarnya menerima bahwa rasa itu memang bagian dari perjalanan.
Selalu Ada Ruang untuk Jatuh Cinta
Di antara berbagai cerita tentang pencarian diri, Raka juga memberi ruang bagi cinta untuk tumbuh. Trek Asmara dan Gelora menjadi dua highlight dalam album ini. Keduanya memperlihatkan sisi Raka yang lebih vulnerable, tanpa kehilangan karakter hip-hop dan R&B yang selama ini melekat pada dirinya.
Asmara hadir dengan permainan rima yang ringan dan manis, sementara Gelora menunjukkan bagaimana cinta juga bisa menjadi ruang untuk memperlihatkan sisi paling rapuh seseorang.
Baca Juga: Viral Lagu Rollerblade, Ini Tips Memilih Sepatu Roda untuk Pemula
Cerita yang Mungkin Pernah Kita Jalani
Menjelang akhir album, trek Berdansa di Ruang Gelap I dan II menjadi turning point dalam perjalanan emosional Raka. Lewat dua trek tersebut hingga akhirnya ditutup oleh trek Outro, Raka banyak berbicara tentang kehilangan arah, menerima luka, dan menyadari bahwa setiap proses membutuhkan waktu.
Barangkali karena itu, album ini terasa begitu dekat. Raka mampu menangkap kegelisahan yang akrab dengan kehidupan seperti tentang ambisi, hubungan yang datang dan pergi, hingga keberanian untuk bangkit setelah kehilangan arah.
Di balik sebelas treknya, Cinta & Derita tidak menawarkan jawaban. Album justru menjadi pengingat bahwa proses bertumbuh memang selalu berjalan berdampingan dengan cinta dan derita.
Baca Juga: IShowSpeed performs "World Cup (Champions)" at the FIFA World Cup 2026 closing ceremony!
Attaya Salsabila