Enam tahun setelah ‘The New Abnormal’, The Strokes akhirnya kembali dengan album baru mereka, ‘Reality Awaits’.
Album ketujuh mereka tersebut rilis pada 24 Juli 2026 setelah sempat mengalami penundaan. Album tersebut berisi sembilan lagu baru, termasuk single "Going Shopping" yang lebih dulu diperkenalkan kepada publik beberapa bulan sebelumnya.
Di balik antusiasme terhadap album baru The Strokes, tak sedikit pendengar yang justru menyoroti satu hal, yakni penggunaan auto-tune pada vokal Julian Casablancas.
Source: Instagram.com/thestrokes
Lantas, apakah penggunaan auto-tune di ‘Reality Awaits’ membuat sebagian pendengar merasa The Strokes kehilangan warna khas yang telah melekat selama lebih dari dua dekade, atau justru menjadi eksplorasi berani yang menghadirkan warna baru dalam perjalanan musik mereka?
Daftar Lagu ‘Reality Awaits’
Source: Instagram.com/thestrokes
‘Reality Awaits’ menghadirkan sembilan lagu baru yang menandai babak terbaru perjalanan musik The Strokes. Album ketujuh yang diproduseri Rick Rubin ini dibuka dengan "Psycho Shit" dan ditutup lewat "Tyrants of the Mellow Moon".
Berikut daftar lagu dalam ‘Reality Awaits’:
Side A
Psycho Shit
Dine N'Dash
Lonely in the Future
Falling out of Love
Side B
Going to Babble On
Going Shopping
Liar's Remorse
The Fruits of Conquest
Tyrants of the Mellow Moon
Reaksi Penggemar Terbelah, Auto-Tune Jadi Sorotan
Sejak resmi dirilis, ‘Reality Awaits’ langsung memicu beragam tanggapan dari para pendengar. Di tengah antusiasme atas kembalinya The Strokes setelah enam tahun, perhatian publik banyak tertuju pada karakter vokal Julian Casablancas yang terdengar berbeda dibandingkan album-album sebelumnya.
Perbincangan mengenai penggunaan auto-tune sebenarnya sudah muncul sejak The Strokes merilis dua single, "Going Shopping" dan "Falling Out of Love". Kedua lagu itu dinilai memiliki vokal dengan sentuhan auto-tune yang cukup dominan, memberikan nuansa yang lebih modern sekaligus berbeda dari karakter garage rock yang selama ini identik dengan The Strokes.
Perubahan tersebut kemudian memunculkan reaksi yang beragam. Sebagian penggemar merasa penggunaan auto-tune membuat warna khas The Strokes tidak lagi sekuat album-album terdahulu.
Namun, tak sedikit pula yang menilai album baru ini merupakan bentuk eksplorasi yang berani, serta menunjukkan bahwa band asal New York itu masih terus berkembang dan tidak terpaku pada formula lama yang telah membawa nama mereka besar.
Albert Hammond Jr. Sebut ‘Reality Awaits’ sebagai Album Favoritnya
Source: Instagram.com/alberthammondjr
Jauh sebelum ‘Reality Awaits’ resmi dirilis, sang gitaris, Albert Hammond Jr. sempat memberikan tanggapannya melalui media sosial. Pada Mei 2026, ia menanggapi komentar seorang penggemar yang menuding dirinya hanya berpura-pura menyukai album barunya.
Membantah anggapan tersebut, Hammond menegaskan bahwa ‘Reality Awaits’ justru menjadi album favorit yang pernah ia kerjakan bersama The Strokes.
“Ini adalah album favorit yang pernah kami buat. Sulit menjelaskan betapa indahnya album ini. Setiap kali selesai mendengarkannya, saya ingin mengulang dari awal. Semakin sering didengar, album ini justru terasa semakin menarik."
Pada akhirnya, apakah penggunaan Auto-Tune di ‘Reality Awaits’ menjadi nilai tambah atau justru mengurangi pesonanya bergantung pada selera masing-masing pendengar.
Namun yang pasti, eksplorasi musik yang dihadirkan dalam album ini tersebut berhasil membuat album terbaru The Strokes ini menjadi salah satu rilisan rock yang paling banyak diperbincangkan tahun ini.
Khopida Rahma