Profil Marco Bezzecchi, dari Akademi Valentino Rossi hingga Juara GP Mandalika 2026

  • Naufal Mamduh

Marco Bezzecchi berhasil menjuarai Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pembalap Aprilia Racing itu mengungguli Raul Fernandez dan Jorge Martin setelah melewati persaingan ketat.

Kemenangan ini terasa istimewa karena Bezzecchi sempat mengalami cedera sebelum kembali menunjukkan performa kompetitif. Ia juga merupakan lulusan VR46 Riders Academy, akademi balap milik legenda MotoGP Valentino Rossi. Berikut profil dan perjalanan karier The Bez hingga menjadi juara di Mandalika.

Profil dan Biodata Marco Bezzecchi


(Sumber, Instagram @marcobez72)

Marco Bezzecchi merupakan pembalap MotoGP asal Italia yang dikenal dengan julukan The Bez. Saat ini, ia memperkuat Aprilia Racing dengan nomor balap 72. Berikut biodata singkatnya:

  • Nama: Marco Bezzecchi

  • Tempat lahir: Rimini, Italia

  • Tanggal lahir: 12 November 1998

  • Usia: 27 tahun

  • Kebangsaan: Italia

  • Tim: Aprilia Racing

  • Nomor balap: 72

  • Julukan: The Bez

Bezzecchi telah menekuni dunia balap sejak usia muda. Pengalamannya melewati berbagai kelas, mulai dari Moto3 dan Moto2 hingga MotoGP, membantunya berkembang menjadi salah satu pembalap yang mampu bersaing di barisan depan kelas utama.

Baca juga: Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika 2026, Marquez Akhirnya Putus Kutukan Finis di Lombok

Mengawali Karier dari Moto3 hingga MotoGP


(Marco Bezzecchi Debut di Moto3, Sumber: amcn.com.au)

Pada 2014, Bezzecchi tampil di CIV Moto3 Italia dan finis sebagai runner-up. Setahun kemudian, ia meraih gelar juara serta mendapat kesempatan tampil sebagai pembalap wildcard di kejuaraan dunia Moto3.

Pada 2018, ia membela Redox PruestelGP dan mencatatkan sembilan podium, termasuk tiga kemenangan. Kariernya berlanjut ke Moto2 bersama Red Bull KTM Tech3 pada 2019, kemudian Sky Racing Team VR46 pada 2020. Bersama tim terakhir, ia meraih tujuh podium, termasuk dua kemenangan.

Bezzecchi naik ke kelas utama pada 2022 bersama Mooney VR46 Racing Team. Pada musim debutnya, ia meraih penghargaan Rookie of the Year. Setahun kemudian, ia membukukan tiga kemenangan balapan utama dan mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen MotoGP.

Berkembang melalui VR46 Riders Academy


(Marco Bezzecchi bersama Valentino Rossi, Sumber: amcn.com.au)

Bezzecchi bergabung dengan VR46 Riders Academy pada 2016, saat berusia 17 tahun. Akademi yang didirikan Valentino Rossi tersebut menjadi wadah bagi pembalap muda untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan profesional.

Perjalanannya bersama akademi itu menjadi salah satu bagian penting dalam kariernya. Meski demikian, prestasi Bezzecchi juga dibangun melalui pengalaman bertahun-tahun di Moto3, Moto2, hingga kelas utama.

Bergabung dengan Aprilia Racing 

Marco Bezzecchi bergabung dengan Aprilia Racing pada 2025 setelah beberapa musim membela tim VR46 di MotoGP. Bersama tim barunya, ia berhasil meraih tiga kemenangan balapan utama dan mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen akhir.

Memasuki 2026, Bezzecchi kembali menghadapi tantangan. Ia mengalami patah tulang selangka saat kualifikasi GP Jerman di Sachsenring pada Juli dan harus menjalani operasi untuk memulihkan kondisinya.

Setelah melewati masa pemulihan, Bezzecchi menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan meraih pole position di Misano pada September. Hasil tersebut menjadi modal penting untuk kembali bersaing di barisan depan.

Perjuangannya berlanjut di GP Mandalika. Meski gagal finis dalam Sprint setelah terlibat insiden dengan Raul Fernandez, Bezzecchi bangkit pada balapan utama dan berhasil meraih kemenangan bersama Aprilia Racing.

Perjuangan Bezzecchi Menjuarai GP Mandalika 2026

Di Mandalika, perjuangan Bezzecchi belum berakhir. Pada Sprint, Sabtu, 10 Oktober 2026, ia terlibat insiden dengan Raul Fernandez di Tikungan 1. Keduanya terjatuh dan gagal menyelesaikan balapan pendek tersebut.

Pada balapan utama sehari berikutnya, Bezzecchi memulai lomba dari posisi kedua, tepat di belakang Fernandez. Pembalap Trackhouse MotoGP Team itu mampu mempertahankan pimpinan lomba, sementara Bezzecchi terus membayangi.

Kesempatan Bezzecchi datang pada lap ke-19 dari total 27 lap. Ia menyalip Fernandez di Tikungan 1 dan mengambil alih posisi terdepan. Setelah itu, Bezzecchi mampu memperlebar jarak hingga finis dengan keunggulan 4,260 detik.

Baca juga: Veda Ega Finis Keenam, Mario Aji Ke-20: Hasil Pembalap Indonesia di Moto3 dan Moto2 Mandalika 2026

Bezzecchi mencatat waktu 40 menit 46,582 detik. Fernandez finis kedua, diikuti Jorge Martin dan Ai Ogura. Hasil tersebut sekaligus membawa empat motor Aprilia menempati empat posisi teratas.

Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Bezzecchi sejak GP Italia di Mugello dan kemenangan ke-11 dalam kariernya di kelas utama MotoGP. Hasil tersebut juga tercatat sebagai kemenangan ke-300 pembalap Italia di kelas utama Grand Prix.

Oppal Gengs, perjalanan Bezzecchi dari VR46 Riders Academy hingga menjuarai GP Mandalika menunjukkan proses panjang di balik kesuksesan seorang pembalap. Setelah melewati cedera dan gagal finis dalam Sprint, ia kembali bertarung pada balapan utama dan memanfaatkan peluang untuk menang bersama Aprilia Racing.