Apa kegiatan yang paling cocok buat warga Jakarta sepulang kerja? Ada yang bilang olahraga. Ada yang nongkrong di cafe, boljug nih. Ada juga yang memilih pulang ke kontrakan dan rebahan. Namun, di antara sekian rekomendasi kegiatan, ada satu yang wajib kamu coba. Apa itu? Jalan-jalan sore.
Tentu bukan di Taman Suropati. Jalan-jalan sore di tengah rerimbunan pohon? Ah, terlalu mainstream itu. Kurang yoi. Ada daerah lain yang justru cocok buat jalan-jalan sore. Mana sajakah itu?
TB Simatupang
Sebentar… sebentar… jangan marah dulu. Sini ane jelasin dulu. Gini deh, siapa yang nggak tahu Jalan TB Simatupang? Ruas jalan ini juga masuk dalam daftar yang menerapkan ganjil-genap pada jam tertentu. Iya tahu, macet. Justru di titik itulah TB Simatupang cocok buat jalan-jalan sore.
Ya gimana ya, ketika kamu lewat sini, perjalanan bisa berubah jadi refleksi kehidupan. Awalnya berpikir, “Ah, paling 30 menit sampai.” Terus lima belas menit kemudian masih di situ. Tiga puluh menit kemudian, masih pula di situ. Empat puluh lima menit berlangsung, kamu sudah dapat kontak pengguna lain.
Baca juga: Kucing ITB Ini Jadi Bintang Film “Meong!” dan Raih Penghargaan Internasional
Nah, daripada duduk berdiam di dalam mobil atau di atas motor ya, mending turun saja. Jalan-jalan sore. Kamu nggak akan suntuk. Karena begitu melangkahkan kaki, pemandangan berupa gedung perkantoran, pusat bisnis, dan akses transportasi akan memanjakan mataku.
Selama berjalan kaki, kamu akan merenung. Besok makan apa ya? Entar malem nasi goreng depan gang buka nggak ya? Tak cuma itu, kalau jalan-jalan sore di sini, kamu nggak perlu menyetel musik. Langganan Spotify? Ah, nggak perlu. Wong bisa denger musik gratis dari klakson.
Satu lagi, kalau beruntung bisa nemu momen pas, perpaduan sunset dengan asap kendaraan. Cocok buat difoto. Gimana? Mau nyoba?
Ciledug Raya
Kalau TB Simatupang dirasa kurang sporty buat jalan-jalan sore, bisa cobain Jalan Ciledug Raya di Petukangan, Jakarta Selatan. Beuhh… sensasinya luar biasa. Apalagi di jalan ini sering ada proyek perbaikan. Termasuk perbaikan gorong-gorong di dekat Pasar Cipulir.
Jadi, bukan hanya sensasi jalan-jalan sore yang didapat, tapi juga ilmu baru. Jalan-jalan sore di sana bisa menambah pengetahuan tentang infrastruktur perkotaan. Kamu bisa melihat proyek-proyek yang ada, dan jadi tahu bahwa pemerintah, lokal tentu saja, beneran kerja.
Kamu juga bisa menikmati kendaraan yang melaju perlahan. Di sana kamu bisa belajar bahwa hidup tak perlu buru-buru. Ada istilah Jawa yang bilang, “alon-alon asal kelakon”. Nah, pengendara yang lewat sana itu benar-benar mengamalkan filosofi itu. Sekalipun mungkin mereka bukan orang Tegal atau Pemalang.
Satu lagi yang membuat jalan ini semakin nyentrik. Aspalnya bergelombang, udah kayak mau tsunami. Tapi di sinilah sensasinya buat yang nyari pengalaman jalan-jalan sore yang berbeda. Kamu bukan hanya jalan-jalan sore, tapi juga bisa latihan Ninja Warriors di sini. Sesuatu yang sangat menyehatkan, bukan?
Baca juga: Mindfulness di Era 'Bad News', Validasi Jaga Mental atau Sekadar Privilege?
Jalan Gatot Subroto
Masih kurang? Tenang, masih ada Jalan Gatot Subroto. Ini adalah yang tepat untuk jalan-jalan sore. Kenapa begitu? Biasanya sore hari jalan ini sudah mulai padat dengan kendaraan. Kendaraan sering kali berjalan merayap atau bahkan nyaris seperti di dalam showroom. Lah, kalau naik kendaraan begitu, mending jalan-jalan, kan?
Apalagi Gatot Subroto adalah jalan yang aduhai. Ini adalah jalan yang krusial di pusat Jakarta dan masuk dalam kawasan pembatasan lalu lintas ganjil-genap. Tidak hanya itu, di sini juga sering ada kegiatan, dan Pemprov DKI juga berkali-kali melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan ini.
Selain itu juga sering ada pemeliharaan trotoar dan jalan. Jadi kalau jalan-jalan di sini kamu bisa langsung menjadi pengawas. Kapan lagi, kan, jadi pengawas kerja pemerintah secara langsung? Ya walaupun cuma lokal sih. Tapi okelah, itung-itung latihan jadi anggota dewan.
Anyway, di Gatot Subroto juga sering ada genangan air kalau habis hujan deras. Membuat suasana bisa jadi romantis kalau kita lewat jalan sini. Kita juga akan disuguhi kendaraan keluar-masuk jalur alternatif atau bahkan jalur yang tak semestinya. Benar, jalur busway.
Baca juga: Ingin Pagi Lebih Tenang? Coba 5 Cara Membangun Slow Morning Ini
Daan Mogot
Kalau masih kurang, masih ada satu lagi, nih. Jalan Daan Mogot. Banyak orang merekomendasi ini untuk jalan-jalan sore apalagi menjelang Maghrib. Hmmm… rasanya sih, nggak mengherankan ya Daan Mogot jadi primadona. Soalnya di sini sering banget macet. Volume kendaraan tinggi di jam pulang kerja. Penyempitan jalan dan titik putar balik juga sering menguji iman.
Makannya lebih cocok jalan-jalan sore saja di sini. Kalau jalan-jalan sore di sini kamu bakal disuguhi pemandangan Sungai Cisadane. Tidak hanya itu, jika memasang telinga baik-baik, kamu akan mendengar lantunan kata-kata mutiara dari para pengguna jalan. Duh, syahdu sekali!
Apakah cuma itu fasilitasnya? Tentu tidak. Jalan-jalan sore di Daan Mogot, kamu juga akan disuguhi pameran mobil dan motor gratis. Ya, bayarnya cuma dengan zikir saja. Enak, kan?
Dari tempat-tempat tadi, mana yang masuk wishlist kamu? Mana pun itu, kuy ajak teman-teman kamu jalan-jalan sore di salah satu tempat tadi. Siapa tahu, pulang dari sana jadi tambah dekat sama Yang Maha Kuasa.
Muhammad Arsyad