Fenomena Childfree dapat Membuat Hari Tua Kesepian

Masa depan udah harus dipikirin nih!

42
Ilustrasi pasangan lansia

Beberapa waktu lalu sempat ramai dengan pernyataan hidup tanpa anak atau childfree seorang konten kreator di sosial medianya sehingga ditanggapi beragam oleh masyarakat. Fenomena ini dikhawatirkan pemerintah karena dapat membuat populasi orang yang berusia tua menjadi dominan di masa depan.

“Kita ingin menjadi negara yang ekonominya kuat, kita butuh tenaga kerja yang jumlahnya cukup produktif. Dalam jangka panjang, tahun 2050 kita bercita-cita keluar dari middle income trap, kita pendapatan per kapitanya naik, kita jadi 4 besar ekonomi dunia, nah itu syarat utamanya kita punya tenaga kerja yang melimpah, yang produktif,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional Bapak Hasto Wardoyo kepada OPPAL di ruangannya beberapa waktu lalu.

Bapak Hasto menguraikan, tenaga kerja yang produktif itu menjadi syarat utama bagi sebuah negara menjadi kuat dan besar secara perekonomian. Ia menyesalkan pernyataan soal childfree tersebut yang justru membuat harapan Indonesia di 2050 menjadi negara ekonomi besar sulit diwujudkan.

“Kalau seandainya orang ramai-ramai tidak pengen punya anak, itu berat rasanya, minus growth, kan gak mungkin kita impor tenaga kerja dari luar. Nah itu satu kesadaran yang harus kita munculkan bersama,” paparnya.

Ilustrasi pasangan lansia bersama keluarga
Ilustrasi pasangan lansia bersama keluarga/Shutterstock

Bapak Hasto mengingatkan, salah satu kekhawatiran fenomena childfree adalah soal warga lansia atau lanjut usia. Bapak Hasto menyebut, prediksi di tahun 2035 warga yang lansia akan melimpah populasinya. Hal ini dikarenakan aging population yang melimpah di tahun 2035.

Lantaran jumlahnya yang akan membeludak di tahun 2035, jika childfree menjadi tren maka pasangan muda yang saat ini akan menjadi orang kesepian di tahun itu.

“Ketika lansia kita banyak lalu tidak ada yang men-support kan kasihan, jadi dia (orang yang childfree) sebetulnya tidak memikirkan di hari tua dia bagaimana, memangnya tetangga mau rawat, belum tentu. Semakin orang individualis, nanti akan sendirian di hari tua,” sebut Bapak Hasto.

Ilustrasi pasangan lansia bersama keluarga di meja makan
Ilustrasi pasangan lansia bersama keluarga di meja makan/Shutterstock

Beberapa negara sudah mulai merasakan berkurangnya usia produktif lantaran pasangan muda enggan memiliki anak, atau bahkan enggan menikah. China, Jepang, hingga Singapura merasakan kekhawatiran tersebut.

Bahkan, China sebagai negara ekonomi terkuat saat ini sudah terlebih dahulu merasakan lantaran kebijakan one child policy di masa lalu, yang kemudian dihapus di tahun 2015. China yang selama berpuluh tahun menjadi negara dengan populasi terbanyak di dunia akhirnya disalip oleh India tahun ini.

Usia produktif dibutuhkan oleh negara selain karena menjadi angkatan kerja juga menjadi penopang perekonomian. Usia produktif adalah masa depan sebuah negara, karena di mereka lah nasib sebuah negara akan dipegang.