Gallup Report 2023: Dunia Tahun Ini Berada dalam Kondisi Baik, Indonesia Termasuk Negara Positif

Keep up the positive vibes!

58
Ilustrasi teman bahagia

Dunia mengalami lebih banyak perasaan yang menyenangkan dalam beberapa waktu belakangan ini. Hal ini disampaikan oleh Gallup Global Emotions 2023 Report yang baru dirilis pada Selasa (27/6), OPPAL menyadur dari CNN terkait hal itu yang bersumber dari sini.

Report tersebut adalah kumpulan data tahunan yang tersebar lebih dari 100 negara yang menanyakan bagaimana perasaan orang.

Julie Ray, selaku Redaktur Pelaksana Berita Dunia di Gallup menjelaskan, jumlah pengalaman positif saat ini berkaca pada kondisi pemulihan pada tahun 2022, menurut laporan tersebut. Pengalaman positif relatif stabil di tahun-tahun sebelumnya, tetapi turun di tahun 2021.

Pada tahun yang sama, dunia mengalami peningkatan pengalaman negatif ke tingkat tertinggi yang diukur peneliti dalam 17 tahun mereka melakukan penelitian, tambahnya.

Sementara itu, tingkat pengalaman negatif tidak naik pada tahun 2022. Syukurnya.

“Tidak ada kenaikan (untuk negatif), yang artinya baik, tetapi juga tetap pada level tertinggi yang pernah kami ukur,” kata Ray.

Meski begitu, tidak ada bukti kuat dan langsung soal mengapa pengalaman dan perasaan positif lebih tinggi pada tahun 2022.

“Saat orang-orang mulai keluar dari cengkeraman pandemi, ini sedikit pelepasan dari tekanan itu,” kata Ray.

Status Covid-19
Ilustrasi pandemi Covid-19/shutterstock

Ray mengingatkan, meskipun ada “kemenangan” dalam peningkatan perasaan positif, belum tentu saat ini waktunya untuk merayakan hal tersebut.

“Masih terlalu dini bagi banyak negara dan pemimpin serta pembuat kebijakan serta bisnis dan organisasi untuk benar-benar santai karena pengalaman negatif tersebut masih berada pada level tertinggi yang pernah kami ukur,” kata Ray.

Report dari Gallup, menurut John Helliwell, profesor emeritus di Sekolah Ekonomi Vancouver di Universitas British Columbia dan editor Laporan Kebahagiaan Dunia merupakan sumber data emosional komparatif yang baik di seluruh dunia.

Helliwell menilai laporan tersebut penting karena menawarkan kesempatan untuk memperluas percakapan dan perhatian kita, dan memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang dapat membantu membuat hidup jadi lebih baik.

Ilustrasi siswa yang bahagia/Shutterstock

Indonesia termasuk negara positif

Gallup dalam reportnya juga menyampaikan tentang tempat positif, hal ini berdasarkan survei dan pertanyaan yang mereka ajukan ke responden. Indonesia termasuk dalam tempat yang paling positif di dunia.

Survei mengajukan lima pertanyaan masing-masing tentang pengalaman positif dan negatif.

Untuk mengukur yang positif, peneliti bertanya: Apakah Anda merasa cukup istirahat kemarin? Apakah Anda diperlakukan dengan hormat kemarin? Apakah Anda banyak tersenyum atau tertawa kemarin? Apakah Anda belajar atau melakukan sesuatu yang menarik kemarin? Apakah Anda mengalami kenikmatan?

Untuk yang negatif, pertanyaan diajukan apakah responden mengalami sakit fisik, khawatir, sedih, stres atau marah di hari sebelumnya.

Ray menyebut laporan itu mengajukan beberapa pertanyaan khusus tentang hari sebelumnya karena masih segar di benak orang.

Pada bagian akhir, terlihat jelas pengalaman negatif adalah negara-negara di mana orang mengalami banyak masalah politik atau keamanan. Ray mencontohkan Afghanistan dan Sierra Leone, yang tidak mengejutkan karena report itu dilakukan sekitar satu tahun setelah Taliban secara resmi menguasai Afghanistan dan setelah protes atas standar hidup dan masalah politik di Sierra Leone.

Adapun negara-negara dengan pengalaman positif tertinggi cenderung negara-negara Amerika Latin dan Asia Tenggara, antara lain Meksiko, Guatemala, Panama, Paraguay, Indonesia, dan Filipina, tambahnya.

“Itu adalah sesuatu yang ingin kami lihat dalam data kami dari tahun ke tahun di sisi positif, tetapi juga di sisi negatif. Anda melihat tanggapan di negara-negara Amerika Latin dan bagaimana cara mereka menanggapi pertanyaan yang kami ajukan,” kata Ray.

Ilustrasi perempuan bahagia/Shutterstock

Positif vs bahagia

Dengan data yang dibagikan oleh Gallup, ini dapat membantu warga, pemerintah, dan organisasi memahami perasaan orang, kata Ray. ray menilai, penting bagi sebuah negara untuk mengetahui bagaimana kondisi emosional masyarakatnya.

Meski merilis negara yang positif dan bahagia, Lyle Ungar, seorang profesor dari University of Pennsylvania mengingatkan bahwa negara-negara yang tidak menonjol dalam daftar pengalaman positif tertinggi mungkin masih bahagia — kebahagiaan dan pengalaman positif berkorelasi, tetapi tidak sama. Ungar, yang merupakan anggota Pusat Psikologi Positif universitas, tidak mengerjakan laporan Gallup.

Perasaan yang diukur Gallup relatif berjangka pendek, tetapi kebahagiaan jangka panjang biasanya diukur dengan kepuasan hidup, tambahnya. Orang-orang di negara-negara seperti Finlandia dan Denmark, misalnya, mungkin tidak memiliki tingkat tertawa yang tinggi, tetapi memiliki peringkat tinggi dalam hal kebahagiaan karena secara umum mereka merasa puas, kata Ungar.

Meskipun tidak sama, melacak emosi positif dan negatif ini penting karena berimplikasi pada kesehatan dan kebahagiaan orang.

Sekilas soal Gallup

Gallup, Inc. adalah perusahaan konsultasi manajemen kinerja global asal Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan oleh George Gallup pada tahun 1935 dan dikenal karena jajak pendapat publik yang dilakukan di seluruh dunia. Perusahaan ini memberikan jasa riset dna konsultasi strategis untuk berbagai organisasi besar di seluruh dunia. Penelitiannya berfokus pada “analitika dan saran untuk membantu pemimpin dan organisasi menyelesaikan masalah terbesar yang mereka hadapi”.

Bidang praktik utama Gallup adalah keterlibatan karyawan, keterlibatan pelanggan, manajemen bakat, dan kesejahteraan. Gallup memiliki 30 kantor di lebih dari 20 negara dengan sekitar 2.000 karyawan yang tersebar di empat divisi: Gallup Poll, Gallup Consulting, Gallup University, dan Gallup Press.