Google dan YouTube Membekali Masyarakat Indonesia untuk Melawan Misinformasi

Google memberikan informasi penting selama masa pemilu.

50

Setiap harinya, jutaan warga Indonesia mengandalkan Google dan YouTube untuk mencari informasi. Namun, di era internet, tidak semua informasi dijamin keandalannya. Google merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan dan berguna kepada pengguna, terutama dalam konteks penting seperti masa pemilu.

Data dari Google Trends menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia terhadap misinformasi semakin meningkat. Pencarian terkait berita palsu dan pengecekan fakta mencapai titik tertinggi dalam 10 tahun terakhir di Indonesia. Untuk menghadapi tantangan ini, Google telah meluncurkan berbagai fitur dan inisiatif bersama mitra seperti KPU, Bawaslu, Kominfo, CekFakta, Mafindo, Bijak Memilih, Safer Internet Lab (SAIL), Think Policy, dan banyak lainnya.

Google memfokuskan upayanya pada tiga hal utama:

  1. Menyajikan Informasi yang Dapat Diandalkan:

    • Google dan YouTube menampilkan link video debat resmi dan informasi pemilu dari berbagai sumber terpercaya di hasil pencarian.

    • Beranda YouTube menyajikan informasi terkait pemilu yang mengarahkan pengguna ke situs resmi KPU.

    • Pemilihan kata kunci seperti “Pemilu 2024” memberikan akses cepat ke tahapan dan jadwal pemilu.

  2. Membekali Masyarakat dengan Literasi Media Digital:

    • Inisiatif #RecheckSebelumKegocek diluncurkan bersama KPU, Bawaslu, Moonshot, SAIL, dan Cek Fakta untuk mendeteksi misinformasi.

    • Edukasi prebunking melibatkan kolaborasi dengan Think Policy dan What is Up Indonesia melalui kampanye #HitPause di YouTube.

    • Fokus pada literasi digital untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama Gen Z dan Millennials, terhadap taktik manipulasi informasi.

  3. Memberdayakan Mitra Ekosistem:

    • Kolaborasi dengan pakar industri dan ekosistem berita untuk mencegah penyebaran misinformasi.

    • Dukungan berkelanjutan ke koalisi Cek Fakta, pelatihan kepada pemangku kepentingan, dan penguatan YouTube Priority Flaggers.

    • Google.org memberikan hibah senilai US$2,5 juta untuk program Tular Nalar, mengidentifikasi dan mencegah hoaks di seluruh Indonesia.

Semua upaya ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan online yang aman, inklusif, dan memberdayakan masyarakat Indonesia dengan informasi kredibel. Pihak KPU dan Bawaslu juga menyambut positif upaya ini dalam mendukung pemilu yang damai dan berintegritas. Google terus berkomitmen untuk melawan misinformasi dan meningkatkan literasi digital di Indonesia.