Hari Raya Waisak, Kenali Sejarah dan Latar Belakangnya

Selamat Hari Raya Waisak untuk OPPAL gengs yang merayakan.

68
Candi Borobudur dalam Hari Raya Waisak

Hari Raya Waisak pada tahun 2023 ini jatuh pada tanggal 4 Juni 2023. Waisak merupakan hari suci bagi umat Buddha. Di Indonesia sendiri, Hari Raya Waisak menjadi hari libur nasional sudah sejak beberapa puluh tahun lalu.

Perayaan Hari Raya Waisak juga biasanya dirayakan tepat pada terjadinya bulan purnama. Tak hanya di Indonesia, Hari Raya Waisak juga menjadi hari libur nasional di beberapa negara di Asia Tenggara.

Lalu, bagaimana sejarah adanya Hari Raya Waisak dan latar belakangnya? Oppal akan memberikan informasinya.

Sejarah Hari Raya Waisak

Foto ilustrasi Sang Buddha/Unsplash

Waisak merupakan perayaan yang ditandai dengan adanya tiga peristiwa penting bagi sang Buddha Gautama atau Guru Agung bagi umat Buddha. Tiga peristiwa itu ditandai dengan kelahiran Sang Buddha Gautama yang berjalan menuju pencerahan sempurna serta keberangkatan sang Buddha.

Tiga peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Hari Tri Suci Waisak. Setiap tahunnya, perayaan Hari Raya Waisak jatuh di tanggal berbeda. Ada banyak rangkaian yang dilakukan umat Buddha menjelang jari Waisak, contohnya adalah meditasi dan kebaktian pindapatta.

Waisak merupakan sebuah festival yang dirayakan oleh umat Buddha untuk merayakan Buddha Gautama, yaitu Guru Agung atau Guru Spiritual pada sekitar abad ke 5 SM.

Foto ilustrasi Sang Buddha/Unsplash

Buddha Gautama dikenal sebagai Siddharta Gautama yang dilahirkan sebagai guru dan memiliki pemikiran bahwa kemewahan serta kekayaan tidak akan menjamin kebahagiaan seseorang.

Kemudian sejarah singkat dari kehidupan Buddha Gautama pada akhirnya akan menjadi nilai dan sejarah penting bagi umat Buddha, seperti kelahiran untuk menuju pencerahan yang sempurna serta perjalanan kematian Sang Buddha Gautama.

Sang Buddha telah menyebarkan agama Buddha ke seluruh belahan dunia, akan tetapi di setiap negara, cara perayaan maupun waktu pelaksanaan hari Waisak ini jadi berbeda-beda.

Makna Hari Raya Waisak

Kelahiran Siddharta Gautama

Foto ilustrasi Sang Buddha/Unsplash

Makna yang pertama dari Hari Raya Waisak adalah kelahiran Siddharta Gautama. Siddharta Gautama adalah seorang pangeran dan anak dari seorang raja. Siddharta lahir di Taman Lumbini pada 623 SM.

Siddharta Gautama lahir dengan kondisi badan bersih tanpa ada dosa satu pun. Selain itu, ia juga bisa berdiri tegak dan langsung bisa berjalan, tidak seperti bayi baru lahir umumnya.

Situasi kelahiran Siddharta Gautama ke dunia ini menandai bahwa sang pangeran akan menjadi calon Buddha yang akan mencapai kebahagiaan paling tinggi.

Siddharta Gautama Dapat Penerangan Agung

Foto ilustrasi Sang Buddha/Unsplash

Makna berikutnya dari Hari Raya Waisak adalah Penerangan Agung yang didapatkan oleh Siddharta Gautama. Usai Siddharta lahir, pimpinan dari Asita Kaladewala meramalkan bahwa pada masa yang akan datang, Siddharta Gautama akan menjadi seorang Maharaja Dunia atau Chakrawatin.

Setelah momen kelahiran, kemudian pada umur yang ke-35 tahun, Siddharta Gautama mendapatkan Penerangan Agung, kemudian ia menjadi Buddha di Bodh Gata ketika bulan Waisak tiba.

Lalu, selama 45 tahun lamanya, usia ia menerima Penerangan Agung, Sang Buddha Gautama kemudian pergi berkelana demi menyebarkan kebenaran atau disebut sebagai Dharma.

Parinibbana

Biksu
Foto para biksu yang sedang melakukan sembahyang/Unsplash

Makna terakhir dari perayaan Hari Waisak adalah Parinibbana adalah kematian dari sang Buddha Gautama yang terjadi pada 543 SM ketika sang Buddha menginjak usia 80 tahun.

Atas meninggalnya sang Buddha, para pengikut pun melakukan sujud sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk sang Buddha.

Kemudian, dari ketiga peristiwa ini dilakukanlah sebuah konferensi di Sri Lanka pada tahun 1950 dan Hari Raya Waisak kemudian ditetapkan sebagai tahun pada bulan Mei atau ketika terjadi bulan purnama.

Selamat Hari Raya Waisak untuk semua Oppal Gengs yang merayakan.

Rio
WRITTEN BY

Rio

Menulis seakan sudah menjadi kebiasaan untuk saya sejak kuliah. Skill ini terus berkembang sampai saat ini. Dimulai dari Liputan6.com sampai sekarang pekerjaan yang saya geluti seputar menulis artikel. Dan saat ini, Oppal Media adalah tempat saya untuk kembali belajar dan membuktikan yang terbaik.