Profil dan Kisah Perjuangan Dokter Sulianti Saroso yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Namanya kini diabadikan sebagai RS Penyakit Infeksi di Jakarta.

71
Google Doodle

Hari ini merupakan hari kelahiran Prof. Dr. dr. Julie Sulianti Saroso, yang merupakan salah satu dokter wanita pertama di Indonesia. Dalam rangka merayakan hari kelahirannya, Google pun membuat ilustrasi gambar sang dokter untuk Google Doodle hari ini.

Dokter Sulianti Saroso lahir di Karangasem, Bali, 10 Mei 1917. Semasa hidupnya, beliau mendedikasikan diri untuk membantu masyarakat rentan agar mendapatkan akses layanan kesehatan berkualitas.

Prof Dr Sulianti Saroso
Foto Prof. Dr. dr. Sulianti Saroso/indonesia.go.id

Dokter Sulianti Saroso menekuni bidang kedokteran di usia muda karena terinspirasi dari ayahnya yang juga merupakan dokter.

Dokter Sulianti Saroso menyelesaikan pendidikannya dengan gelar kedokteran dari Geneeskundige Hoge pada tahun 1942. Lalu, ia melanjutkan pendidikan di Eropa dan Amerika Serikat, di mana ia meraih beberapa gelar lanjutan dalam kesehatan masyarakat.

Nggak cuma itu, Dokter Sulianti Saroso juga menerima beasiswa dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) untuk mempelajari sistem kesehatan ibu dan anak di seluruh Eropa. That’s cool!

Prof Dr Sulianti Saroso
Nama Prof Dr Sulianti Saroso diabadikan menjadi nama rumah sakit/quena.id

Saat kembali ke Indonesia pada tahun 1952 dengan mengantongi Certificate of Public Health Administration dari Universitas London, beliau ditempatkan di Yogyakarta sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian. Ia juga menyuarakan tentang pembatasan jumlah kelahiran.

Tapi, ketika itu, pembatasan kelahiran memang masih menjadi konsep yang tabu di tengah masyarakat Indonesia. Padahal, dulu, sejumlah masyarakat punya keyakinan bahwa “banyak anak, banyak rezeki”.

Pembatasan kelahiran yang akhirnya menjadi program Keluarga Berencana, baru bisa berjalan di masa Orde Baru. Program ini dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk.

Menurut pemerintah, Gerakan Keluarga Berencana Nasional Indonesia kini telah dianggap sebagai program yang sukses menurunkan angka kelahiran yang bermakna.

Dokter Sulianti Saroso terus memperjuangkan program KN melalui jalur swasta. Bersama sejumlah aktivis perempuan, ia mendirikan Yayasan Kesejahteraan Keluarga (YKK) yang menginisiasi klinik-klinik swasta yang melayani program tersebut di berbagai kota.

Di samping situ, karier Dokter Sulianti Saroso juga cukup bagus di organisasi kedokteran. Beliau diketahui pernah menjadi presiden perempuan kedua di World Health Assembly.

Dokter Sulianti Saroso juga pernah ditugaskan di beberapa organisasi terkemuka seperti Komite Pakar Kesehatan Ibu dan Anak WHO, Komisi Pengembangan Masyarakat PBB di Negara-negara Afrika dan Komisi Nasional Perempuan Indonesia.

Menjelang masa pensiunnya di pertengahan tahun 1970-an, Dokter Sulianti Saroso aktif sebagai konsultan untuk Lembaga internasional WHO dan Unicef. Posisi itu membuatnya sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Setelah pensiun, ia bahkan masih terus diminta menjadi tim penasihat untuk Menteri Kesehatan.

Well, hadirnya sosok Dokter Sulianti Saroso menjadi titik awal pemerataan layanan kesehatan dan mengubah arah kedokteran di Indonesia. Saat ini, nama Dokter Sulianti Saroso diabadikan menjadi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso yang berlokasi di Jalan Sunter Permai Raya, Jakarta Utara.

Prof Dr Sulianti Saroso
Rumah Sakit Prof Dr Sulianti Saroso/mukisi.com

Terima kasih Dokter Sulianti Saroso atas jasa dan perjuanganmu. You will be in our hearts forever.

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!