Women on Music

Women supporting women itu wajib banget!

112
Isyana Star Editor

Saya suka sekali dengan spirit women support women. Makanya ketika dulu saya sempat dibanding-bandingkan dengan Raisa sampai ada fanwar, kami berdua langsung bertekad untuk mengubah pandangan orang-orang yang melakukan hal tersebut. Kami menyiapkan single yang kami harap bisa menyatukan sekaligus empowering people: “Anganku, Anganmu”. Ingat dengan liriknya?

“Jangan sia-siakan waktumu ‘tuk membenci

Satu, jadikan tujuan kita

Hilangkan s’gala perdebatan yang sia-sia

Berlari ke arah yang sama bukan masalah

Semua punya ruang”

Lewat lagu tersebut saya dan Yaya ingin mengingatkan, bahwa sebagai sesama perempuan kita harusnya saling support dan menyayangi, bukan saling membandingkan. Dan kalau menyukai satu perempuan, jangan sampai menjatuhkan yang lainnya. Kita saling mendukung saja, enggak perlu berkompetisi yang enggak sehat satu sama lain, karena semua punya track-nya masing-masing.

Justru dengan banyaknya musisi perempuan, industri musik jadi lebih berwarna, ya enggak?

Bicara soal musik dan perempuan, di industri musik sendiri sempat ada “label” atau stigma yang beredar soal perempuan; bahwa musisi perempuan itu baiknya berambut panjang, serta tampil dengan anggun. Entah untuk tujuan apa.

Untungnya, saya bisa bilang bahwa saya adalah one of the luckiest, karena saya bisa mendapatkan tim yang sangat suportif dan sangat solid, yang membuat saya enggak perlu mengalami “label” tersebut.

Punya tim yang mendukung itu penting banget, lho! Karena merekalah yang membantu saya menjalankan visi dan misi saya, sampai saya bisa berdiri di posisi saya sekarang: punya record label sendiri, bisa scouting talent, dan gelar konser sendiri.

Tim saya juga paham dan memaklumi banget bahwa saya adalah tipikal musisi yang cenderung sangat cuek dalam bermusik. Kalau ada gaya musik yang bukan “diri” saya, saya enggak akan mau memaksakan diri. Saya lebih memilih untuk nyaman menjalani hidup sebagai diri saya sendiri dibandingkan menjalani mimpi orang lain di hidup ini.

Bagi saya, bermusik itu salah satu hal yang therapeutic banget. Musik adalah coping mechanism seorang Isyana, di mana bermusik menjadi “tempat” saya bisa berekspresi yang paling jujur. That’s why saya enggak mau terpengaruh oleh orang lain saat bermusik, dan saya sangat menjunjung tinggi nilai tersebut.

Ke depannya, saya dan tim ingin banget bisa mewadahi musisi lain – terutama musisi muda – yang memang butuh bantuan dalam berbagai aspek.

Video Musik Isyana Sarasvati

Berani lawan stigma

Buat para musisi muda di luar sana, kalau boleh memberi saran, pertama-tama, kamu harus selalu berani. Berani untuk berkarya, berani untuk jadi diri sendiri, berani untuk melawan stigma.

Baca juga Isyana soal Transformasi Dirinya

Kedua, konsisten, karena prosesnya enggak akan mudah. Dari luar, orang lain mungkin melihat bahwa perjalanan musik seorang Isyana sangat mulus, padahal enggak ada proses hidup yang sempurna dan semua ada ups and downs-nya – tapi justru itu bagian yang serunya!

Ketiga, bersiaplah untuk senantiasa belajar dan bersyukur saat melewati keterpurukan. Hidup itu pasti selalu ada kerikil di kanan kiri, jadi hadapi saja semuanya. Justru dengan begitu kita jadi lebih bisa mensyukuri kebahagiaan dan kesuksesan yang kita raih.

Isyana Sarasvati
Isyana Sarasvati live session

Terakhir, penting untuk senantiasa jujur pada diri sendiri. Kalau boleh menyarankan, berkaryalah sesuai dengan jati diri kamu, dengan begitu kamu bisa lebih all-out dan alih-alih hidup sebagai robot, kamu bisa lebih menyelami hidup sebagai seorang seniman.

Di luar itu, harapan saya terhadap industri musik Indonesia dari sisi seorang perempuan, kita bisa saling terus supporting dan lebih dikenal lagi secara global. Karena talent para musisi perempuan Indonesia itu sebenarnya luar biasa banget, dan saya merasa sebagai perempuan kita bisa saling menginspirasi satu sama lain tanpa perlu saling membandingkan atau menjatuhkan.

Salam,

Isyana