Katarak Juga Bisa Mengincar Anak Muda, Lho! Yuk, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Penduduk Indonesia lebih rentan karena berada di daerah khatulistiwa.

37
katarak

Penyakit katarak memang identik dengan usia tua atau lansia. Meski begitu, katarak merupakan penyakit gangguan penglihatan yang juga bisa dialami oleh anak muda, lho! Gejala ini biasa dialami saat seseorang mulai menginjak usia 30 tahun. Kondisi ini disebut dengan istilah early onset cataract atau juvenile cataract.

Menurut KMB EyeCare, tingginya penderita katarak di Indonesia sebenarnya dipengaruhi oleh letak geografis yang berada di daerah khatulistiwa. Kondisi ini membuat penduduk Indonesia memiliki risiko 15 tahun lebih cepat terkena katarak dibandingkan dengan penduduk di Eropa. Uh-oh!

Beberapa gejala katarak sendiri sebenarnya mudah terlihat, karena mengakibatkan perubahan pada kondisi fisik mata, namun beberapa gejala seringkali terabaikan karena jarang disadari. Buat kamu yang pengin memeriksa keadaan matamu dan mencari tahu cara pencegahan terhadap katarak di usia muda, keep scrolling!

Gejala Katarak yang Seringkali Terabaikan

katarak
katarak

Berikut ini merupakan gejala-gejala katarak yang perlu diketahui di usia muda:

Ketajaman Penglihatan Menurun atau Buram

Lensa mata yang keruh menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan tepat ke retina sehingga bayangan objek yang ditangkap jadi berbayang. Lama-kelamaan, seiring dengan meningkatnya kekeruhan di lensa maka tajam penglihatan juga semakin menurun.

Penglihatan Ganda atau Double Vision

Penglihatan ganda adalah gejala yang juga dapat dialami penderita katarak. Seringkali, gejala ini tidak diperhatikan dengan serius atau bahkan dianggap sebagai masalah sementara yang akan hilang sendiri nantinya.

Kesulitan Mengenali Warna

Perubahan dalam persepsi warna juga dapat menjadi tanda awal adanya katarak yang tidak disadari. Penderita katarak seringkali mengalami kesulitan dalam mengenali warna dengan jelas. Warna-warna yang seharusnya terlihat cerah menjadi kusam atau terdistorsi sebagai akibat dari lensa mata yang keruh.

Sensitivitas Terhadap Cahaya

Gejala lain yang jarang disadari adalah sensitivitas terhadap cahaya. Penderita katarak mungkin merasa lebih sensitif terhadap cahaya terang, seperti cahaya matahari atau lampu terang di dalam ruangan. Perasaan tidak nyaman atau bahkan munculnya rasa sakit ketika terpapar cahaya yang terlalu terang dapat menjadi tanda adanya masalah pada lensa mata.

Muncul Lingkaran Cahaya (Halo)

Munculnya lingkaran cahaya pada saat melihat sumber cahaya seperti lampu atau sinar matahari terang dapat menjadi tanda adanya katarak.

Sulit Melihat Jelas Saat Minim Cahaya

Katarak juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk melihat dengan jelas pada kondisi cahaya yang rendah, seperti saat malam hari atau di tempat yang kurang terang. Kondisi seperti ini seringkali terasa saat seseorang berkendara di malam hari atau membaca dalam kondisi minim cahaya.

Penyebab Katarak di Usia Muda

katarak
katarak

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena gangguan penglihatan akibat katarak di usia muda. Berdasarkan American Academy of Ophthalmology, berikut ini beberapa faktor penyebab katarak di usia muda:

Faktor Genetik atau Keturunan Menjadi Penyebab Paling Besar

Hampir 50% penyebab katarak yang terjadi pada anak-anak dan usia muda adalah karena faktor keturunan. Kalau kamu memiliki anggota keluarga yang menderita katarak, ini akan meningkatkan risiko terkena penyakit yang sama di usia muda. Faktor risiko akan semakin meningkat jika anggota keluarga tersebut terkena gangguan penglihatan sejak usia muda juga.

Gangguan Metabolisme Dapat Meningkatkan Risiko

Gangguan metabolisme seperti diabetes atau hipertensi bisa memicu munculnya katarak di usia muda. Jenis katarak yang biasa menyerang adalah kortikal, yaitu adanya penumpukan gula yang dipicu oleh penyakit diabetes sehingga membentuk awan keruh pada lensa mata.

Cedera Mata Akibat Benda Tumpul Menyebabkan Katarak Traumatik

Pada dasarnya cedera mata bisa dialami siapa saja dan tidak terbatas hanya pada usia muda. Mengingat mereka yang berusia muda biasa memiliki intensitas aktivitas fisik yang tinggi, anak muda lebih berisiko untuk terkena cedera mata. Rusaknya struktur lensa mata akibat benda tumpul akan membuat kekeruhan yang muncul dengan sangat cepat sehingga muncullah katarak.

Cara Mencegah Gejala Katarak Sejak Dini

katarak
katarak

Beberapa gejala katarak di atas dianggap sebagai silent symptoms atau gejala ‘bisu’, sehingga penting untuk menerapkan strategi pencegahan. Untuk mencegah gejala katarak sejak dini, kamu dapat melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV saat berada di luar ruangan, terutama saat matahari sedang terik. Sinar UV dapat merusak lensa mata dan meningkatkan risiko katarak.
  • Lindungi mata dari cedera dengan menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas yang berisiko tinggi, seperti olahraga atau pekerjaan yang melibatkan potensi cedera mata.
  • Kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan konsumsi minuman keras. Rokok dan minuman keras dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak. Selain itu, sebaiknya hindari paparan asap rokok karena terdapat radikal bebas yang dapat menyebabkan perubahan molekul protein mata.
  • Terapkan pola makan yang bergizi seimbang dengan konsumsi makanan yang kaya antioksidan seperti buah-buahan dan sayuran berwarna-warni, kacang-kacangan yang mengandung omega-3, ikan, dan lainnya. Nutrisi ini dapat membantu melindungi mata dari kerusakan oksidatif.
  • Diketahui bahwa penyakit diabetes juga dapat meningkatkan risiko katarak. Kalau kamu memiliki diabetes, penting untuk menjaga kadar gula darah dalam batas normal dengan mengikuti rencana pengobatan yang dianjurkan dokter dan menjalankan pola makan yang sehat.
  • Pemeriksaan mata secara rutin. Melalui pemeriksaan mata secara teratur dapat membantu mendeteksi masalah mata sejak dini, termasuk katarak. Konsultasikan dengan dokter mata untuk menjadwalkan pemeriksaan mata.

Ingat, lebih baik mencegah dibanding mengobati, gengs.

Alvin
WRITTEN BY

Alvin

Lifestyle and Entertainment Editor at Oppal, who mainly obsesses over all things pop culture, pizza, and boba drinks with equal enthusiasm. Covering everything from celebrities profile to the best TV shows.