Mengapa Sebuah Karya Lukisan Bisa Dibanderol dengan Harga Mahal? Ini Faktornya

591
1

Lukisan merupakan suatu karya seni yang dihasilkan dari goresan warna pada kertas, kanvas, ataupun dinding. Karya seni ini memiliki banyak peminat meski biasanya dipatok dengan harga yang tergolong mahal, meski hanya sedikit yang memahami keindahan gambar pada lukisan tersebut.

Banyak orang yang mungkin bertanya-tanya mengapa harga dari sebuah lukisan bisa sangat tinggi dan sulit dipercaya. Ternyata ada banyak faktor yang menentukan harga sebuah lukisan. Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Media

Melukis ternyata tidak hanya dibuat dengan menggunakan media seperti kanvas dan cat saja. Faktanya, seorang pelukis bahkan bisa menggunakan lebih dari dua jenis cat dan kuas yang berbeda untuk membuat satu karya.

Selain itu, harga media untuk melukis, seperti kanvas, kuas, dan cat minyak juga memiliki harga yang cukup mahal. Berdasarkan besar ukuran dan kualitasnya, harga satu buah kanvas bisa dijual dari Rp50.000,- hingga Rp500.000,-.

Harga tersebut sudah termasuk satu set cat minyak yang berisikan berbagai warna utama dan satu set kuas dengan berbagai ukuran. Namun, harga ini masih terjangkau untuk seniman entry level alias pemula.

2. Umur

Umur dari karya seni lukis bisa menjadi faktor dalam menentukan harga dari sebuah lukisan. Seperti yang kita ketahui, lukisan yang umurnya sudah berpuluh-puluh tahun harganya pasti cukup mahal.

Karya Leonardo Da Vinci yang berjudul Salvator Mundi adalah salah satu contohnya. Lukisan ini belum diketahui kapan tahun pembuatannya, tetapi lukisan tersebut diperkirakan terjual dengan harga sekitar Rp 6,5 triliun, sehingga lukisan ini diprediksi dibuat antara tahun 1490 sampai 1500.

3. Pelukis

Harga dari sebuah karya lukisan juga bisa ditentukan berdasarkan dari siapa pelukisnya. Karya dari nama-nama terkenal seperti Michelangelo, Donatello, Raffaello Sanzio, Leonardo Da Vinci, Rembrandt van Rijn, Vincent Van Gogh, dan lainnya memiliki harga yang fantastis tentunya.

Terlebih, mereka sudah terkenal sejak ratusan tahun lalu, tepatnya dari tahun 1300 hingga 1600. Pelukis yang terkenal dari zaman dulu juga kebanyakan berasal dari benua Eropa.

Indonesia juga punya pelukis-pelukis hebat yang karyanya dijual dengan harga yang mahal, bahkan sampai dicari oleh orang-orang di luar negeri. Beberapa nama yang menjadi contoh adalah Barli Sasmitawinata, Basuki Abdullah, Oesman Effendi, Raden Saleh, dan masih banyak lagi.

4. Makna Lukisan

Dalam setiap lukisan tentu memiliki makna dibalik pembuatannya. Makna tersebut bisa berupa penggambaran sang pelukis terhadap sesuatu, gambaran emosi sang pelukis, atau kisah yang ingin disampaikan sang pelukis. Contohnya seperti lukisan karya Vincent Van Gogh yang berjudul Café Terrace at Night.

Bagi orang awam, lukisan tersebut mungkin hanya gambar pemandangan di malam hari dari sebuah kafe saja. Namun, ada banyak makna tersembunyi yang tersirat di dalamnya dari Vincent Van Gogh.

5. Ide dan Kualitas Lukisan

Sebuah lukisan bisa dijual dengan harga mahal karena tentu memiliki kualitas dan kemampuan sang pelukis dalam membuat karyanya. Sebab, melukis bukanlah hal yang mudah dan tidak semua orang bisa melakukannya.

Untuk memulai membuat lukisan pun harus mendapatkan ide, dan itu juga tidak mudah. Jadi, kedua hal tersebut juga menjadi alasan utama untuk menghargai setiap karya seni, termasuk seni lukis.

Sejumlah faktor di atas serupa dengan cerita di film Mencuri Raden Saleh yang dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan. Dalam film tersebut, lukisan Raden Saleh menjadi salah satu karya yang dijadikan sebagai misi pencurian.

Bicara mengenai lukisan Raden Saleh, lukisan tersebut sebenarnya merupakan sebuah respons dari lukisan Nicolaas Pieneman, seorang pelukis asal Belanda yang ditugaskan untuk mendokumentasikan momen penangkapan Pangeran Diponegoro pada 28 Maret 1830 silam. Lukisan yang dibuat Pieneman ini diberi nama ‘De onderwerping van Diepo Negoro aan luitenant-generaal baron De Kock’. Setelah diluncurkan, Raden Saleh sempat melihat lukisan Pieneman tersebut ketika ia tinggal dan belajar di Eropa.

Raden Saleh, Pelukis Terkenal Indonesia

Raden Saleh, yang pulang ke Jawa pada tahun 1851 setelah lama belajar di Eropa, mengklaim hubungan kekeluargaannya dengan keluarga gerilya dan menentang tindakan dari pemerintah kolonial Belanda.

Pada tahun 1855, Pangeran Diponegoro pun wafat. Sejarawan seni Werner Krauss pada saat itu menyatakan terinspirasi untuk membuat Penangkapan Pangeran Diponegoro dan merumuskan ulang penangkapan tersebut dari sudut pandang Jawa, daripada sudut pandang kolonial Pieneman. Raden Saleh pun membuat lukisan tersebut.

Lukisan yang dibuat Raden Saleh ini dipandang sebagai rasa nasionalisme pada dirinya. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana ia melawan balik pihak Belanda dengan lukisan versinya, yang merupakan bentuk kritik terhadap tirani Belanda.

Tak hanya itu, lukisan dari Raden Saleh juga terdiri dari tiga bentuk perlawanan seperti berikut:

1) Pieneman memberi judul lukisan buatannya Penyerahan Diri Diponegoro, sedangkan Raden Saleh memberi judul Penangkapan Pangeran Diponegoro.

2) Pieneman menggambarkan Diponegoro dengan wajah lesu dan pasrah, Raden Saleh menggambarkan Diponegoro dengan raut wajah yang tegas dan menahan amarah.

3) Lukisan bendera Belanda yang merupakan hasil karya Pieneman tidak ditampilkan dalam lukisan karya Raden Saleh.

Itulah beberapa alasan mengapa lukisan Raden Saleh bernilai tinggi: kisah, latar belakang dan riwayat pelukis turut menjadi latar belakangnya. Hmm, inikah alasan mengapa Iqbaal Ramadhan dan kawan-kawan berniat mencuri karya Raden Saleh dari Istana Negara?

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Mengapa Sebuah Karya Lukisan Bisa Dibanderol dengan Harga Mahal? Ini Faktornya

  1. · 02/09/2022 at 14:09

    cakeppp