Industri film Indonesia kembali menghadirkan karya drama keluarga lewat Beautiful Pain, film produksi Dapur Film yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 22 Oktober 2026. Film ini menjadi sorotan bukan hanya karena mengangkat perjuangan seorang ibu tunggal, tetapi juga menandai debut penyutradaraan film panjang Dmaz Brodjonegoro.
Nama Dmaz mungkin sudah familier bagi pencinta musik Indonesia. Pasalnya, ia telah mengarahkan sejumlah video musik populer, termasuk karya milik band d’MASIV. Kali ini, Dmaz membawa pengalamannya dalam mengolah cerita visual ke layar lebar dengan dukungan Hanung Bramantyo dan Nikita Mirzani sebagai executive producer.

Penasaran dengan perjalanan karier dan fakta menarik di balik sosok Dmaz Brodjonegoro? Yuk, simak lima hal yang perlu kamu tahu tentang sutradara Beautiful Pain berikut ini!
1. Pernah Jadi Casting Director Film Hanung Bramantyo pada 2006
Kolaborasi Dmaz Brodjonegoro dan Hanung Bramantyo ternyata bukan hal baru. Keduanya sudah bekerja sama sejak 2006, ketika Dmaz dipercaya menjadi casting director untuk film Kamulah Satu-Satunya yang dibintangi Nirina Zubir.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang Dmaz di industri perfilman Indonesia. Setelah sekitar dua dekade, keduanya kembali terlibat dalam proyek yang sama, kali ini dengan peran berbeda.
Dalam Beautiful Pain, Hanung berperan sebagai mentor sekaligus produser yang mendukung Dmaz dalam mewujudkan visi penyutradaraannya. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi salah satu hal menarik di balik produksi film tersebut.
2. Sutradara di Balik Video Musik Populer d’MASIV
Buat kamu yang sering mendengarkan lagu-lagu d’MASIV, visual video musiknya mungkin terasa familier. Dmaz dikenal lewat keterlibatannya dalam menggarap sejumlah video klip band tersebut, termasuk Dengarlah Sayang.
Kiprahnya di dunia video musik juga berlanjut melalui karya On Our Own. Video musik ini disebut berhasil masuk nominasi kategori Best Music Video dalam ajang AMI Awards 2026.
Pengalaman mengarahkan video musik menjadi bekal menarik bagi Dmaz untuk mengembangkan kariernya sebagai sutradara film panjang. Dalam video musik, sutradara perlu menyampaikan emosi dan cerita melalui visual dalam durasi terbatas. Sementara itu, film panjang menuntut pengembangan karakter dan alur cerita yang lebih mendalam.
3. Mengukir Prestasi Lewat Film Pendek Jentera
Sebelum menjajal penyutradaraan film panjang, Dmaz lebih dahulu membangun rekam jejak melalui film pendek. Dua karya yang menjadi bagian dari perjalanannya adalah Jentera (2015) dan Kembara (2025).
Film pendek Jentera mengantarkannya meraih penghargaan Iqbal Rais Special Award for Young Director dalam ajang Piala Maya. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kreatifnya.
Lewat medium film pendek, seorang sineas bisa mengeksplorasi gaya visual, pendekatan penceritaan, hingga cara membangun emosi penonton. Pengalaman ini menjadi bekal bagi Dmaz untuk mengembangkan cerita dengan cakupan lebih luas melalui Beautiful Pain.
4. Angkat Perjuangan Ibu Tunggal dalam Beautiful Pain
Salah satu daya tarik Beautiful Pain adalah ceritanya yang dekat dengan realitas kehidupan. Film ini mengikuti perjalanan Niken, yang diperankan Raihaanun, seorang ibu dua anak yang memilih keluar dari pernikahan toksik bersama suaminya, Dirga (Baim Wong).
Keputusan tersebut membuat kehidupan Niken berubah drastis. Dari kehidupan berkecukupan, ia harus memulai kembali dari nol dan tinggal di rumah ibunya. Di tengah perubahan itu, Niken berusaha membangun kehidupan yang lebih baik sekaligus memperjuangkan harga dirinya demi kedua anaknya.
Melalui kisah tersebut, Beautiful Pain menghadirkan perspektif tentang keberanian mengambil keputusan sulit, menghadapi perubahan, dan menemukan kekuatan setelah melewati hubungan yang tidak sehat.
Tema ini juga memperlihatkan bahwa perjuangan seorang ibu tunggal bukan sekadar soal memenuhi kebutuhan keluarga. Ada proses emosional, penyesuaian hidup, dan keberanian untuk menentukan masa depan yang lebih baik.
5. Dibintangi Aktor Lintas Generasi
Debut penyutradaraan Dmaz di layar lebar turut didukung jajaran pemain dari berbagai generasi. Selain Raihaanun dan Baim Wong, film ini menghadirkan Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Nikita Mirzani, Dimas Aditya, Siti Fauziah, dan Sha Ine Febriyanti.
Deretan pemain lainnya meliputi Anantya Kirana, Evano Zyan, Willem Bevers, Anastasia Herzigova, hingga Berlliana Lovell.
Kehadiran para pemain tersebut menjadi salah satu elemen yang menarik untuk dinantikan, terutama dalam menghidupkan dinamika keluarga dan konflik yang menjadi inti cerita Beautiful Pain.
Di sisi produksi, keterlibatan Hanung Bramantyo dan Nikita Mirzani sebagai executive producer turut menambah perhatian terhadap film ini. Kolaborasi tersebut sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan karier Dmaz, dari mengarahkan video musik dan film pendek hingga memimpin sebuah film panjang.
Beautiful Pain dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Buat kamu yang tertarik dengan drama keluarga tentang perjuangan, keberanian, dan kesempatan untuk memulai kembali, film ini bisa masuk daftar tontonanmu.
Bayu Dewantara