Fenomena astronomi selalu menarik untuk disaksikan dan tidak akan pernah ada habisnya. Pada Agustus 2026, terjadi beberapa peristiwa yang akan mewarnai langit-langit bumi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Namun, fenomena ini tidak semuanya bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia dikarenakan kondisi geografis Bumi, waktu terjadinya, dan letak atau tempat fenomena akan terjadi di beberapa wilayah.
Untuk melihat beberapa fenomena astronomis di antaranya memerlukan alat khusus, karena tidak semua fenomena ini bisa langsung dilihat dengan mata telanjang. Walaupun ada beberapa keterbatasan, momen ini patut untuk kita ikuti karena lewat pengalaman ini kita bisa melihat bagaimana aktivitas Tata Surya dan melihat keagungan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Penasaran apa saja hal-hal yang perlu kamu ikuti sepanjang bulan Agustus ini? Yuk simak artikel ini dan catat kapan dan waktu kejadiannya. Fenomena Astronomi yang Akan Menghiasi Langit Bumi:
Gerhana Matahari Total

Salah satu fenomena astronomi yang akan terjadi pada bulan Agustus 2026 adalah terjadinya gerhana Matahari total di beberapa wilayah tertentu, khususnya di bagian Eropa. Jalur gerhana matahari ini akan melintasi beberapa negara seperti Islandia, Greenland, Samudra Atlantik, hingga ke sebagian wilayah Spanyol.
Durasi gerhana matahari diprediksi sekitar 2 menit 18 detik dan akan membuat langit siang hari seperti waktu sore hari. Sayangnya, fenomena ini tidak akan melintasi wilayah Indonesia. Karena itu, kita tidak bisa menyaksikan salah satu momen langka untuk kali ini. Untuk itu, ada beberapa siaran langsung untuk mendokumentasikan fenomena astronomi ini yang bisa disaksikan melalui TV atau ponsel pintar kamu.
Bulan Berdekatan dengan Saturnus

Bulan dikabarkan akan terlihat berdekatan dengan planet Saturnus pada 4 Agustus 2026. Jarak mereka diprediksi akan terlihat kurang lebih 6 derajat pada konstelasi Pisces.
Fenomena astronomis yang satu ini sudah bisa diamati sejak malam hingga waktu fajar. Planet Saturnus akan terlihat seperti titik cahaya yang stabil dan tidak berkedip-kedip layaknya bintang.
Selain itu, pada 31 Agustus Bulan akan kembali terlihat berdekatan dengan Saturnus dengan perkiraan jarak sekitar 6 derajat di kawasan konstelasi Pisces. Fenomena ini bisa disaksikan sejak malam hingga menjelang fajar.
Bulan Berdekatan dengan Planet Mars
Tidak hanya Saturnus, pada waktu subuh menjelang fajar, akan terjadi fenomena bulan sabit tua yang akan berdekatan dengan planet Mars pada 9 Agustus 2026 di kawasan konstelasi Taurus. Jarak antara Mars dan Bulan diperkirakan sedekat 4 derajat.
Planet Mars juga dikenal dengan rona yang kemerahan, sedangkan Bulan hanya akan menampilkan bagian kecil dari permukaannya yang diterangi oleh cahaya Matahari.
Puncak Hujan Meteor Perseid
Akan terjadi fenomena hujan meteor yang bisa disaksikan pada tanggal 12-13 Agustus 2026. Fenomena hujan meteor menjadi salah satu fenomena yang paling banyak ditunggu oleh masyarakat karena akan terlihat indah mewarnai langit Bumi.
Aktivitas Perseid akan berlangsung dari 17 Juli hingga 24 Agustus dan puncaknya diperkirakan akan terjadi pada 13 Agustus. Hujan meteor terjadi karena debu dan serpihan yang ditinggalkan komet 109P/Swift-Tuttle.
Pada kondisi idealnya, Perseid bisa menghasilkan sekitar 50 hingga 100 meteor per jam dan dikenal memiliki laju yang cepat, terang, dan sebagian dapat meninggalkan jejak cahaya di langit.
Baca juga: Ide Lomba Acara 17 Agustus 2026 yang Seru Untuk Lingkungan RT RW
Bulan Purnama dan Gerhana Bulan Sebagian
Bulan akan mencapai fase bentuk purnama pada 28 Agustus 2026 pada pukul 11.18 WIB. Pada tanggal yang bersamaan akan terjadi fenomena Gerhana Bulan Sebagian dengan sekitar 93% piringan Bulan, masuk ke dalam bayangan Umbra Bumi.
Wilayah yang bisa mengamati fenomena astronomis ini di antaranya Amerika, Eropa, Afrika, dan sebagian Samudra Pasifik. Untuk Indonesia, sayangnya tidak masuk ke dalam wilayah yang dapat menyaksikan fenomena hebat ini, karena letaknya berada di bawah cakrawala ketika fase gerhana berlangsung.
Walaupun begitu, masyarakat di Indonesia tetap bisa menyaksikan bulan purnama pada malam sebelum maupun sesudah tanggal tersebut.
Puncak Hujan Meteor Kappa Cygnid

Selain hujan meteor Perseid, pada Agustus 2026 akan terjadi fenomena hujan meteor Minor Kappa Cygnid. Kejadian langka ini akan berlangsung sekitar 3–25 Agustus dan puncaknya pada 18 Agustus.
Meteor Kappa Cygnid memiliki intensitas yang lebih rendah dibandingkan dengan Perseid. Radiantnya berada di kawasan langit yang berdekatan dengan konstelasi Cygnus. Bagi beberapa pengamat yang ada di Indonesia, fenomena seperti ini akan sangat menantang karena posusu radian yang berada di langit utara. Meskipun demikian, meteor yang muncul tetap akan melintas di bagian langit lainnya.
Komet 10P/Tempel
Komet ini diperkirakan akan mencapai jarak yang berdekatan dengan bumi sekaligus berada di tingkat kecerlangan terbaiknya pada 3 Agustus 2026. Jaraknya diprediksi sekitar 0,41 satuan astronomi.
Tingkat kecemerlangannya akan mencapai magnitudo 7,4, dan komet ini membutuhkan binocular atau teleskop kecil untuk bisa melihatnya, tidak bisa menggunakan mata telanjang. Disarankan berada pada lokasi yang tingkat polusi cahayanya rendah, agar bisa terlihat dengan jelas.
Muhammad Ichsan