Cara Membersihkan Kendaraan yang Terkena Abu Vulkanik, Jangan Langsung Dilap!

  • Muhammad Ichsan

Baru-baru ini terjadi fenomena alam yang cukup membuat kita lebih waspada. Erupsi Gunung Anak Krakatau baru saja terjadi di awal bulan September 2026 ini dan abu vulkaniknya tersebar hingga ke beberapa wilayah, khususnya kawasan Jabodetabek. Warga-warga yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pun dibuat kaget saat mendapati kendaraannya tertutup dengan lapisan abu yang cukup tebal usai kejadian tersebut.


Nah, dalam artikel kali ini, Oppal akan membahas bagaimana cara membersihkan abu vulkanik dengan benar yang menutupi mobil. Simak penjelasan berikut.


Source photo: medcom.id


Bukan Merupakan Debu Biasa


Banyak yang mengira bahwa abu vulkanik sama seperti debu jalanan pada umumnya yang bisa langsung dibersihkan dengan cara sekali lap. Padahal, karakteristik abu vulkanik sangat jauh berbeda. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa partikel abu ini bersifat keras dan tajam. "Partikelnya dapat mengandung material mineral dan pecahan vulkanik yang keras serta abrasif. Kalau langsung dilap atau digosok dalam keadaan kering, bisa menimbulkan goresan halus pada clear coat maupun kaca," ucap Yannes.


Struktur abu vulkanik memang mengandung silika yang menyerupai serpihan kaca. Karena itu, membuat kesalahan kecil ketika membersihkan kendaraan dapat berakibat fatal dan membuat bodi maupun kaca mobil baret secara permanen, meski goresan tersebut mungkin baru akan terlihat jelas setelah permukaan kembali bersih.


Langkah Pertama: Bilas Dengan Air, Bukan Dilap


Kesalahan yang paling sering terjadi adalah langsung menggunakan kain lap, bahkan kemoceng, untuk membersihkan abu vulkanik yang menempel di permukaan mobil. Padahal, langkah awal yang perlu dilakukan justru bukan mengelap, melainkan membilas kendaraan dengan air mengalir dalam jumlah yang cukup, dimulai dari bagian atas kendaraan hingga ke bawah. Cara ini dilakukan untuk memastikan seluruh abu benar-benar hilang dari permukaan mobil.


Sebelum proses membilas, sebaiknya angkat wiper terlebih dahulu dan jangan diaktifkan ketika kaca masih dalam kondisi kering, karena gesekan karet wiper dengan abu yang masih menempel juga berpotensi menimbulkan goresan.


Gunakan Sabun Khusus, Bukan Sabun Asal-Asal


Setelah dibilas di awal, lanjutkan dengan menggunakan sampo atau sabun khusus yang memang diperuntukkan untuk membersihkan mobil. Jangan gunakan deterjen atau sabun rumah untuk membersihkan piring atau baju, karena kandungan formulanya tidak dirancang untuk melindungi lapisan cat kendaraan. Usap permukaan mobil secara lembut menggunakan kain microfiber bersih dan pastikan seluruh celahnya dibersihkan hingga tidak ada noda yang tertinggal.


Jika memungkinkan, gunakan metode two bucket, yaitu dengan satu ember berisi larutan sampo dan satu ember lagi khusus untuk membilas sarung tangan atau spons. Cara seperti ini dilakukan untuk mengurangi risiko partikel abu yang tersisa kembali menggores permukaan cat saat proses pencucian berlangsung.


Jangan Sampai Terlewat Bagian Karet Wiper yang Tersembunyi


Bagian yang sering terlewatkan saat membersihkan mobil dari abu vulkanik yaitu karet wiper. Karet ini sebaiknya dilepas dari batang wiper, kemudian dicuci dengan air bersih, setelah itu dikibaskan atau dihentakan pada papan karet untuk memastikan material abu benar-benar hilang dan terlepas. Agar lebih pasti, karet wiper juga bisa disemprot dengan kompresor angin.


Setelah selesai melakukan proses pencucian, keringkan karet wiper dengan kain lembut dan lembap dengan gerakan searah, bukan memutar atau menggosoknya secara berlawanan arah, untuk menghindari risiko terjadinya baretan baru akibat sisa partikel abu yang tertinggal dan belum hilang secara sempurna.


Baca juga: Stay Safe! Ini Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik Erupsi Gunung Krakatau


Hindari Memasang Car Cover Saat Mobil Masih Berdebu


Satu hal yang perlu diperhatikan: sebaiknya jangan memasang atau menggeser car cover pada mobil yang bagian bodinya masih dipenuhi abu vulkanik. Gesekan antara kain penutup dan partikel abu berpotensi memperbesar risiko baret pada kendaraan.


Lindungi Diri Saat Membersihkan Kendaraan


Selain memperhatikan cara membersihkan mobil, penting untuk melindungi diri sendiri saat sedang membersihkan mobil. Gunakan masker untuk menghindari risiko menghirup partikel abu vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan paru-paru, terutama jika proses pembersihan dilakukan dalam durasi yang cukup lama atau di dalam area yang masih terpapar abu.


Segera Bersihkan Jangan Ditunda


Jangan tunda membersihkan kendaraan yang terkena abu vulkanik. Abu yang sudah tercampyr air hujan dapat berpotensi menggumpal dan menjadi lumpur yang lengket yang mengakibatkan sulit untuk dibersihkan. Sebagai langkah untuk mengantisipasi kedepannya, kendaraan sebaiknya ditutupi menggunakan car cover setelah sudah bersih, guna menghindari sisiko dari abu erupsi susulan yang mungkin bisa terjadi.