Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan besar, Magnitudo 7,7, yang mengguncang wilayah laut barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin pagi (8/6/2026).
Berdasarkan analisis data dari BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat geografis 5,69 Lintang Utara (LU) dan 125,05 Bujur Timur (BT). Pusat gempa ini tepatnya berada di laut pada jarak 236 kilometer arah barat laut Tahuna, dengan kedalaman hiposenter mencapai 105 kilometer di bawah permukaan laut.
Status Peringatan Dini dan Wilayah Terdampak
Berdasarkan hasil pemodelan matematis dampaknya, BMKG menyatakan bahwa gempa bumi ini berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Sebagai langkah antisipasi, otoritas terkait langsung menetapkan dua status siaga bencana, yaitu Status Siaga dan Status Waspada, untuk sejumlah wilayah di Indonesia bagian tengah dan timur.
1. Wilayah dengan Status SIAGA: Masyarakat yang berada di wilayah ini diperkirakan akan kedatangan gelombang tsunami dalam rentang waktu pukul 06.51 WIB hingga 07.34 WIB. Daerah-daerah tersebut meliputi:
Kepulauan Sangihe
Kota Manado
Minahasa Utara bagian utara
Minahasa bagian utara
Kepulauan Minahasa
Minahasa Selatan bagian utara
Bolaang Mongondow bagian utara
Gorontalo bagian utara
Kabupaten Buol
Kabupaten Tolitoli
2. Wilayah dengan Status WASPADA: Estimasi waktu tiba gelombang tsunami untuk wilayah dengan status waspada berkisar antara pukul 06.58 WIB hingga 08.14 WIB. Daerah-daerah tersebut meliputi:
Kepulauan Talaud
Kota Bitung
Halmahera
Donggala bagian utara
Minahasa Selatan bagian selatan
Kota Ternate
Kota Tidore
Kutai Timur
Bulungan
Nunukan
Imbauan Mitigasi dan Evakuasi dari BMKG
Mengingat adanya ancaman keselamatan, BMKG mengimbau keras pemerintah daerah (Pemda) bersama instansi terkait untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi konkret berdasarkan status kedaruratan wilayah masing-masing.
Bagi wilayah yang masuk dalam Status Siaga, pemerintah daerah diminta untuk mengarahkan dan memobilisasi masyarakat agar segera melakukan proses evakuasi menyeluruh menuju ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Sementara itu, untuk warga di area Status Waspada, diimbau untuk segera menjauhi kawasan pantai serta tepian sungai yang terhubung langsung ke laut.
Pihak BMKG juga meminta seluruh lapisan masyarakat di wilayah terdampak untuk sebisa mungkin tetap tenang, tidak panik secara berlebihan, serta menghindari informasi hoaks yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan hanya memantau dan mengikuti instruksi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), maupun arahan langsung dari pemerintah daerah setempat.
Bayu Dewantara