Sumber Gambar: Indonesian Pop Base via X (x.com/iPopBase)
Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Idgitaf, membawa karyanya ke panggung musik internasional. Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” diajukan untuk dipertimbangkan dalam ajang Grammy Awards 2027, tepatnya pada kategori baru Best Asian Pop Music Performance.
Kabar tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi label Idgitaf, @idgitafmusik, pada 16 Oktober 2026. Pengajuan ini menjadi sorotan karena Grammy Awards ke-69 menghadirkan kategori khusus untuk mengapresiasi penampilan musik pop Asia.
Idgitaf Bidik Kategori Baru Grammy Awards
Dalam unggahannya, pihak label mencantumkan tulisan “For your Grammy consideration” disertai nama kategori Best Asian Pop Music Performance dan judul lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan”. Pengumuman tersebut menjadi penanda bahwa karya Idgitaf diajukan untuk masuk dalam pertimbangan Recording Academy, lembaga penyelenggara Grammy Awards. Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” dirilis pada 8 Oktober 2025. Idgitaf menulis lagu tersebut bersama Enrico Octaviano dan Vinson Vivaldi. Dalam proses produksinya, Enrico juga bertindak sebagai produser sekaligus pengaransemen.
Idgitaf mengajukan lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” untuk dipertimbangkan ke ajang Grammy Awards (Sumber Gambar: instagram.com/idgitafmusik)
Sebagai informasi Oppal Gengs, Best Asian Pop Music Performance merupakan kategori baru yang diperkenalkan Recording Academy untuk Grammy Awards ke-69. Kategori ini mengapresiasi keunggulan artistik dalam penampilan musik pop Asia, dengan K-pop, J-pop, dan C-pop sebagai beberapa contoh genre yang dapat dipertimbangkan.
Salah satu kriteria kategori tersebut adalah penggunaan satu atau lebih bahasa Asia secara bermakna dalam lagu. Penilaian juga tidak semata-mata didasarkan pada kewarganegaraan atau etnis penyanyi, melainkan karakter musik dan kesesuaian karya dengan ketentuan yang ditetapkan Recording Academy. Grammy Awards ke-69 dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2027. Kehadiran kategori baru ini menjadi salah satu perubahan dalam penyelenggaraan ajang penghargaan musik tersebut.
Sedia Aku Sebelum Hujan Masuk Periode Kelayakan Rilis
Salah satu ketentuan dalam pengajuan Grammy Awards adalah periode kelayakan rilis rekaman. Untuk Grammy Awards 2027, rekaman yang memenuhi syarat harus dirilis pada 31 Agustus 2025 hingga 28 Agustus 2026. Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” yang dirilis pada 8 Oktober 2025 berada dalam rentang waktu tersebut. Meski demikian, kesesuaian tanggal rilis tidak otomatis menjamin sebuah karya memenuhi seluruh persyaratan untuk dipertimbangkan.
Recording Academy juga menetapkan ketentuan terkait ketersediaan rekaman secara komersial, distribusi, identifikasi rekaman, dan kelengkapan informasi kredit. Data pencipta lagu, produser, dan pihak lain yang terlibat dalam proses rekaman menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan kelayakan.
Pengajuan karya juga harus dilakukan melalui anggota profesional atau anggota pemilih Recording Academy maupun perusahaan media yang memenuhi ketentuan pendaftaran. Label rekaman, perusahaan distribusi, dan perusahaan manajemen dapat mengajukan karya apabila terdaftar dan memenuhi persyaratan yang berlaku. Karena itu, status pengajuan “Sedia Aku Sebelum Hujan” perlu dibedakan dari nominasi resmi. Karya yang diajukan masih harus melewati pemeriksaan kelayakan dan tahapan seleksi sebelum dapat ditetapkan sebagai salah satu nominasi.
Baca Juga: Bangga! Anggun Bawa Pulang Penghargaan Tertinggi Budaya dari Prancis
Musisi Indonesia Pernah Mendapat Pengakuan Grammy Awards
Idgitaf bukan satu-satunya musisi Indonesia yang memiliki rekam jejak di Grammy Awards. Sebelumnya, pianis jazz Joey Alexander mencuri perhatian dunia ketika memperoleh dua nominasi pada Grammy Awards ke-58 pada 2016, saat usianya baru 12 tahun.
Joey masuk nominasi Best Improvised Jazz Solo melalui lagu “Giant Steps” dan Best Jazz Instrumental Album lewat album My Favorite Things. Ia kembali memperoleh nominasi pada 2017 melalui lagu “Countdown” dalam kategori Best Improvised Jazz Solo.
Musisi Indonesia lainnya juga terlibat dalam karya yang mendapat pengakuan Grammy melalui musik rohani. Sari Simorangkir merupakan pencipta lagu “Kau Rajaku”, yang menjadi lagu pembuka album Covered: Alive in Asia milik Israel & New Breed. Album tersebut memenangkan kategori Best Gospel Album pada Grammy Awards 2016.
Sidney Mohede juga terlibat dalam karya Israel Houghton. Ia menjadi salah satu penulis lagu “Hosanna (Be Lifted Higher)”, yang terdapat dalam album Love God, Love People. Album tersebut memenangkan kategori Best Gospel Album pada Grammy Awards 2011. Sementara itu, Theresa Kusumadjaja tercatat masuk nominasi Grammy Awards 2026 sebagai produser untuk video musik “So Be It” milik Clipse, Malice, dan Pusha T.
Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa kontribusi musisi Indonesia di Grammy Awards hadir melalui beragam jalur, mulai dari penampilan sebagai musisi hingga penciptaan dan produksi karya.
Pengajuan “Sedia Aku Sebelum Hujan” kini menambah perhatian terhadap kiprah Idgitaf di tingkat internasional. Namun, apakah lagu tersebut akan masuk daftar nominasi resmi masih harus menunggu pengumuman Recording Academy yang dijadwalkan pada 16 November 2026. Kita tunggu saja pengumuman nominasi resminya pada November mendatang. Semoga Idgitaf berhasil masuk nominasi, ya, Oppal Gengs!
Reyvan