Spam judi online melonjak 128 persen pada Januari-Juni 2026 dan kini menyebar di Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, hingga X.
Jaringan bot internasional dari India dan Brasil memantau unggahan viral, termasuk konten Piala Dunia 2026, lalu membanjiri kolom komentar menggunakan promosi judi online.
Modus yang digunakan dikenal sebagai command spam farming, yakni ribuan akun palsu yang dikendalikan secara terpusat untuk menyebarkan tautan judi secara massal.
Komdigi menggandeng Meta dan aparat penegak hukum untuk memberantas spam judi online, serta mengimbau masyarakat agar tidak mengklik tautan spam dan segera melaporkan akun pelaku.
Pernahkah Oppal Gengs membuka Instagram, TikTok, atau YouTube lalu menemukan kolom komentar dipenuhi kata-kata seperti "gacor", "maxwin", dan "slot"? Fenomena ini belakangan semakin sering muncul, terutama pada unggahan yang sedang viral atau memiliki tingkat interaksi tinggi. Tidak sedikit pengguna yang menganggapnya sekadar ulah akun iseng atau strategi promosi biasa.
Padahal, di balik banjir komentar tersebut terdapat operasi yang terorganisasi dan melibatkan jaringan lintas negara. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkap bahwa lonjakan komentar spam promosi judi online meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Modus ini memanfaatkan ribuan akun bot untuk menyebarkan tautan judi secara massal dan menjangkau lebih banyak pengguna media sosial.
Spam Judi Online Naik 128 Persen
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2026 terjadi kenaikan 128 persen komentar spam yang mempromosikan judi online pada sejumlah akun media sosial pemerintah. Temuan tersebut menunjukkan adanya perubahan pola operasi pelaku yang kini semakin agresif dan terstruktur. Serangan tidak lagi terbatas pada satu platform, melainkan menyebar ke Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, hingga X.
"Hasil analisis kami menunjukkan bahwa ini bukan komentar biasa. Bot otomatis memantau akun-akun yang memiliki interaksi tinggi, lalu secara cepat membanjiri kolom komentar menggunakan promosi dan tautan judi online," ujar Alexander dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Senin (29/6/2026). Menurutnya, pola tersebut menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan teknologi otomatis untuk memperluas jangkauan promosi secara cepat dan masif.
Baca Juga: Komdigi Bakal Gunakan AI untuk Salurkan Bansos, Sasar 50 Juta Warga Indonesia
Memanfaatkan Euforia Piala Dunia 2026
Kemkomdigi juga menemukan bahwa euforia Piala Dunia FIFA 2026 ikut dimanfaatkan oleh jaringan judi online. Bot otomatis memantau unggahan yang ramai membahas pertandingan, hasil laga, hingga momen viral selama turnamen berlangsung. Setelah sebuah unggahan memperoleh banyak interaksi, kolom komentarnya langsung dibanjiri promosi judi online dalam hitungan menit.
Modus ini dipilih karena dianggap lebih sulit dideteksi dibanding iklan digital biasa. Pelaku terus mengganti kata kunci, tagar, serta pola penyebaran spam agar lolos dari sistem moderasi platform. Kemkomdigi menemukan adanya penggunaan tagar tertentu, termasuk #Rawitbet, yang terhubung dengan jaringan afiliasi judi online dan dimanfaatkan untuk mengarahkan pengguna ke situs tertentu.
Modus Command Spam Farming
Metode tersebut sebagai command spam farming. Dalam praktiknya, ribuan akun palsu atau akun bayangan dikendalikan secara terpusat untuk menyebarkan promosi dan tautan judi online. Sistem ini memungkinkan pelaku menyerang banyak akun sekaligus, terutama akun yang sedang viral dan memiliki jangkauan besar.
Komdigi juga menemukan bahwa operasi spam tersebut semakin terorganisasi. Bot diketahui berasal dari India dan Brasil, sementara operasinya dikendalikan jaringan agen di Indonesia yang menjadi bagian dari ekosistem white label dan memiliki lebih dari 138 agen aktif. Bahkan, sekitar 52 persen target spam kini mengarah ke akun influencer daerah karena dinilai memiliki tingkat kepercayaan audiens yang tinggi serta moderasi komentar yang lebih longgar.
Komdigi Gandeng Meta dan Aparat Penegak Hukum
Sebagai respons atas temuan tersebut, Kemkomdigi memperkuat koordinasi bersama penyelenggara platform digital, khususnya Meta. Kedua pihak membentuk tim bersama yang bertugas mempercepat deteksi akun bot, memperkuat moderasi, dan membersihkan komentar spam di berbagai platform media sosial. Langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran promosi judi online yang semakin masif.
Selain itu, Kemkomdigi juga berkoordinasi dengan Kepolisian RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kerja sama tersebut difokuskan pada percepatan penindakan terhadap jaringan judi online, termasuk pemutusan akses terhadap situs yang terindikasi melanggar hukum. Upaya lintas lembaga ini diharapkan dapat memutus rantai kejahatan digital yang melibatkan jaringan internasional.
Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?
Pakar mengingatkan masyarakat agar tidak membalas ataupun mengklik tautan yang dibagikan akun spam. Tautan tersebut berpotensi mengarahkan pengguna ke situs berbahaya atau menjadi pintu masuk promosi judi online yang lebih luas. Pengguna juga diminta untuk lebih waspada ketika menemukan komentar mencurigakan pada unggahan yang sedang viral.
Kemkomdigi turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi penyebaran judi online. "Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengakses, membagikan, maupun berinteraksi dengan promosi judi online. Kewaspadaan publik menjadi bagian penting dalam memutus rantai penyebaran kejahatan digital lintas negara ini," tutup Alexander. Selain itu, pengguna disarankan memanfaatkan fitur filter kata kunci seperti "judol", "slot", "gacor", atau "maxwin" dan segera melaporkan akun yang mempromosikan judi online agar dapat ditindak oleh platform
Reyvan