Mengenal Bapak Anwar Hafid, Gubernur Sulteng di Balik UKT Gratis S1-S3

  • Naufal Mamduh

Oppal Gengs, nama Gubernur Sulawesi Tengah Bapak Anwar Hafid belakangan ramai diperbincangkan setelah program pendidikan gratis yang dijalankan pemerintah provinsi mendapat perhatian netizen. Salah satu yang paling banyak disorot adalah Berani Cerdas, program beasiswa yang membantu masyarakat Sulawesi Tengah mendapatkan akses pendidikan tinggi.

Perbincangan ini ikut mencuat setelah komika Arie Kriting bertanya di media sosial mengenai kepala daerah yang memiliki program nyata dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Warga Sulawesi Tengah kemudian ramai membagikan pengalaman mereka dan menyebut program Berani Cerdas sebagai salah satu kebijakan yang membantu masyarakat.

Program tersebut awalnya menyasar pendidikan jenjang sarjana. Namun, cakupannya kemudian diperluas hingga S2 dan S3 pada 2026. Lantas, siapa sebenarnya Bapak Anwar Hafid yang berada di balik program tersebut?

Dari Kepala Desa hingga Gubernur Sulawesi Tengah

Bapak Anwar Hafid lahir di Wosu, Bungku Barat, Morowali, Sulawesi Tengah, pada 14 Agustus 1969. Sebelum menduduki kursi gubernur, ia lebih dulu menjalani perjalanan panjang di pemerintahan daerah.

Kariernya dimulai dari tingkat desa. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Ujung Pandang pada 1991, Bapak Anwar menjadi Kepala Desa Rantebala, Kabupaten Luwu, pada 1992 hingga 1997.

Perjalanannya kemudian berlanjut ke sejumlah posisi birokrasi, mulai dari sekretaris camat, kepala bagian pemerintahan, hingga asisten pemerintahan. Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia kemudian terpilih sebagai Bupati Morowali selama dua periode pada 2007–2018.

Setelah itu, Bapak Anwar melanjutkan karier politiknya sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024. Ia kemudian maju dalam Pilkada Sulawesi Tengah 2024 dan terpilih sebagai gubernur untuk periode 2025–2030.

Baca juga: Demi Calon Sineas Muda Indonesia, Yayasan Dian Sastro Resmi Buka Beasiswa di Jogja Film Academy

Punya Pengalaman dengan Program Pendidikan Gratis

Program pendidikan gratis yang kini dibawa ke tingkat provinsi ternyata bukan gagasan yang benar-benar baru bagi Bapak Anwar Hafid.

Saat menjadi Bupati Morowali, ia telah menjalankan program pendidikan gratis dari tingkat SD hingga SMA. Pada periode berikutnya, kebijakan tersebut kemudian dikembangkan dengan memberikan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah.

Pengalaman itulah yang kemudian menjadi salah satu fondasi ketika Bapak Anwar memimpin Sulawesi Tengah. Melalui Berani Cerdas, pemerintah provinsi memberikan bantuan pendidikan bagi masyarakat agar biaya bukan menjadi penghalang untuk melanjutkan kuliah.

Sepanjang 2025, program tersebut telah menjangkau 23.569 penerima dengan alokasi anggaran lebih dari Rp84 miliar. Program ini juga melibatkan perguruan tinggi untuk memperluas akses pendidikan masyarakat Sulawesi Tengah.

Berani Cerdas Kini Sampai S2 dan S3

Yang membuat program ini semakin menarik adalah perluasan cakupannya. Pada 2026, Pemprov Sulawesi Tengah memperluas Berani Cerdas ke jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3).

Namun, skemanya tidak sama dengan jenjang S1 yang cakupannya lebih luas. Untuk S2 dan S3, penerima dipilih secara lebih selektif dan diarahkan pada bidang yang dianggap strategis bagi kebutuhan daerah.

Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain kedokteran spesialis, pertambangan, tenaga ahli strategis, keperawatan, notariat, hingga profesi insinyur. Penerima juga diwajibkan kembali mengabdi di Sulawesi Tengah setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan program.

Artinya, program tersebut tidak hanya dirancang untuk membantu masyarakat mendapatkan gelar akademik. Pemerintah daerah juga ingin lulusan yang memperoleh bantuan dapat kembali membawa keahlian mereka untuk mendukung pembangunan di daerah.

Bukan Cuma Pendidikan, Ada Program Kesehatan

Selain pendidikan, Bapak Anwar Hafid juga membawa program yang menyasar sektor kesehatan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengembangkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat dengan mengandalkan identitas kependudukan. Kebijakan tersebut diarahkan agar warga dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani persoalan biaya.

Bagi Bapak Anwar, pendidikan dan kesehatan merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kebijakan yang menyentuh dua sektor tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintahannya.

Baca juga: Putusan MK: Dana Pendidikan Tidak Boleh Disedot untuk Keperluan Program MBG!

IPM Sulawesi Tengah Ikut Meningkat

Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga tercermin dari data Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IPM Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 72,82, naik 0,58 poin atau 0,80 persen dibandingkan 2024.

Meski kenaikan IPM tentu tidak bisa secara otomatis dikaitkan hanya dengan satu program atau satu kepala daerah, angka tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya peningkatan pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat.

Sementara itu, program Berani Cerdas masih terus berjalan. Pada 2026, bahkan sudah tersedia skema beasiswa dan bantuan pendidikan untuk jenjang S2 dan S3 melalui periode akademik 2026/2027.

Dari perjalanan sebagai kepala desa, birokrat, bupati, anggota DPR RI, hingga gubernur, Bapak Anwar Hafid kini membawa pengalaman panjang tersebut ke tingkat provinsi.

Program Berani Cerdas pun menjadi salah satu kebijakan yang paling banyak mendapat perhatian karena menyentuh kebutuhan yang dekat dengan masyarakat: kesempatan untuk kuliah tanpa terbebani biaya pendidikan.

Bagaimana menurut Oppal Gengs, kalau program kuliah gratis seperti ini diterapkan lebih luas di berbagai daerah, apakah bisa menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan tinggi?