Pernah nggak sih, lagi santai tapi tiba-tiba kepikiran sesuatu terus jadi kemana-mana? Dari hal kecil kayak chat yang belum dibalas, sampai overthinking soal masa depan. Kalau iya, welcome to the club, kamu nggak sendirian!
Overthinking itu wajar, apalagi buat anak muda yang lagi fase cari arah hidup. Tapi, kalau dibiarkan, bisa bikin capek mental, susah tidur, bahkan overthinking bisa “ngerebut” kebahagiaan kamu sekarang.
Nah, ini dia cara-cara simpel tapi efektif buat ngatasin overthinking 👇
1. Sadar Dulu: “Eh, Gue Lagi Overthinking”
Langkah pertama tuh bukan langsung stop, tapi sadar dulu. Kadang kita kebawa arus pikiran tanpa sadar. Begitu kamu notice, “Oh, ini gue lagi overthinking,” itu udah jadi progress besar.
Untuk mengatasinya kamu bisa coba kasih label ke pikiran kamu sendiri, misalnya: “Ini cuma pikiran, bukan fakta.”
2. Tulis Semua yang Ada di Kepala
Daripada muter terus di otak, sebaiknya “dipindahin” ke
kertas atau notes HP.
Menulis bikin pikiran:
·
Lebih terstruktur
·
Nggak terlalu chaotic
·
Lebih gampang dicari solusinya
Nggak perlu rapi, yang penting jujur.
3. Bedain: Ini Bisa Dikontrol atau Nggak?
Overthinking sering muncul karena kita mikirin hal yang
sebenarnya di luar kontrol.
Coba tanya ke diri sendiri:
·
“Ini bisa gue kontrol nggak?”
Kalau bisa, ambil aksi kecil, tapi kalau nggak bisa, learn
to let it go.
Contoh:
·
Nilai ujian → bisa belajar (kontrol)
· Pendapat orang → nggak bisa dikontrol
4. Stop “What If” Berlebihan
“What if gue gagal?”, “what if dia nggak suka gue?”, “what if nanti berantakan?”. Masalahnya, otak kita lebih sering bikin skenario buruk daripada realistis. Jadi, sebaiknya ganti dengan “what if semuanya ternyata baik-baik saja?”
5. Alihkan Energi ke Aktivitas Nyata
Overthinking itu hidup di kepala. Jadi, cara melawannya adalah dengan pindah ke dunia nyata. Kamu bisa coba olahraga ringan, dengerin musik, jalan santai, ngobrol sama temen, atau sekadar gerak karena bisa bantu otak buat istirahat.
6. Batasi Waktu Buat “Mikir”
Ini unik tapi works banget! Kasih waktu khusus buat mikir, misalnya, 15–20 menit per hari buat “worry time”. Di luar waktu itu? Stop. Nanti dipikirin lagi pas jadwalnya. Ini membantu kamu mengontrol pikiran, bukan dikontrol pikiran.
7. Jangan Dipendem Sendirian
Kadang kita overthinking karena semua dipikirin sendiri. Padahal, cerita ke orang bisa kasih perspektif baru, bikin lega, ngerasa lebih ringan. Jadi, nggak harus banyak orang, cukup satu yang kamu percaya.
8. Latih Mindfulness (Hidup di Sekarang)
Overthinking itu biasanya mikirin masa lalu, atau khawatir soal masa depan. Padahal hidup terjadi di sekarang. Coba hal simpel seperti fokus ke napas, rasakan sekitar, nikmati momen-momen kecil.
9. Terima Kalau Nggak Semua Harus Sempurna
Banyak overthinking muncul karena pengen semuanya perfect. Padahal realitanya nggak semua hal harus jelas sekarang, dan nggak semua keputusan harus sempurna. Kadang “cukup baik” itu sudah cukup.
Kesimpulan
Overthinking memang sering datang tanpa diundang, apalagi di fase hidup anak muda yang penuh ketidakpastian. Tapi bukan berarti kamu harus terus-terusan terjebak di dalamnya. Dengan mulai sadar, memilah mana yang bisa dikontrol, dan perlahan mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih nyata, kamu bisa belajar mengelola pikiranmu sendiri.
You don’t have to be perfect, yang penting ada progress.
Karena pada akhirnya, hidup bukan cuma soal apa yang kamu pikirkan, tapi juga
tentang bagaimana kamu menjalaninya dengan lebih tenang dan sadar.
Muhammad Gustirha Yunas