Pecah! 7 Momen Spektakuler Konser Kanye West di GBK, dari Panggung Globe hingga Singalong “Runaway”

  • Naufal Mamduh

Oppal Gengs, konser perdana Ye alias Kanye West di Indonesia akhirnya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (24/10/2026). Bertajuk Ye Live in Jakarta, pertunjukan ini menghadirkan panggung raksasa berbentuk bola dunia, efek visual yang megah, hingga deretan lagu populer dari berbagai era kariernya.

Konser ini juga mencatat perhatian besar dari penggemar internasional. Promotor mengungkapkan bahwa lebih dari 20.500 tiket dibeli oleh penonton dari luar negeri, dengan Australia, Malaysia, dan Singapura menjadi negara asal pembeli terbanyak.

Bukan cuma soal jumlah penonton, ada sejumlah momen yang membuat penampilan Ye di GBK terasa istimewa. Berikut rangkumannya!

1. Panggung Globe Raksasa 360 Derajat

Salah satu daya tarik utama konser Ye adalah Giant World Globe Stage, panggung berbentuk kubah atau bola dunia raksasa dengan konsep 360 derajat.

Berbeda dari panggung konser konvensional yang umumnya berorientasi ke satu arah, konsep ini menempatkan panggung sebagai pusat pertunjukan yang dapat dinikmati dari berbagai sisi stadion. Proyeksi visual bumi berputar, permainan cahaya, laser, dan efek kembang api turut memperkuat pengalaman audiovisual sepanjang acara.


(Sumber: Instagram @tentangmusik.idn)

Kemegahan panggung tersebut menjadi salah satu elemen yang paling mencuri perhatian. Konsepnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat Ye tampil, tetapi juga menjadi bagian dari visual yang membangun suasana pertunjukan.

Baca juga: Ye Live in Jakarta 2026: Kanye West Resmi Konser di GBK 24 Oktober, War Tiket 29 Juli!

2. Dibuka Dramatis dengan Lagu “King”

Ye membuka penampilannya dengan lagu “King”. Kemunculannya dari bagian atas kubah raksasa menjadi pembuka yang dramatis, diperkuat sorotan cahaya putih tunggal yang menembus kabut asap.

Momen tersebut langsung mengarahkan perhatian penonton ke pusat panggung. Dengan tata cahaya dan visual yang menyatu, pembukaan konser terasa seperti sebuah pertunjukan sinematik sebelum berlanjut ke lagu-lagu berikutnya.

Pilihan “King” sebagai lagu pembuka juga memberikan kesan kuat untuk memulai rangkaian penampilan malam itu.

3. Sekitar 30 Lagu dari Berbagai Era Karier


(Sumber: Instagram @gadiiingmoto)

Sepanjang konser, Ye membawakan kurang lebih 30 lagu yang merangkum perjalanan musiknya. Daftar lagu tersebut mencakup karya-karya yang dikenal luas oleh penggemar dari berbagai periode kariernya.

Beberapa lagu yang dibawakan antara lain “Father Stretch My Hands, Pt. 1”, “Can't Tell Me Nothing”, “Power”, “Bound 2”, “Stronger”, hingga “Carnival”.

Perpaduan lagu-lagu tersebut memberikan gambaran tentang perjalanan musikal Ye, dari karya yang telah lama dikenal hingga rilisan yang lebih baru. Bagi penggemar yang mengikuti kariernya selama bertahun-tahun, konser ini menjadi kesempatan untuk mendengar berbagai lagu favorit dalam satu pertunjukan.

4. “Runaway” Jadi Momen Singalong Emosional

Menjelang akhir konser, suasana berubah ketika Ye tampil bersama piano untuk memainkan intro ikonik “Runaway”.

Lagu yang dikenal lewat album My Beautiful Dark Twisted Fantasy tersebut langsung memancing respons penonton. Bagian intro pianonya menjadi pemantik singalong massal, dengan puluhan ribu orang ikut menyanyikan bagian lagu yang mereka kenal.

Momen ini memperlihatkan sisi berbeda dari kemegahan konser. Jika panggung globe dan efek visual menjadi daya tarik utama secara teknis, interaksi penonton melalui lagu “Runaway” menghadirkan pengalaman emosional yang lebih personal.

5. Jakarta Jadi Satu-satunya Persinggahan di Asia Tenggara dan Oseania


(Sumber: Instagram @cnnindonesia)

Konser Ye di Jakarta juga memiliki posisi khusus dalam rangkaian tur dunia 2026. Berdasarkan informasi penyelenggara dan pemerintah daerah, Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang masuk dalam jadwal tur tersebut.

Status ini membuat konser di GBK menarik perhatian penggemar dari negara tetangga hingga Australia. Mereka tidak hanya datang untuk menyaksikan penampilan Ye, tetapi juga menjadikan Jakarta sebagai tujuan perjalanan untuk menikmati konser secara langsung.

6. Lebih dari 20.500 Tiket Dibeli Penggemar Asing

Antusiasme internasional terlihat dari data pembelian tiket yang disampaikan promotor. Lebih dari 20.500 tiket dibeli oleh penonton dari luar Indonesia, dengan Australia berada di urutan teratas, disusul Malaysia dan Singapura.

Baca juga: Fakta Menarik Kanye West Jelang Konsernya di Jakarta Nanti!

Jumlah tersebut menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan konser tunggal di Indonesia. Kehadiran penonton dari berbagai negara juga berpotensi memberikan dampak pada sektor pendukung, seperti transportasi, hotel, kuliner, dan pariwisata.

7. Kehadiran Bianca Censori Ikut Jadi Sorotan

Kehidupan pribadi Ye juga menarik perhatian penggemar. Istrinya, Bianca Censori, dilaporkan tiba bersama Ye di Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma sehari sebelum konser.

Meski sorotan utama malam itu tetap tertuju pada pertunjukan musik, kehadiran Bianca menambah perhatian publik terhadap kunjungan Ye ke Jakarta.

Oppal Gengs, konser Ye Live in Jakarta bukan sekadar pertunjukan dengan puluhan lagu dan panggung berukuran raksasa. Perpaduan konsep visual 360 derajat, lagu-lagu lintas era, singalong “Runaway”, serta kehadiran puluhan ribu penonton dari luar negeri menjadikan malam di GBK sebagai salah satu peristiwa musik besar tahun ini.

Dari kemunculan dramatis lewat “King” hingga koor massal saat “Runaway”, konser ini menghadirkan dua sisi pertunjukan Ye sekaligus: skala produksi yang megah dan hubungan emosional antara musik dengan para pendengarnya.