Peneliti China Bikin Tanaman Glow in the dark, Bisa Bikin Lampu Kota Tanpa Listrik

  • Bayu Dewantara

Pernah nggak sih lo ngebayangin jalanan kota di malam hari nggak lagi diterangi sama lampu jalanan, tapi sama pohon-pohon yang bercahaya lembut kayak di film Avatar? Kedengarannya kayak science fiction banget, ya? Tapi, hal ini ternyata makin dekat jadi kenyataan berkat inovasi terbaru dari para peneliti di China!

Baru-baru ini, sebuah tim ilmuwan di China berhasil mengembangkan tanaman glow in the dark yang punya potensi jadi solusi penerangan kota masa depan tanpa butuh kabel atau aliran listrik sama sekali. Penasaran gimana ceritanya? Yuk, kita bedah bareng-bareng!


Bukan Sihir, Tapi Rekayasa Genetika Canggih

Lo mungkin mikir, "Palingan ini tanamannya cuma disemprot zat kimia atau fosfor?" Ternyata gak semudah itu! Tanaman hasil riset ini benar-benar mengeluarkan cahaya dari dalam tubuhnya sendiri berkat teknik rekayasa genetika.

Para peneliti memasukkan gen dari jamur bioluminesens ke dalam DNA tanaman. Berbeda dengan eksperimen sebelumnya yang cahayanya redup banget dan cuma bisa dilihat di ruangan gelap total, tanaman versi terbaru ini punya pendaran yang jauh lebih kuat dan stabil. Cahaya ini dihasilkan secara alami melalui proses metabolisme tanaman itu sendiri, jadi selama tanamannya sehat dan "makan" (lewat fotosintesis), dia bakal terus menyala tiap malam.

Dukung Keberlanjutan

Kenapa penemuan ini jadi big deal banget? Jawabannya jelas, yaitu karena Keberlanjutan. Di tengah krisis energi global dan isu perubahan iklim, mencari alternatif penerangan yang ramah lingkungan adalah harga mati.

Bayangkan kalau pohon-pohon di pinggir jalan tol atau taman kota bisa memancarkan cahaya yang cukup terang untuk navigasi. Kita bisa memangkas penggunaan listrik secara masif dan mengurangi emisi karbon dari pembangkit listrik. Selain itu, estetika kota bakal naik level banget, Gengs! Kota bakal terlihat lebih hidup, magis, dan pastinya lebih "hijau" dalam arti yang sebenarnya.

Fun Fact-nya, selain pohon besar, para ilmuwan juga mulai menguji coba pada tanaman hias kecil yang bisa diletakkan di dalam rumah sebagai lampu tidur alami yang estetik.


Apakah Aman untuk Ekosistem?

Nah, ini pertanyaan yang sering muncul di kalangan Oppal Gengs yang peduli lingkungan. Para peneliti di China menegaskan bahwa proses bioluminesens ini nggak beracun bagi tanaman itu sendiri. Cahaya yang dihasilkan nggak bikin tanaman jadi panas atau layu.

Meski begitu, riset lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan kalau tanaman "ajaib" ini nggak mengganggu serangga penyerbuk atau siklus hidup hewan di sekitarnya. Jangan sampai karena saking terangnya, burung-burung malah bingung kapan harus tidur, kan?

Kapan Kita Bisa Lihat di Jalanan Indonesia?

Saat ini, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan intensif di laboratorium. Para ilmuwan masih berusaha buat ningkatin intensitas cahayanya supaya bisa setara dengan lampu LED jalanan pada umumnya. Selain itu, regulasi soal tanaman transgenik (GMO) di setiap negara berbeda-beda, jadi butuh waktu buat izin edarnya.

Tapi, melihat progresnya yang makin kencang, nggak menutup kemungkinan dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, kita bakal beneran punya "Hutan Menyala" di tengah kota Jakarta atau kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Masa Depan yang Lebih Terang dan Alami

Inovasi dari China ini membuktikan kalau teknologi nggak selalu harus kaku dan penuh mesin. Kadang, solusi terbaik buat masalah bumi justru ada pada alam itu sendiri, tinggal gimana cara kita "ngobrol" sama DNA-nya.

Gimana menurut lo, Oppal Gengs? Lo setuju nggak kalau lampu jalanan diganti sama tanaman glow in the dark kayak gini? Pastinya bakal bikin nongkrong malem-malem jadi lebih vibey dan Instagramable banget, sih!