Profil Perry Warjiyo: Sosok di Balik Sistem QRIS yang Jadi Andalan Gen Z!

  • Sekar Arum Kinanti
  • Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia setelah 7 tahun memimpin

  • Pemerintah pusat resmi menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo

  • Selama menjabat, ada banyak jasa yang diberikan Perry Warjiyo untuk menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia

  • Qris, BI-Fast merupakan warisan Perry Warjiyo yang dapat dirasakan masyarakat Indonesia.


Jika kita sekarang menikmati metode pembayaran digital QRIS dalam perbelanjaan sehari-hari, maka kamu harus berterima kasih kepada Perry Warjiyo yang sudah membuat QRIS menjadi metode pembayaran digital secara nasional di Indonesia.

Penggunaan QRIS adalah salah satu diantara banyak manfaat yang kita rasakan dari hasil kerja Perry Warjiyo memimpin BI selama 7 tahun belakangan.

Kabar terbarunya, pada hari Senin, 27 Juli 2026, Perry resmi mengundurkan diri dari jabatannya dan hal ini sudah dikonfirmasi oleh pemerintah pusat pada halaman presidenri.go.id

Apa saja jasa Perry Warjiyo selama menjabat dan bagaimana profilnya singkatnya dalam karir di bidang ekonomi negara?

Perjalanan karir Perry Warjiyo di bidang ekonomi pemerintahan 


Siapa sangka jika Perry Warjiyo sudah berkecimpung di dunia ekonomi pemerintahan lebih dari 40 tahun. Setelah lulus dari Universitas Gadjah Mada dan menyandang gelar sarjana akuntansi, ia memulai karir pertamanya menjadi ekonomi di tahun 1984 di Bank Indonesia sebagai staff.

Baca juga: MK Tetapkan Sisa Kuota Tak Boleh Hangus, Begini Aturannya!

Kemudian hal ini membawanya kepada langkah yang lebih terarah di bidang yang sama, berikut ringkasan perjalanan karir Perry sampai menjadi gubernur BI sejak tahun 2018. 

  1. Staff ekonom Bank Indonesia - 1984

  2. Melanjutkan pendidikan : Master Ekonomi, Iowa State University (1989) dan Ph.D. Ekonomi Moneter dan Keuangan Internasional, Iowa State University (1991).

  3. Executive Director International Monetary Fund (IMF) -2007-2009 

  4. Asisten Gubernur BI (2009–2013)

  5. Deputi Gubernur BI (2013–2018)

  6. Gubernur Bank Indonesia (2018–2026) 


Dari awal menjabat menjadi gubernur Bank Indonesia mulai tahun 2018, Perry Warjiyo memiliki jasa yang cukup besar dalam menjaga stabilitas rupiah mengendalikan inflasi dan juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS dan juga BI-Fast.

Bahkan pada saat pandemi Covid 2019, ia juga berjasa dalam memimpin respon kebijakan moneter dan mengambil langkah-langkah yang strategis untuk Indonesia. 

Hasil kerja Perry Warjiyo, 7 tahun memimpin Bank Indonesia

Memimpin Bank Indonesia dari tahun 2018 sampai saat ini bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi Perry Warjiyo untuk menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia tetap aman. 

Beberapa hasil kerja Perry dalam 7 tahun memimpin Bank Indonesia adalah 

  1. Menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah 


Nilai rupiah beberapa kali mengalami tekanan karena akibat dari pandemi Covid-19, kenaikan bunga bank sentral as dan juga masalah ekonomi global.


Dalam menghadapi masalah ini, Perry membuat kebijakan penerapan “bauran kebijakan” dimana dilakukan kebijakan menaikkan suku bunga BI, intervensi dipasar valuta asing dengan menggunakan cadangan devisa, membeli surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder, menjaga cadangan devisa negara juga mendorong penggunaan rupiah dalam transaksi internasional.


Perry berjasa memimpin BI menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil. Tidak selalu menguat namun juga tidak bergejolak berlebihan. 


  1. Memimpin respon moneter saat Pandemi Covid 19 


Saat pandemi covid pada tahun 2020 sampai 2002 terjadi, Indonesia mengalami perlambatan ekonomi yang tajam karena, pembatasan aktivitas masyarakat, penurunan konsumsi/ daya beli juga ketidakpastian global.


Pada saat ini Gubernur Bank Indonesia memiliki satu jasa besar dalam memimpin kebijakan moneter dengan mengambil beberapa langkah terbaik dan memberi dampak yang positif untuk Indonesia yaitu: 

  • Menurunkan suku bunga untuk mendorong ekonomi sehingga bunga pinjaman menjadi lebih rendah dan akhirnya mendorong masyarakat untuk membeli rumah kendaraan maupun berinvestasi Selain itu untuk para pelaku usaha lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman pembiayaan. Hal ini dilakukan untuk menghidupkan kembali perputaran bisnis dan investasi saat ekonomi melemah. 

  • Menyuntikkan likuiditas di perbankan 

  • Mendorong pemulihan ekonomi nasional 


3. Mendorong digitalisasi sistem pembayaran

Ini merupakan salah satu warisan terbesar Perry Warjiyo. Beberapa inovasi penting yang dilakukan adalah 

  • QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi standar nasional pembayaran berbasis QR yang digunakan jutaan pedagang.

  • BI-FAST, sistem transfer dana antar rekening yang lebih cepat dan berbiaya rendah.

  • Perluasan pembayaran digital lintas negara (cross-border QR) dengan beberapa negara ASEAN sehingga masyarakat dapat bertransaksi menggunakan QR saat bepergian

Dalam karirnya menjadi Gubernur BI, tekanan datang karena masalah perang dagang AS-Tiongkok, pandemi COVID-19, lonjakan inflasi global, hingga gejolak pasar keuangan internasional. Di tengah berbagai ancaman tersebut, Perry berhasil memimpin BI dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan baik sampai hari ini.

Terimakasih Pak Perry, sudah memberikan manfaat yang dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.