Stop Menjadi Nyawitfobia Disaat Ada Anak Bangsa yang Berhasil Raih Inovasi dari Sawit

  • Bayu Dewantara

Baru-baru ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses mengembangkan bensin alternatif berbasis sawit yang diberi nama “Benwit” dengan oktan RON 90. Inovasi ini digadang-gadang bisa menjadi solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap BBM fosil yang harganya makin unpredictable.

Harusnya ini kabar baik banget, kan? Sebuah langkah nyata menuju kemandirian energi nasional. Tapi sayangnya, respons di media sosial justru berkata lain.

Masih Banyak yang Jadi "Nyawitfobia"

Bukannya dukungan, kolom komentar justru sering dipenuhi nada sinis. Istilah Nyawitfobia atau ketakutan serta antipati berlebihan terhadap segala hal berbau sawit makin marak terjadi. Fenomena ini seolah menjadi tren di era kepemimpinan Presiden Prabowo, di mana setiap ada kata "sawit", netizen langsung bereaksi negatif tanpa melihat nilai inovasinya terlebih dahulu.

Mulai dari “Nyawit lagi nih”, “hutan mana lagi yang harus digundulin” dan pernyataan-pernyataan serupa yang justru tidak mendukung apa-apa. Yaa maklum, mungkin karena memang ekspresi kritis atau sekadar bosan mendengar tanaman yang sering dijuluki "emas hijau" ini, tapi yang jelas, sinisme ini harus dikontrol. Gak semua hal tentang sawit itu merugikan, apalagi kalau sudah menyentuh ranah riset akademis yang serius.

Serba Salah Hidup di Negeri Wakanda

Memang benar kata orang, netizen kita kadang unik. Ada berita jelek, disalahin; ada good news, dikatain. Pas vokal soal politik dibilang bayaran, tapi pas cuek dibilang nggak cinta negara. BBM langka sedikit saja langsung panic buying, eh pas ada solusi BBM dari sawit, malah kena bullying.

Pertanyaannya: Maunya apa sih, wahai netizen yang budiman? Kritik itu perlu, tapi jangan sampai mematikan semangat riset para ilmuwan kita sendiri.

Inovasi Anak Bangsa Harus Kita Support!

Sudah jadi rahasia umum kalau inovasi keren kayak gini sering kali "gaib" atau hilang kabarnya dari peredaran media kalau nggak dikawal. Sebagai rakyat sekaligus audiens yang bijak, sudah saatnya kita memberikan dorongan semangat atas keberhasilan anak bangsa. Tanpa dukungan dari kita, inovasi sehebat apa pun akan sulit berkembang di negeri sendiri.

Bayangkan saja, siapa tahu suatu saat nanti Indonesia bisa menjadi penyumbang minyak dunia sebanyak 30% berkat optimalisasi sawit? Mimpi besar ini nggak akan terwujud kalau kita sendiri masih hobi menjatuhkan karya anak bangsa.

Jadi, stop dulu nyinyirnya, mari kita kawal terus perkembangan "Benwit" ini sampai benar-benar bisa kita pakai di kendaraan masing-masing!