Thailand lagi siap bikin gebrakan baru buat aturan turis. Pemerintahnya dikabarkan mau memangkas masa tinggal bebas visa dari yang sebelumnya 60 hari jadi 30 hari. Kebijakan ini masih dalam tahap rencana dan evaluasi, tapi sinyalnya cukup kuat karena sudah dibahas di level kabinet.
Kalau aturan ini benar-benar jalan, artinya wisatawan yang biasanya bisa santai stay sampai dua bulan tanpa visa, ke depan kemungkinan cuma dapat waktu sebulan. Meski begitu, turis yang butuh stay lebih lama masih bisa apply perpanjangan atau jenis visa lain sesuai kebutuhan.
Kenapa Thailand tiba-tiba mau pangkas durasi bebas visa? Salah satu alasannya karena banyak turis sebenarnya nggak stay selama itu. Rata-rata wisatawan cuma menghabiskan waktu sekitar 1-3 minggu saja di Thailand. Jadi menurut pemerintah, 60 hari dianggap terlalu longgar dan berpotensi disalahgunakan, misalnya buat kerja ilegal atau aktivitas yang merugikan citra negara.
Selain itu, aturan bebas visa 60 hari yang berlaku sejak 2024 awalnya dibuat buat nge-boost pariwisata setelah pandemi. Tapi sekarang pemerintah mulai shifting fokus: tetap ramah turis, tapi juga lebih ketat soal keamanan dan kontrol imigrasi.
Buat traveler, perubahan ini nggak langsung berarti liburan ke Thailand jadi ribet. Selama trip kamu normal, misalnya stay 1-2 minggu, harusnya nggak terlalu terasa dampaknya. Tapi buat digital nomad atau long-stay traveler, kemungkinan harus lebih planning soal visa dari awal.
Singkatnya, Thailand lagi berusaha cari balance
antara buka pintu buat turis dan menjaga keamanan domestik. Jadi, kalau kamu ada
rencana trip panjang ke sana, mulai sekarang sebaiknya cek update
aturan visa sebelum booking tiket.
Muhammad Gustirha Yunas