7 Pelajaran Positif dari Mischka Aoki dan Devon Kei Enzo, Kakak Beradik Muda Nan Jenius

Mischka Aoki dan Devon Kei Enzo, sepasang kakak beradik jenius yang sering memenangkan olimpiade matematika, berbagi tips belajar pada pembaca Oppal.

486
0

Mischka Aoki dan Devon Kei Enzo, sepasang kakak beradik yang namanya sudah sering berseliweran di internet dan media sosial. Kamu mungkin pernah mendengarnya – teladan para pelajar Indonesia yang telah meraih setidaknya 40 medali dari sejumlah olimpiade matematika dan sains.

Meski masih sangat muda, peraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia untuk kategori pemenang medali internasional terbanyak di tahun 2021 tersebut ternyata memiliki banyak pelajaran hidup serta hal positif yang siap mereka bagikan. Dalam sebuah kesempatan, Oppal bertemu secara langsung dengan Mischka dan Devon dan berbincang mengenai kecintaan mereka terhadap matematika dan dunia sains yang membawa banyak pengaruh positif.

Setidaknya, ada tujuh hal yang positif yang Oppal dapatkan ketika mengobrol dengan Mischka dan Devon. Apa saja? Yuk, intip!

  • Wujudkan rasa peduli pada sesama

Selain terus berlatih matematika dan sains, saat ini Mischka dan Devon juga sedang fokus dengan program beasiswa mereka yang bernama Sejuta Impian #IndonesiaBerprestasi, di mana mereka memberikan kesempatan pada tiga siswa berprestasi dari seluruh Indonesia.

“Proyek ini kami buat dengan inisiatif sendiri, tentunya dengan bantuan dari orang tua untuk manage the program,” ujar Mischka.

“Program beasiswa Sejuta Impian #IndonesiaBerprestasi ini kami buat untuk membantu anak-anak berprestasi di Indonesia untuk ikut mengikuti kompetisi matematika dan science tingkat internasional dengan cara memberikan bimbingan untuk persiapan olimpiade,” tambah Mischka.

Sejauh ini, para penerima beasiswa tersebut sudah menerima setidaknya 9 medali dari berbagai olimpiade matematika dan sains internasional, lho. Wow!

  • Berjuang untuk melakukan hal yang kita sukai

Dalam obrolan dengan kakak beradik tersebut, Devon mengaku bahwa ia dan kakaknya mulai mengikuti olimpiade matematika sejak kecil, ketika mereka masih berada di kelas tiga atau empat SD.

“Sejak kecil kami memang sudah menyukai pelajaran matematika dan sains. Suatu hari, guru-guru di sekolah mendorong kami untuk mengikuti olimpiade. Kami pun bertanya pada orang tua apakah kami boleh mengikuti olimpiade-olimpiade matematika. Ternyata, kedua orang tua kami sangat suportif dalam semua hal yang kami lakukan dan mereka memperbolehkan kami mengikuti olimpiade. Dari sinilah perjuangan kami dimulai,” ucap Devon.

  • Melihat tantangan dari segi positif

Faktanya, matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit, dan tak sedikit pelajar yang kurang menyukai pelajaran tersebut karena kerumitannya. “Saya justru suka matematika karena menantang, fun dan challenging. Dengan mempelajari matematika, kita juga mempelajari hal lainnya, seperti berpikir secara logika dan secara kreatif,” kata Devon.

“Misalkan, ketika kita mendapatkan satu soal matematika yang sulit, kita akan mencoba mencari jawaban dengan satu cara, dan jika tak berhasil kita akan mencoba cara yang lain. Semua ini tentu membutuhkan satu pemikiran yang kreatif agar kita bisa mendapatkan cara yang tepat untuk mendapatkan jawaban,” lanjut Devon.

“Saya personally suka matematika karena ini merupakan ilmu pasti. It’s black and white. Benar atau salah. There’s no grey area in between,” tambahnya.

Mischka Devon
Devon dan Mischka (Sumber foto: Instagram @mischkadevon)
  • Selalu berpikir ke depan

Sains dan matematika ternyata memiliki banyak keuntungan untuk masa depan kita nantinya. Seperti Devon, yang bercita-cita untuk bekerja di sebuah tech company. Ia merasa bahwa sains dan matematika related dan akan banyak memberi pengaruh pada saat ia dewasa nanti.

I really like technology. Alasannya karena the world woudn’t be able to evolve without technology, seperti misalnya pengembangan ponsel, komputer atau internet. Ini alasan mengapa saya suka mempelajari sains,” ungkapnya.

Di sisi lain, Mischka berencana untuk terjun di dunia hukum dan politik. “Maybe menjadi lawyer, karena ada banyak sekali masalah di dunia ini dan saya ingin menjadi bagian dari orang-orang yang menyuarakan hal tersebut. I want to use my voice to make a change to the world so it can be a better place,” ceritanya sambil tersenyum.

  • Memandang kemenangan sebagai sebuah motivasi

Mischka dan Devon juga bercerita mengenai kenangan kemenangan pertama mereka, “Waktu itu kita berdua masih sekitar kelas tiga atau empat SD, dan kita ikut Australian Mathematics Competition buat pertama kalinya. Waktu itu kami sangat senang karena bisa langsung menang di kompetisi pertama. Ini jadi memotivasi kami untuk doing more competition lagi dengan skala yang lebih besar,” ujar Mischka.

Mischka Devon
Mischka dan Devon (Sumber foto: Instagram @mischkadevon)
  • Matematika bukan hanya soal rumus

“Ada banyak sekali anak-anak di Indonesia yang melihat matematika sebagai sesuatu yang menakutkan, karena the first thing that they see adalah kumpulan rumus, equation, variables. Memang benar ada soal-soal yang rumit, tapi jika kita memahami soalnya dan mengerti cara penyelesaiannya, matematika itu menyenangkan,” ucap Devon.

“Matematika itu penting untung masa depan kita. Pada saat bekerja nanti, kita pasti membutuhkan matematika meski mungkin hanya sekadar hitungan dasar,” tambah Mischka.

Untuk kamu yang masih memandang matematika dan sains sebagai suatu hal yang menyebalkan, tenang, karena Mischka dan Devon punya tips yang menyenangkan untuk memahami pelajaran tersebut.

I guess untuk kamu yang kesulitan dan struggling di matematika, you have to find your own way of learning. Seperti misalnya menonton video YouTube. Sekarang ini ada banyak sekali video yang fun di media sosial mengenai tips berhitung, dengan begitu kamu bisa mempelajari matematika atau other subjects dengan lebih menyenangkan,” ujar Mischka.

Selain itu, Mischka juga mengatakan bahwa kamu bisa berhenti sejenak saat sedang bosan dan bermain fun brain games selama beberapa waktu sebelum lanjut belajar.

  • Cerdas membuat prioritas

Sering mengikuti kompetisi dan olimpiade bertaraf internasional berarti Mischka dan Devon harus sering meluangkan waktu dan berlatih matematika. Apakah mereka pernah bosan? “Tentu saja, kita pasti pernah merasa bosan, dan biasanya kita take a break or do some activity that can help refresh our minds. Yang penting kita harus tetap ingat dengan prioritas awalnya,” ujar Devon.

“Betul sekali, kita biasanya suka bermain board games, swimming, atau nonton TV sebentar. Terkadang kita bermain Monopoli atau Cluedo. Setelah itu kita kembali menempatkan pola pikir kita kembali ke goal kita,” tutup Mischka.

Hmm, tips yang menarik. Brb check-out Monopoli di e-commerce sebelum lanjut belajar matematika…

Alvin
WRITTEN BY

Alvin

Lifestyle and Entertainment Editor at Oppal, who mainly obsesses over all things pop culture, pizza, and boba drinks with equal enthusiasm. Covering everything from celebrities profile to the best TV shows.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post