Ini Alasan Mengapa Kita Mencintai Jakarta, Kota yang Ruwet Namun Rupawan

Selamat ulang tahun, Jakarta!

117
monas jakarta

Jakarta. Mendengar nama kota metropolitan tersebut, apa yang pertama kali tebersit di benakmu?

Banyak yang berkata bahwa ibu kota Indonesia ini (soon not to be, karena rencananya ibu kota akan pindah ke Nusantara pada 2024 nanti) adalah kota yang…semrawut. Oh, siapa yang tak pernah sekali pun mengeluh saat terjebak macet di tengah Jakarta? Belum lagi polusi udaranya, yang belakangan ini sedang jadi trending topic di beberapa media sosial.

Ilustrasi Kota Jakarta
Kota Jakarta/Shutterstock

Kota ini panas, we all know it. Dan ya, Jakarta kotor. Kamu bisa dengan mudah menemukan sampah berceceran di berbagai sisi jalan. Di musim hujan, banjir kerap melanda segenap sudut kota.

Belum lagi populasi penduduknya yang begitu padat, seakan kota ini tak punya ruang kecil lagi untuk bernapas. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2022, Jakarta punya lebih dari 10,7 juta penduduk dengan luas tanah 661,5 km2, berbeda jauh dengan Singapura yang total penduduknya 5,6 juta dengan luas tanah lebih besar yakni 728,6 km2.

Jakarta/Shutterstock

Betul, kekurangan yang dimiliki Jakarta memang banyak. Tapi di balik seluruh carut-marutnya, ada banyak hal yang membuat kita toh, sulit move on dari Jakarta: The glorious food. The diversity. The easiness to get something.

Kalau diibaratkan menjalin hubungan romantis, we actually are in a love-hate relationship with this city. Admit it. Berikut OPPAL merangkum tujuh dari ratusan alasan yang membuat kita betah bertahan di kota metropolitan ini:

Ragam kulinernya

via GIPHY

Oke, kita memang selalu bisa menemukan makanan fantastis di kota mana pun di Indonesia (it’s the perks of being an Indonesian), tapi yang bikin Jakarta berbeda adalah: keragaman makanan yang ada di sini benar-benar luar biasa. And not to mention, the price is very competitive.

Salah satu keuntungan menjadi sebuah kota kosmopolitan adalah orang-orang dari seluruh sudut Indonesia datang ke Jakarta, membawa tradisi kuliner mereka ke kota ini. Mulai dari hidangan serba pedas sampai camilan manis yang bikin kita menelan ludah, mulai dari Mi Aceh sampai papeda, semuanya bisa kamu temukan dengan mudah di Jakarta.

Pasar Kue Subuh Senen
Jajanan pasar yang bisa kamu temukan di Jakarta / Shutterstock

Kamu bahkan enggak perlu melangkah jauh untuk mendapatkan makanan enak di Jakarta, karena warung makan dan pedagang kaki lima tersebar di seluruh sudut kota, menawarkan makanan yang ramah di kantong dan enak di lidah (meski standar higienisnya tentu…bervariasi).

Kamu juga enggak usah repot-repot melangkahkan kaki ke luar rumah kalau sedang malas ke luar rumah. Cukup dengan beberapa sentuhan jari di atas layar ponsel, makanan tersebut akan diantarkan ke rumahmu dengan bantuan ojol.

Sedang tak ingin makanan lokal? Jakarta punya banyak sekali restoran bergaya internasional. Makanan cepat saji ala western sampai Asian cuisine? Jumlahnya melimpah. Tempat brunch ala Aussie juga berderet. Ingin makanan khas Argentina, atau Mongolia, atau Maroko? Ada! Berbagai restoran peraih bintang Michelin juga tersedia di Jakarta. What is it that the city can not offer?

Festival seni dan musiknya

Festival musik di Jakarta tak kalah menarik dengan festival musik lainnya di luar negeri. Dalam kurun waktu satu bulan saja, tak terhitung ada berapa banyak konser musik yang digelar di kota ini. Dari band yang baru naik daun sampai grup K-pop ternama, semua seakan “mengantre” untuk bisa menghibur para penggemar mereka di J-Town. Dari genre musik jaz sampai rock, EDM sampai dangdut, our festivals have it all!

Format Baru Liga 1
Jakarta International Stadium / Shutterstock

Enggak mengejutkan sebenarnya, karena Jakarta punya banyak venue konser dengan kapasitas besar, mulai dari Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Stadion Utama Gelora Bung Karno di Senayan, Beach City International Stadium di Ancol, sampai Jakarta International Expo di Kemayoran.

Dalam hal seni, Jakarta juga punya banyak sekali pameran seni bertaraf internasional. Galeri seni kontemporer dan art museum di Jakarta jumlahnya terus bertambah, mulai dari Museum MACAN, Art:1 New Museum, hingga CAN’S Gallery. Ini menjadi bukti bahwa sebagai kota metropolitan, Jakarta seakan kian mengukuhkan dirinya di bentang dunia seni.

Deretan malnya

Menurut data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), hingga November 2022 terdapat 96 mal yang beroperasi di Jakarta, dengan Jakarta Selatan sebagai daerah yang memiliki jumlah mal paling banyak dengan total 28 unit.

Senayan City, Jakarta
Senayan City, Jakarta / Shutterstock

Dan, berdasarkan data yang dikumpulkan Katadata pada tahun 2022 lalu, 5 dari 10 pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia terletak di Jakarta, di antaranya Summarecon Kelapa Gading, Grand Indonesia, Mal Taman Anggrek, Central Park, dan Senayan City.

Should we be proud of that? Well, kinda?

Tentu, di satu sisi, ada banyak warga Jakarta yang protes dengan jumlah mal yang kian bertambah, seakan melupakan kebutuhan kota ini akan area hijau. We agree with that, to a degree. Karena bagaimanapun juga, kehadiran mal di Jakarta (yang jumlahnya memang sepertinya tak perlu ditambah lagi) adalah salah satu hal yang bikin kota ini nyaman ditinggali.

Perlu diakui, mal di Jakarta ukurannya besar, nyaman, dan penuh dengan restoran serta toko-toko dari berbagai jenama ternama di seluruh dunia, memenuhi kebutuhan penduduknya akan keinginan untuk shopping, entertainment dan tentunya mengisi perut – seluruhnya di satu tempat sekaligus.

Jakarta Dekat dengan berbagai tujuan liburan

Tinggal di kota yang bergerak serba cepat seperti Jakarta tentu membuat kita menginginkan (dan membutuhkan) liburan sejenak untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Untungnya, Jakarta dekat dengan berbagai tujuan menarik untuk “kabur” sejenak dari keriuhan kota. Mau kabur ke pantai? Bisa. “Healing” ke daerah perbukitan atau pegunungan yang sejuk? Juga bisa.

Pulau Sepa
Pulau Sepa, Kepulauan Seribu / Shutterstock

Kamu cukup berlayar dalam hitungan dua-tiga jam untuk bisa mengunjungi segenap pulau eksotis di Pulau Seribu, yang terkenal akan barisan pantainya yang berpasir putih, lautnya yang masih jernih, tempat snorkeling dan diving yang menawan, serta resornya yang cantik. Psst, kalau boleh memberi rekomendasi, coba berlibur ke Pulau Sepa dan Pulau Air yang belum banyak dikunjungi.

Puncak, Bogor
Puncak, Bogor / Shutterstock

Atau, kalau kamu lebih suka road trip dibanding berjemur di pantai, kamu bisa bepergian ke Bandung atau Puncak atau Bogor untuk menikmati sejuknya udara pegunungan dan memuaskan lidah dengan berbagai hidangan lokal yang oh-so-lovely.

Kota yang tak pernah tidur…di media sosial

Kamu mungkin sudah tahu dengan fakta yang satu ini, but just in case you don’t know, melansir dari sebuah artikel Forbes di tahun 2012, Jakarta merupakan kota paling aktif di Twitter. Bukan New York, bukan Tokyo, bukan London, bukan Paris, bukan Los Angeles, bukan Sao Paulo, it’s Jakarta. Dan hebatnya, berdasarkan studi Semiocast pada Mei 2023, Jakarta masih menjadi kota dengan “tweeps” teraktif sedunia.

Enggak cuma itu, melansir dari Semiocast, Jakarta juga menjadi kota kedua di dunia yang paling aktif di Facebook, tepat di bawah Bangkok. We just never sleep!

The diversity in Jakarta

Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas, di mana hampir setiap pulaunya memiliki akar budaya, sejarah, serta bahasanya sendiri. Di Pulau Jawa saja misalnya, dari satu ujung ke ujung lainnya ada puluhan hingga ratusan tradisi yang majemuk.

Jakarta di malam hari / Unsplash

Dan, seperti yang sudah disebutkan di atas, Jakarta seakan punya “gravitasi”nya sendiri, yang menarik orang-orang dari setiap sudut Indonesia tersebut untuk datang ke kota ini, entah untuk menetap, mencari pekerjaan, melanjutkan pendidikan, atau sekadar berkunjung dan menikmati keindahan Jakarta dengan gedung-gedung tingginya.

Hal tersebut membuat Jakarta menjadi pusaran urbanisasi yang sangat besar, dengan seluruh kompleksitas dan keragaman budayanya yang kaya. Beautiful, right?

Kamu bisa menemukan segalanya dengan mudah di Jakarta

Kamu bisa menemukan makanan yang kamu inginkan, belanja hal yang kamu butuhkan, melakukan olahraga kesukaan, semuanya, di Jakarta. Ingin karaoke sambil makan? Ada beberapa restoran di Jakarta yang menyediakannya. Mencari barang second-hand berkualitas? You can easily thrift in this city. Butuh produk elektronik tertentu? Rileks, dari yang masih baru sampai yang bekas pakai namun masih layak digunakan, semua ada. Butuh jasa pijat untuk mengistirahatkan tubuh, atau nail art hingga klinik kecantikan untuk pampering ourselves? Ada. In short, Jakarta punya semua yang kamu butuhkan.

Jakarta Fair
Jakarta Fair / Shutterstock

Jakarta memang punya segelintir kekurangan (indeed), tapi kota metropolitan ini merangkul setiap jengkal penduduknya dengan berbagai keuntungan dan kemudahan yang tak kalah berlimpah. Hasilnya? Well, it’s the Jakarta you see right now. Crowded, polluted, but it is also a place where people hang their hopes on, carving out their life, and share their best moments with their beloved.

Ini adalah kota di mana kamu bisa melihat ratusan supir ojol berlalu lalang setiap saat, membawa penumpang hingga makanan mulai dari pecel lele sampai poke bowl. Di mana kamu bisa mendengar bunyi klakson mobil sedang berjuang melewati kemacetan, sampai suara pedagang menawarkan tahu bulat seharga lima ratus-an. Di mana kamu bisa menikmati pengalaman private dinner bersama pasangan, sampai berpesta bersama sahabat di rooftop club.

Life finds its way here, and despite all the hustle and bustle, this city still holds a special place in our hearts. Selamat ulang tahun Jakarta!

Alvin
WRITTEN BY

Alvin

Lifestyle and Entertainment Editor at Oppal, who mainly obsesses over all things pop culture, pizza, and boba drinks with equal enthusiasm. Covering everything from celebrities profile to the best TV shows.