Fakta-Fakta Gempa Besar yang Terjadi di Jepang

  • Muhammad Ichsan
  • Kekuatan (M) 7,1 gempa yang terjadi di Jepang terjadi pada 28 Juli 2026

  • AEON Mall Kumamoto yang berada di Kashima menjadi salah satu gedung terdampak

  • Gempa yang terjadi mengakibatkan gangguan pada fasilitas umum seperti transportasi, jalan raya, dan trem

  • Bencana alam ini memakan korban jiwa


Gempa besar kembali mengguncang Jepang dengan kekuatan (M)7,1 dan menelan banyak korban jiwa serta merusak berbagai fasilitas umum dan gedung-gedung pencakar langit. Bencana alam tersebut terjadi Sekitar sore waktu setempat pada hari Selasa, 28 Juli 2026 yang terpusatkan di Pulau Kyushu.

Akibat dari guncangan gempa yang dahsyat, sempat terjadi peringatan tsunami oleh otoritas Jepang yang akhirnya dicabut. Efek dari gempa tersebut meruntuhkan beberapa gedung yang ada di daerah tersebut, salah satunya AEON Mall Kumamoto di Kashima. Foto gedung tersebut sempat viral dan tersebar di medsos dengan kerusakan yang cukup parah. 

Penyebab yang mengakibatkan gedung itu runtuh dikarenakan ledakan gas yang terjadi sekitar jam 1, setelah gempa utama terjadi dan diikuti dengan gempa susulan.

Source: mediaindonesia


Dilansir dari kantor berita AFP, Dinas pemadam kebakaran memberikan pernyataan “Di kota Kashima, Lantai dua sebuah kompleks perbelanjaan runtuh, menyebabkan banyak orang yang terjebak di dalamnya”

Mengakibatkan Gangguan Operasional Transportasi Umum

Bencana alam yang terjadi di negeri sakura tersebut mengakibatkan gangguan pada transportasi publik, salah satunya Kereta Cepat Shinkansen yang menjadi simbol kehebatan Jepang. Dilansir melalui Kyodonews, kereta cepat Kyushu Shinkansen memberhentikan jam operasional mereka sejak Selasa, 28 Juli 2026, setelah guncangan gempa berkekuatan M 7,1.

Selain itu, layanan kereta trem di Kota Kumamoto perlu menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi, operasional tetap berjalan dengan kecepatan yang terbatas. Biro Transportasi Kota Kimamoto juga memberikan peringatan, apabila terjadi gempa serupa, layanan operasional perlu dihentikan demi keamanan penumpang.

Badan Meteorologi Jepang memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Sejak gempa yang terjadi hari Selasa lalu, mengakibatkan gangguan terhadap sistem transportasi api, jalan raya dan udara di Kimamoto.

Baca juga: Kesya, Seorang Anak di Bali yang Harus Melihat Ketidakadilan Terjadi Pada Ayahnya


Mengakibatkan Jatuhnya Korban Jiwa


Pemerintah Jepang telah mengumumkan, gempa yang terjadi harus memakan korban jiwa sebanyak 13 korban tewas karena insiden tersebut. Hingga saat ini proses pencarian masih berlangsung dan probabilitas  jumlah korban masih bisa terus bertambah.


Perdana Menteri Sanae Takaichi, menyampaikan “Tiga belas orang telah meninggal” sehari setelah gempa terjadi, dilansir dari AFP dan Media berita Jepang NHK, pada Rabu 29 Juli 2026.


Perdana Menteri Takaichi mengatakan, para pejabat sedang memastikan apakah semua korban jiwa yang terdampak diakibatkan oleh gempa yang terjadi. Tim rescue(penyelamat) masih melakukan evakuasi dan penyelamatan terhadap korban-korban yang masih terjebak di reruntuhan.


Selain memakan korban jiwa, terjadi kerusakan pada beberapa bangunan, jalanan, hingga mengakibatkan kebakaran. “Kerusakan yang luas telah dikonfirmasi, termasuk korban jiwa, bangunan yang runtuh, kebakaran , dan kerusakan jalan” ujar Takaichi.


Akan tetapi, para pejabat prefektur Kumamoto, memberikan angka yang lebih rendah pada Rabu pagi. Dilaporkan setidaknya ada tiga orang yang meninggal dunia akibat gempa, lima orang lainnya mengalami henti jantung dan pernapasan, dan 31 orang terluka.




Di sisi lain, Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana melaporkan jumlah korban tewas di Pulau Kyushu terdiri dari dua wanita di mal dan tiga orang di tempat lain, tujuh orang lainnya mengalami luka parah.


Pada laporan awal menyatakan, terdapat 20-30 orang yang terjebak di dalam mal yang runtuh. Namun, Stasiun Televisi NHK mengutip dari Polisi yang mengatakan, jumlah lebih rendah dari itu.


Polisi juga menyampaikan bahwa belum ditemukan jalur yang aman untuk dilalui menuju fasilitas tersebut. Hal ini menandakan keadaan yang belum memungkin bagi petugas penyelaman untuk masuk.


Kerusakan lain juga terjadi pada pabrik Nippon Paper Industries di Yatsushiro, cerobong asap milik pabrik tersebut sebagian runtuh, dan mengakibatkan kerugian bagi mereka.


Pemerintah setempat telah menyampaikan bahwa ada 9 orang yang hilang, dan lebih dari 9.000 orang telah dilaporkan berada pada pusat evakuasi di hari Rabu pagi, usai gempa besar di Jepang terjadi.


Juru bicara pemerintah, Minoru Kihara, menyampaikan “kami telah menerima laporan tujuh orang dengan luka serius dan 29 orang dengan luka ringan. Lebih lanjut, pada pukul 07.00 pagi ini, 9.186 orang telah mencari perlindungan di 506 pusat evakuasi di lima prefektur, termasuk Kumamoto dan Fukuoka” sehari setelah terjadinya gempa.


Semoga musibah yang terjadi di Jepang cepat teratasi dan tidak ada lagi gempa susulan yang terjadi di daerah sekitar. Kita doakan Oppal gengs!