Dalam lingkup sosial ada istilah yang namanya fringe friends
Ini adalah istilah di mana kamu merasa dekat dengan sekelompok orang tapi terpinggirkan
Istilah ini juga berarti ketika kamu sering diundang, tapi tidak pernah menjadi prioritas seseorang
Lantas seperti apa sih fringe friend?
Apa tandanya kamu terjebak dalam fringe friend?
Pernah nggak kamu merasa, teman kamu banyak, tetapi tidak merasa menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka? Kalian berjalan bersama, menciptakan momen bersama, makan bersama, hanya saja kuantitas tergolong jarang, dan kualitasnya minim. Hati-hati kamu bisa terjebak fringe friends.
Apa Itu Fringe Friends?
Pertanyaannya apa itu fringe friends? Fringe friends ini sebuah istilah sosial yang diciptakan untuk menggambarkan seseorang berada di pinggiran sebuah kelompok pertemanan. Simpelnya, kamu diundang ke sebuah acara dalam suatu kelompok pertemanan, tapi tidak pernah menjadi prioritas dalam emosional.
Fringe friends bisa juga disebut “background friend” alias teman di lingkungan sosial terluar. Lantas, apakah dengan diperlakukan sebagai fringe friends, berarti kamu diabaikan oleh temanmu? Ya, tapi tidak sepenuhnya.
Jadi, kamu dan mereka masih berhubungan baik. Kalian bisa jalan bareng, main bareng, ngobrol bareng. Mereka memperlakukanmu sebagaimana teman biasanya dengan ramah. Namun, pada titik tertentu ada semacam jarak yang tercipta di antara kalian.
Walaupun kamu sering keluar dengan mereka, pada situasi tertentu, misalnya hangout yang lebih intim, kamu bakal tidak dilibatkan. Nah, itu hanya satu ciri-ciri kamu menjadi fringe friends, ada sejumlah ciri-ciri lain yang, bisa jadi sedang kamu alami. Kira-kira apa saja ya?
Diundang di Acara Besar Saja
Sebagai fringe friends, kamu akan diundang dalam acara mereka. Namun, ini sangat terbatas. Kamu hanya akan diajak dalam acara-acara yang cenderung besar dan meriah. Ambil contoh seperti pesta besar, liburan, atau acara formal.
Namun, sebagai fringe friends, kamu tidak akan diajak ke acara kecil. Acara yang biasanya di situlah obrolan intim terjadi. Misalnya, di nongkrong-nongkrong santai dan makan malam kecil. Jika ada acara dadakan, nama kamu juga sering terlewatkan oleh mereka.
Baca juga: One Stop Lifestyle Jadi Tren Baru, Semua Kebutuhan Bisa Dipenuhi dalam Satu Tempat
Tidak Ada Timbal Balik
Jika kamu menjadi fringe friends, nyaris tidak ada timbal balik. Kamu akan selalu berusaha menjadi pihak yang memulai percakapan atau mengatur jadwal tertentu. Namun, usaha kamu tidak dibalas atau minimal, tidak direspons dengan antusiasme yang sama.
Lucunya, dalam posisi ini, kamu bisa hafal cerita setiap orang. Sebab kamu akan selalu bertanya tentang mereka. Tapi sebaliknya, tidak ada yang bertanya tentang kamu. Bahkan tidak semua orang di tongkrongan itu tahu tentang kisahmu. Di titik ini kamu akan merasa diabaikan.
Kamu Menarik Diri, Mereka Tidak Peduli
Ini konteksnya hampir mirip dengan yang di atas. Ketika menjadi fringe friends, kamu akan menjadi pihak yang selalu berinisiatif. Mereka akan memperhatikan ketika kamu mengusulkan atau menawarkan sesuatu. Tapi tidak berlaku bila kamu diam saja.
Katakanlah kamu menarik diri, tidak inisiatif. Mereka tidak peduli soal itu. Malahan, mereka juga tidak akan sadar akan kehadiranmu. Dr Christie Ferrari, seorang psikolog klinis dikutip Newsweek bilang, mereka hanya menghargai fungsimu, bukan dirimu sebagai sahabat.
Baca juga: 7 Zodiak Paling Susah Move On Menurut Astrologi, Kamu Termasuk?
Kamu Mempertemukan Dua Orang, Tapi Mereka Mengabaikanmu
Kamu pernah ada di posisi ini nggak? Misal, kamu ingin ngenalin teman kamu ke teman kamu yang lain. Kamu mengajak teman kamu itu bertemu dengan teman kamu. Kedua teman kamu itu akrab. Akrab banget. Lalu kedua teman kamu yang baru berteman itu bergaul sendiri.
Benar. Tanpa kamu. Pada titik itu kamu tersingkir oleh hubungan yang kamu ciptakan sendiri. Ini salah satu tanda kamu terjebak fringe friends. Kira-kira rasanya gimana? Sakit bukan?
Selalu Jadi Pilihan Kedua
Pernah nggak teman kamu tiba-tiba mengajakmu naik gunung? Namun, dia bilang gini, “Ayo ikut. Soalnya si ‘A’ nggak bisa ikut. Masih ada satu tempat kosong nih di mobil.”
Kalau kamu dalam posisi tersebut, besar kemungkinan itu tanda bahwa kamu terjebak fringe friends. Kamu hanya akan dihubungi jika ada salah satu dari mereka berhalangan hadir. Atau, ketika mereka membutuhkan seseorang untuk diajak pergi demi mengisi kekosongan jadwal.
Simpelnya, dalam fringe friends, kamu akan jadi pilihan kedua. Dengan kata lain, kamu sesungguhnya tidak benar-benar diajak oleh mereka. Menyakitkan ya? Bisa jadi, iya. Tapi walaupun menyakitkan, ternyata ada lho keuntungan menjadi fringe friends.
Baca juga: Bukan Malas, Gen Z Tak Ingin Berada dalam Budaya Kerja Toxic
Keuntungan Menjadi Fringe Friends
Sebagai fringe friends dalam suatu pertemanan, kamu sejatinya akan terbebas dari tanggung jawab untuk senantiasa hadir dalam kehidupan temanmu atau grup pertemananmu. Kamu nggak perlu capek-capek menjaga kontak atau komunikasi dengan mereka. Toh mereka juga belum tentu melakukan itu ke kamu.
Pernah tidak kamu memikirkan temanmu? Contoh, kamu memikirkan kado yang pantas diberikan padanya untuk hari ulang tahunnya? Atau, hadiah yang tepat untuk hari kelulusan?
Nah, sebagai fringe friends, kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Memang terasa dikucilkan, tapi pikiranmu bisa kamu gunakan untuk memikirkan hal lain. Hal yang mungkin jauh lebih penting untuk kamu pikirkan. Misalnya, utang yang belum dibayar.
Well, itulah tadi tanda kamu menjadi fringe friends dan keuntungannya. Dari banyaknya tanda tadi, mana nih yang sedang kamu alami?
Muhammad Arsyad