The Life of an Idol

Mahalini tidak menunjukkan jati diri sebenarnya saat proses seleksi di Idol. Ia pun memaparkan alasannya.

2145
7
Mahalini Star Editor OPPAL

Mungkin banyak yang berpikir bahwa perjalanan menjadi seorang idol penuh dengan gliterring moments. Tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Kalau boleh jujur, perjalanan menjadi seorang idol sebenarnya membikin stres.

Honestly, ada banyak struggle yang saya rasakan selama proses kompetisi, mulai dari pemilihan lagu hingga perasaan yang saya alami selama kompetisi. Tapi di antara semua hal itu, yang paling bikin kepala carut-marut adalah ketika saya dinilai banyak orang.

Membaca komentar para masyarakat jadi hal tersulit. Bahkan, saya pernah merasa bahwa mungkin saya tidak pantas untuk berada di panggung Spekta setelah membaca komentar-komentar tersebut.

Kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa saya merasa enggak worth it. Here’s one thing about me: Saya adalah orang yang mudah sekali merasa insecure, apalagi di sana banyak peserta lain yang kemampuannya bagus – atau mungkin lebih bagus dari saya. Ditambah dengan membaca banyak komentar dari orang-orang yang kurang suka dengan penampilan saya, saya jadi merasa dikucilkan.

Terintimidasi sih tidak, tapi komentar seperti “Mahalini enggak pantas di situ”, atau yang menurut saya paling parah adalah, “Mahalini pulang saja, deh” bikin saya jadi mengintimidasi diri sendiri.

Komentar-komentar yang bertumpuk tersebut bikin saya merasa bahwa kemampuan saya memang jelek dan tidak pantas berada di sana. Alhasil, setiap tampil di stage, saya enggak pernah merasa puas dengan penampilan saya. Bahkan kalau dipikir-pikir lagi, saya enggak pernah mengeluarkan “the real Mahalini” saat di Idol karena perasaan tertekan yang terus saya rasakan.

Baca juga artikel Mahalini bercerita soal angan, asa dan Fabula

Saat itu tentu tidak ada yang tahu mengenai apa yang saya rasakan, dan saya sendiri enggak pernah cerita ke siapa-siapa. Yang bisa saya lakukan saat itu hanyalah menangis sendirian dan berpikir, “Mungkin saya enggak benar-benar pengin berada di sini, ya.”

Saat itu yang bikin saya kemudian semangat lagi adalah perasaan enggak sabar untuk ketemu keluarga serta rasa kangen dengan rumah. Saya juga merasa bahwa jika saya keluar dari kompetisi Idol, itu bukanlah jalan akhir, karena perjalanan seorang musisi adalah berkompetisi setiap waktu. Bahkan, sampai detik ini pun, saya masih terus berkompetisi.

Mahalini
Mahalini/@mahaliniraharja

Pengalaman mengikuti kompetisi Idol juga membuat saya melihat masalah dari sudut pandang yang lebih lebar. Saya jadi berusaha untuk melihat suatu problem dari dua sisi atau bahkan lebih. Pandangan saya terhadap orang lain juga berubah – saya menyadari bahwa memang betul ada banyak orang di luar sana yang menilai orang lain seenaknya saja tanpa tahu situasi dan kondisi yang sebenarnya.

Sekarang, saya juga belajar untuk enggak langsung judge orang lain, apa pun yang terjadi, karena saya menyadari bahwa kita enggak pernah tahu kondisi apa yang dialami oleh orang tersebut sebenarnya.

Nah, buat kamu yang sedang berjuang di atas panggung dan meniti jalan menjadi seorang idol, pesan saya: Tetaplah percaya diri, jangan terlalu banyak membaca komentar (ini yang paling penting!) karena komentar tersebut hanya akan membikin kamu struggled ke depannya dan membuatmu kurang fokus akan penampilanmu.

Satu saran lagi: tampil lah dengan tulus ikhlas. Nothing to lose. Tampil saja sebaik mungkin. Kalaupun langkahmu terhenti di situ, percayalah, segala hal pasti ada rezekinya, kok. Jadi enggak perlu berharap banyak karena harapan tersebut mungkin akan membuatmu kecewa.

Ada banyak hal yang tidak bisa ditebak dalam perjalanan menjadi seorang idol, jadi yang terpenting, tetaplah challenge diri kamu.

I wish you the best of luck!

Lini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 thoughts on “The Life of an Idol

  1. · 23/02/2023 at 10:13

    Terimakasih Lini😘

  2. whatever it is in the future I will always support and pray for the best for you. Lakukan yang terbaik dalam kisah hidup karena cerita manusia tidak akan pernah habis selama Tuhan menyatakan hidupnya selesai💜

  3. · 23/02/2023 at 10:31

    Lini kamu hebat ❤️❤️❤️❤️

  4. · 23/02/2023 at 10:53

    Mau sebaik apapun kita kalo orng gk suka akan ttep jelek d mata mereka
    Mmbuktikan kalo kita bisa dan mmpu lbh baik dri mreka itu adlah balas dndam trbaik
    Para pejuang mimpi yok smngat kalian bisa, jgn dnger omongn orng yg bikin kita mkin down.

  5. Tetap semangat gek…

  6. Kamu seorang yg kuat Lini ! tq for inspired a lot of people with your words. I always amaze with your mind set at your age now . Beautiful !! – love from Malaysia !

  7. Makasih lini sudah membuat saya sadar bahwa sejatinya menjadi sukses gak segampang yang kita kira mungkin ada kala kita melihat orang yg diatas belum tentu hidupnya sempurna tapi dia juga pernah merasa bahwa hidup itu banyak rintangan
    Semoga kita semua sukses dan bisa menggapainya

Editor's Pick