Kabar Baik! Kasus Stunting Menurun di 28 Provinsi di Indonesia

Stunting berkaitan dengan masalah tumbuh kembang anak yang banyak ditemui di Indonesia.

241
0
Stunting

Stunting merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak yang masih banyak ditemui di wilayah Indonesia. WHO mengatakan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di tahun 2018 sempat menyebutkan terdapat 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami stunting. Angka ini membuat Indonesia masuk ke dalam 5 negara di dunia dengan kasus stunting tertinggi. Hal yang menyebabkannya pun tergolong cukup kompleks.

Kasus stunting di Indonesia tak hanya sekadar ditemui di masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, namun juga di masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi tergolong cukup.

Di tengah kekhawatiran tersebut, kabar baik muncul lewat sebuah data pada tahun 2022, yang mengatakan bahwa kasus stunting di 28 provinsi Indonesia menurun.

Melihat dari ANTARA, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa terdapat penurunan kasus stunting di Indonesia sebesar 2,8 persen di 28 provinsi. Angka ini merupakan akumulasi sejak tahun 2021 hingga 2022 kemarin.

Lebih jauh, penurunan kasus stunting di Indonesia tahun 2022 mengalami penurunan dari angka 24,4 persen di tahun 2021, menjadi 21,6 persen di tahun 2022. Data tadi didapatkan usai survei yang dilakukan oleh Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menyertakan 334.848 sebagai sampel surveinya.

“Ada tiga provinsi yang mengalami penurunan terbesar secara proporsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Sumatra Selatan,” ucap Liza Munira selaku Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan dikutip dari ANTARA.

Kalimantan Selatan kasusnya turun menjadi 24,6 dari 30 persen, Kalimantan Utara dari 27 persen menjadi 22,1 persen, dan Sumatera Selatan menjadi 18,6 persen dan 24,8 persen.

Selain itu, wilayah Jawa juga mengalami penurunan kasus yang cukup signifikan. Seperti Jawa Barat yang pada awalnya di angka 24,5 persen menjadi 20,2 persen dan Jawa Timur yang menjadi 19,2 persen dari 24,8 persen.

Pihak pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kasus stunting ini. Mulai dari pemantauan pertumbuhan balita, pemeriksaan kehamilan, sampai dengan skrining anemia.

Ada juga intervensi pemberian ASI eksklusif pada bayi yang menjadi salah satu program eksklusif pemerintah lewat Kemenkes. Ke depannya, pemerintah menargetkan untuk terus menekan kasus stunting di Indonesia ke angka 17,8 persen di tahun 2023 dan 14 persen di tahun 2024.

Baca Juga: “Selamat Hari Gizi Nasional! Yuk, Kita Lebih Peduli Lagi Soal Pentingnya Gizi Seimbang

Semoga Indonesia bisa terlepas dari masalah stunting untuk kualitas SDM yang lebih baik lagi ke depannya. AMIN.

Rio
WRITTEN BY

Rio

Menulis seakan sudah menjadi kebiasaan untuk saya sejak kuliah. Skill ini terus berkembang sampai saat ini. Dimulai dari Liputan6.com sampai sekarang pekerjaan yang saya geluti seputar menulis artikel. Dan saat ini, Oppal Media adalah tempat saya untuk kembali belajar dan membuktikan yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *